Komisi X DPR Prihatin Anak SD di NTT Gantung Diri: Koreksi Sistem Pendidikan!

Komisi X DPR RI menyuarakan kekhawatiran tentang peristiwa kematian seorang siswa SD di NTT yang tewas gantung diri. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan bahwa tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat.

Siswa berusia 10 tahun tersebut semestinya dibantu dan dilindungi, tidak sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena. Hetifah menyebutkan bahwa sistem pendidikan hingga perlindungan sosial di RI harus dikoreksi. Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin.

Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan. Selain itu, perlindungan sosial juga mesti tepat sasaran bagi keluarga rentan.

Sebelumnya, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban yang menulis tentang kekecewaannya terhadap ibunya. Surat itu berisikan ungkapan perpisahan kepada ibunya dan juga menggambarkan ibunya sebagai orang pelit.

Hal ini menyebutkan bahwa anak-anak SD di NTT membutuhkan perlindungan sosial yang lebih baik. Mereka harus dilindungi dari kemiskinan, tidak hanya secara fisik melainkan juga emosional. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada anak-anak di NTT.

"Kita harus memperhatikan anak-anak SD di NTT dengan serius, mereka membutuhkan perlindungan sosial yang lebih baik," kata Hetifah. "Sistem pendidikan dan perlindungan sosial di RI harus dikoreksi untuk mengatasi masalah ini."
 
Gue pikir kalau pemerintah harus serius lagi dengan isu ini, nggak cuma nge-otak-ngotak aja. Buku-buku teks dan pena yang dipinjam dari orang tua itu nggak boleh membuat anak-anak kesulitan, gue pikir pendidikan dasar harus gratis dan inklusif untuk semua anak, tidak peduli asal dari mana atau siapa keluarganya.

Gue juga rasa pemerintah harus memperhatikan kemiskinan di NTT, nggak cuma nge-bantu saja. Mereka harus membuat program yang benar-benar membantu keluarga miskin, bukan hanya memberi bantuan sekecil-kecilan aja. Kita harus percaya diri untuk membuat perubahan yang besar seperti ini.

Saya juga pikir pemerintah harus memperhatikan perilaku anak-anak di sekolah dan masyarakat, nggak cuma fokus pada korban saja. Mereka harus membuat lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua anak, sehingga mereka tidak pernah merasa sendirian menghadapi masalah. Kita harus bekerja sama untuk membuat perubahan ini! 💪🏼💖
 
aku rasa kalau anak kecil itu nggak perlu ngomong halusinasi dulu, gua pikir kalau ibunya itu hanya pelit karena anaknya nggak bisa makan makanan favoritnya aja, tapi malah jadi alasan utama di balik kematian itu 😂. tapi serius, ini masalah yang besar banget, kita harus cari solusi untuk anak-anak SD di NTT agar tidak pernah merasa kesepian dan tidak terlindungi 🤕. mungkin kalau pemerintah nggak fokus pada pendidikan dasar dan perlindungan sosial, maka kita harus buat sendiri solusinya, misalnya seperti program bantuan sosial atau yang beda lagi 🤔.
 
Kalau siapa yang sengaja membaca kabar tentang anak SD di NTT yang tewas gantung diri, jangan heran kalau kamu merasa kejutan. Kalau anak SD itu punya masalah dengan ibunya, itu bukanlah hal yang tidak umum di Indonesia kan? Saya pikir pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini tapi sayangnya masih banyak yang tidak peduli tentang kesulitan anak-anak SD. Sistem pendidikan kita terus membebani anak-anak SD dengan buku, pena, dan lain-lain sehingga mereka merasa putus asa. Saya rasa kita harus kembali lagi ke awal dan membuat sistem pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak SD di NTT.
 
ini gampang banget, kalau anak-anak SD nanti jadi kaya suka buku dan pena, tapi lagi-lagi keluarga miskinnya ga bisa makan nanti apa? harus banget ada sistem yang jaga anak-anak sd yang kesulitan, kan gak boleh sama-sama biarkan jadi korban kemiskinan yang diwarnai dengan perpisahan keluarga. kita harus serius banget buat mengatasi masalah ini dan memberikan dukungan yang lebih baik kepada anak-anak ntt
 
Gue rasa kabar gembira dengerin bahwa komisi DPR RI mulai serius dengan masalah kesulitan anak SD di NTT . Tapi, kabar baiknya ini juga membuat gue penasaran, mengapa tidak sekarang? Kita sudah lama mendengar cerita tentang anak-anak di NTT yang harus berjuang untuk hidup. Maksudnya, apa yang akan dilakukan komisi DPR RI bukan itu? Apakah hanya dengan mengatakan 'oh, kita harus memperhatikan mereka' saja, tapi tidak ada konkrit apa pun yang dibawa ke dalam perubahan? Gue rasa kalau kita ingin benar-benar membuat perbedaan, kita harus siap untuk mengorbankan ide-ide kita yang sudah lama digunakan.
 
🤔 Gampang banget, golek! Kenapa kita selalu membiarkan anak-anak SD seperti itu? Mereka hanya 10 tahun aja, tapi sudah merasa putus asa karena buku dan pena. Siapa yang bilang bahwa anak SD harus membayar harga edukasi sendiri? 📚

Dan siapa yang bilang bahwa surat tulisan tangan korban itu tidak perlu dibaca? Mungkin ada orang yang pikir, "Oh, anak SD itu ceroboh banget, jadi saya tidak perlu khawatir". Tapi, ini bukan soal anak SD yang ceroboh, tapi soal kita sebagai masyarakat dan pemerintah yang tidak mau bertanggung jawab.

Membuat pendidikan dasar gratis dan inklusif adalah langkah yang tepat, tapi itu belum cukup. Kita juga perlu membuat perlindungan sosial yang lebih baik untuk anak-anak SD di NTT. Mereka membutuhkan dukungan yang lebih baik dari pemerintah dan masyarakat. 🤝
 
Gue rasa pemerintah dan masyarakat harus memperhatikan anak-anak SD di NTT dengan serius, tapi gue juga pikir bahwa sistem pendidikan dan perlindungan sosial di RI sudah cukup baik. Mungkin gue salah, tapi sepertinya korban tidak memiliki pilihan lain selain menulis surat itu. Tapi, gue juga berpendapat bahwa surat itu bukanlah jawaban dari masalah kemiskinan yang dihadapi anak-anak SD di NTT. Gue pikir mungkin kita perlu mencari solusi yang lebih inovatif dan kreatif untuk mengatasi masalah ini. Tapi, gue juga rasa itu tidak mungkin bisa dilakukan jika kita tidak memahami sebenarnya apa yang dialami oleh anak-anak SD di NTT. 🤔😕
 
🤦‍♂️😔 Kalo anak SD di NTT kesulitan, apa lagi yang bisa dilakukan? 🤷‍♂️ Selain itu, korban itu udah nulis surat tentang ibunya pelit... kalau sudah begitu, mesti ada bantuan yang lebih banyak dari pemerintah 😊
 
kata-kataHetifah itu memang benar-benar membuat kita sadar tentang kesulitan anak-anak SD di NTT. tapi apa yang bisa kita lakukan sendiri? kalau kita hanya ingin bicara, tapi tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada yang akan berubah. kita harus mulai dari diri kita sendiri, carilah cara untuk membuat perubahan kecil-kecilan pada diri kita dan masyarakat sekitar. jangan sampai kita hanya mengeluh saja, tapi tidak memberikan solusi. kita harus menjadi penerus yang baik, yang bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu.
 
ini kisah anak kecil yang sudah walaupun 10 tahun udah mati gantung diri, itu bukan mainan lagi 🤕. sistem pendidikan dan perlindungan sosial di RI harus berubah biar anak-anak seperti dia tidak perlu mengalami kesulitan seperti itu. pendidikan dasar seharusnya gratis dan inklusif biar semua anak bisa berkesempatan bersama tanpa membebani keluarga miskin. kita harus bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat agar anak-anak tidak pernah merasa sendirian menghadapi kesulitan seperti itu 🤝.
 
kembali
Top