Komdigi Kembali Buka Akses Grok di Indonesia

Komdigi Kembali Buka Akses Grok Setelah Pembatasan Sementara, Tetapi Dengan Syarat yang Ketat

Kemkomdigi kembali membuka akses layanan Artificial Intelligence (AI) milik X, Grok, setelah sebelumnya diputus sementara karena disalahgunakan untuk konten pornografi. Hal ini dilakukan secara bersyarat, yaitu setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis mengenai perbaikan layanan dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, normalisasi akses layanan Grok dilakukan secara bersyarat setelah X Corp menyampaikan komitmen tertulis yang memuat langkah-langkah konkret perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. Komitmen ini menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan.

X Corp juga telah menerapkan sejumlah langkah penanganan berlapis atas penyalahgunaan layanan Grok, meliputi penguatan pelindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, serta aktivasi protokol respons insiden.

Komdigi mencatat komitmen X Corp untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi kewajiban hukum sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan menjaga ekosistem digital yang bertanggung jawab. Namun, kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban yang harus dipenuhi.

"Dialog konstruktif tetap kami buka, tetapi kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban. Normalisasi layanan bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan," ujar Alexander.

Pembatasan sementara akses terhadap fitur Grok di aplikasi X milik Elon Musk dilakukan untuk melindungi perempuan, anak, dan masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan Grok.
 
Gue pikir ini salah arah, yakin kalau komdigi harus terus memantau akses ke teknologi sifatnya itu gue rasa harus diatur kembali. Komitmen X Corp yang tulus gue tidak percaya, karena setelah diputus sementara akses Grok pun bisa dibuka lagi. Gue rasa ini berisiko banget kalau komdigi tidak tetap memantau. Dan, gue pikir Elon Musk juga harus lebih hati-hati dulu kalau ingin mengembangkan teknologi yang dapat merugikan banyak orang. πŸ˜’πŸ“Š
 
akhirnya boleh nggak sambil kangen banget dulu akses grok setelah diputus sementara, tapi gue rasa syarat-syarat yang ditetapkan agak keras nggak bisa diterima, misalnya bagaimana kalau X corp tidak mau memperbarui fitur-fiturnya lagi? gue berharap komdigi bisa membuat syarat-syarat tersebut lebih fleksibel agar pengguna grok bisa terus nyaman menggunakan aplikasi tersebut tanpa perlu khawatir akan dipanggil oleh pihak komdigi. 😬
 
Grock kembali buka akses, tapi syaratnya kayak ngelamun dulu, harus ngebawa komitmen tertulis dari X Corp. Sama aja kayak ketika aplikasi Instagram buka akses lagi setelah bug-nya, harus diisi formulir kepatuhan dari admin ya... Aku rasa jangan ada yang mau mengeluh, kalau ada kesal, bisa nge-logout aja. Tapi serius, semoga X Corp bisa menjaga layanan Grok lebih aman dan tidak lagi menjadi tempat nonton porno palsu. Grrr, aku ingat ketika aku masih SMA, aku pengen tonton video di YouTube, tapi gak bisa karena orang tua aku bilang 'gak boleh' πŸ˜‚. Sekarang kayaknya sudah bisa, tapi aku rasa perlu ada lebih banyak pendampingan dan edukasi dari pihak Grok agar kita tidak terjebak lagi dalam masalah seperti ini...
 
AI punya masalah lagi lah! Kemkomdigi harus berhati-hati lagi, tapi sementara ini aku rasa X Corp sudah gak asal-asalan lagi. Mereka mengaku mau bekerja sama dengan pemerintah dan semua itu, tapi aku masih ragu-ragu. Apa kepastian bahwa mereka akan nanti tidak lagi menggunakan Grok untuk hal-hal yang salah? Aku harap kemkomdigi bisa tetap waspada dan tidak terkecuali lagi. Semoga X Corp bisa memenuhi komitmen mereka dan tidak membuat masalah sama sekali! πŸ™πŸš«
 
Apa sih ini? Nah, ternyata Komdigi kembali membuka akses Grok setelah diputus sementara, tapi nggak ada garansi apa-apa bahwa konten yang keluar dari sana tidak lagi ngerugikan orang lain. X Corp bilang sudah berkomitmen untuk perbaiki layanan dan kepatuhan, tapi siapa tahu kalau itu hanya kata-kata aja. Dan apa sih dengan langkah-langkah penanganan berlapis yang diambil X Corp? Tadi-pagi aku lihat ada update yang mengatakan mereka sudah mengaktifkan protokol respons insiden, tapi nggak ada jaminan bahwa itu akan berhasil melindungi orang dari konten pornografi palsu.

Saya rasa Komdigi masih tidak cukup berani mengawasi Grok secara ketat. Mereka bilang sudah normalisasi akses layanan, tapi sebenarnya apa yang mereka maksud dengan itu? Apakah mereka benar-benar yakin bahwa konten yang keluar dari sana aman dan tidak ngerugikan orang lain? Saya nggak percaya... πŸ€”
 
gampang banget ya, kemkomdigi harus normalisasi akses layanan grok lagi! tapi wajahnya sih ada syarat banyak banget. x corp harus berjanji betapa komitmen mereka untuk perbaikan layanan dan pencegahan penyalahgunaan. tapi apakah benar-benar mereka sudah mematuhi kewajiban hukum? aku masih ragu-ragu. toh, di masa depan, kita harus sabar dan menunggu hasilnya. kalo tidak, kemkomdigi harus tetap teliti dengan penegakan hukum yang ketat πŸ€”
 
Gwah, sih, akses Grok kembali dibuka kan? Makasih banget aja ya, pembatasan sementara itu sebenarnya ada buat kepentingan jangka panjang. Gwanya kayaknya X Corp benar-benar peduli terhadap konten yang dihasilkan oleh Grok. Tapi gweh, sih, apakah mereka benar-benar bisa melindungi perempuan dan anak dari konten pornografi palsu? Tunggu dulu aja, kalo mereka nggak bisa, maka aku sih akan bingung banget juga πŸ€”πŸ‘€.
 
gak nyaman banget kembali akses grok apa lagi harus ada syarat-syarat yang ketat ini. sih rasa pemerintah gini nggak ada yang salah sama sekali, tapi malah harus membuang-buang waktu dan energi kita dengan hal-hal yang bisa dipikirkan lebih baik, misalnya keamanan online atau akses informasi yang benar banget. tapi kayaknya ini adalah langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan dengan keselamatan digital.
 
Aku pikir kembali buka akses Grok itu gampang banget sih! Pertama kali diputus sementara, aku rasa sudah tepat kok. Karena ternyata X Corp gak bisa jaga layanan mereka sendiri. Aku senang sekali ketika mereka setuju untuk memperbaiki layanan dan menghindari konten yang tidak pantas lagi.

Tapi aku masih ragu-ragu apa benar-benar mereka ingat? Apakah hanya kata-kata saja atau ada tindakan nyata yang diambil? Aku harap X Corp bisa melaksanakan komitmen mereka dengan benar dan bukan hanya memuaskan pihak berwenang saja.

Dan aku rasa tidak masuk akal kok kalau Pemerintah Indonesia langsung mengatur hal apa pun. Jangan lupa kita lagi, kita adalah negara yang suka mengatur hal-hal apa pun sih? πŸ™„
 
Aku pikir kembali buka akses itu juga nggak bakalan jadi masalah kalau komitmen X Corp serius, ya 😊. Mereka harus bisa menunjukkan langkah-langkah konkret perbaikannya, jangan cuma nulis komitmen aja. Aku juga sangat penasaran dengan langkah-langkah penanganan berlapis yang mereka tonton, nggak bakalan kalah sama Kemkomdigi ya πŸ€”. Yang penting, kalau Grok bisa diatur agar tidak lagi digunakan untuk konten pornografi palsu, itu bisa jadi keuntungan bagi banyak orang. Tapi, aku masih ragu-ragu kalau mereka bisa benar-benar menangani masalah itu, karena itu nggak mudah, ya πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
omong omongan ini kayak apa sih? kenapa harus terus terang sih? kan boleh banget gak pakai konten kotor sih? tapi apakah mereka benar-benar mau niat buat ubah caranya, aku ragu lahirnya πŸ€”πŸ’­. saya pikir langkah ini agak pas πŸ‘Œ, tapi harus banyak peringatan lagi tentang konsekuensi dari penyalahgunaan teknologi 🚨.
 
Grokkernya sengaja dibuka kembali aja, tapi jelas ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dulu. X Corp tiba-tiba harus mau berkomitmen tertulis, kayaknya bukan main-main lagi. Nanti akses Grok bisa normalisasi juga, tapi gak jadi harapan ya, kalau komitmen itu cuma kata-kata aja. Yang penting adalah kepatuhan terhadap hukum Indonesia, nih! Gak boleh kalah-kalahan lagi seperti sebelumnya.

Aku rasa Pembatasan sementara itu juga bukan main-main, tapi gak jelas apa yang dimaksud dengan "risiko konten pornografi palsu". Aku harap mereka bisa menjelaskannya lebih jelas. Dan nih, komitmen X Corp untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, kayaknya serius aja! Tapi gak boleh lupa, kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Kalau tidak, akses Grok tetap di-blokir, deh! πŸ€”πŸ’»
 
Mereka memang kembali buka akses, tapi syaratnya terlalu ketat nggak? Apa sih keuntungan ya kalau mereka harus membayar uang lagi untuk menggunakan layanan Grok? Kalau sebelumnya justru mengatakan bahwa itu adalah layanan yang gratis dan terbuka. Sekarang apa, yang bedanya lagi?
 
Gak percaya lagi sama kemkomdigi kayaknya πŸ˜‚. Pertama kali aksesnya diputus sementara karena disalahgunakan, kini sudah dibuka lagi dengan syarat-syarat yang ketat banget! Makanya kalau kamu ingin menggunakan layanan Grok, harus mau menyerah-menyerah terlebih dahulu πŸ€¦β€β™‚οΈ. Yang paling penting adalah kemkomdigi tidak mau menyerah pada penyalahgunaan layanan, tapi juga gak mau berbicara langsung dengan pengguna yang salah, jadi mereka harus menyapa dulu syarat-syarat itu sebelum bisa menggunakan layanannya lagi πŸ€”.
 
Gak usah bingung banget, kan? Setelah sebelumnya dibekangi karena konten pornografi, kini akses Grok sudah bisa digunakan lagi... tapi jangan salah paham, masih ada syarat-syarat yang harus diikutin. X Corp harus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan layanan mereka tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak pantas. Itu kan yang penting, bukan? πŸ™

Saya pikir langkah ini wajar banget, karena kita semua tahu bahwa konten pornografi itu sangat berbahaya dan harus dihentikan. Jadi, saya setuju dengan keputusan Kemkomdigi untuk membuka akses Grok lagi, tapi dengan syarat-syarat yang jelas dan ketat. Itu adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa layanan tersebut digunakan dengan bijak dan tidak membahayakan masyarakat. πŸ’»
 
aku rasa paham kenapa komdigi kembali buka akses grok setelah sementara dimatikan 😊 tapi aku masih ragu2 kalau komdigi nggak akan selalu memantau kepatuhan x corp dalam menggunakan layanan grok. aku harap x corp benar-benar dapat mengimplementasikan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan dan membuat perubahan positif di lingkungan digital kita 🀞
 
Gak keberatan banget kalau komdigi punya syarat aja sih, nanti gak boleh bawa kerugian orang lain juga. Tapi apa artinya X Corp justru menangkap kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas layanannya? Makanya aku pikir lebih baik jika mereka fokus buat memperbaiki sistem sejak dulu, jangan hanya mau berlapis-lapis aja setelah kesalahan terjadi.
 
Gak bisa ngerti mengapa sukar-sukar banget lagi nih. Pulang aja ke awal sih, kalau bukan jadi kaya gini. Tapi makasih ya kemkomdigi udah normalisasi akses layanan Grok. Sama-sama, X Corp udah tahu apa yang harus dilakukan. Dan komitmen tertulis nih, itu penting banget. Kalau tidak ada konten pornografi, maka kita bisa terus menggunakan layanan Grok tanpa masalah.
 
kembali
Top