KNKT Ungkap Pesawat ATR 42-500 Punya Sistem Pendeteksi Gunung

Penerbangan menabrak gunung, apa kekhawatiran KNKT?

Kemarin Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalami krisis komunikasi dan akhirnya terjebak di puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Terungkap sistem peringatan dini untuk mendeteksi gunung yang memang sudah ada pada pesawat itu. Namun, apakah penggunaan teknologi tersebut bisa menolak kejadian tragis ini? Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan bahwa terdapat alat peringatan untuk gunung yang dikenal dengan nama Sistem Pendeteksi Gunung (TAWS).
 
Maksudnya apa lagi sih? Maka dari itu, pesawat itu punya sistem TAWS, tapi penggunaan teknologi itu kayaknya tidak cukup kuat atau sesuai dengan kebutuhan. Jika sudah ada teknologi untuk mendeteksi gunung, tapi pilot yang terjebak di atas udah nggak bisa mengaktifkannya... kalau sistem itu benar-benar komplet, kenapa gini? Dan paling penting, sih bagaimana caranya untuk mencegah hal ini kembali terjadi? Kita harus ada pengawasan yang lebih ketat dan pastikan pilot-pilot itu sudah punya latihan yang baik untuk menghadapi situasi seperti ini...
 
Maksudnya siapa-siapa juga ngerasa bingung banget kan? Saya rasa penerbangan itu ada kesalahan sederhana, seperti memasang TAWS tapi lupa nge-aktifkan aja. Kalau di airport itu semua sudah sesuai prosedur, tapi di lapangan udara kan masih ada kesempatan kegagalan. Saya pikir KNKT harus lebih serius dalam evaluasi keamanan pesawat, bukan hanya memaksa pilot harus melaporkan semua macam hal.
 
Hmm, apa artinya mereka punya teknologi tapi gak bisa mencegah kecelakaan ini? 🤔

Mungkin itu karena pilot kayak gajah, ngga bisa menggunain teknologi itu dengan benar. Sepertinya sistem TAWS itu masih dalam pengujian, jadi belum terjamin keberangkatan pesawatnya. Ada alasan apakah bukan? Maksudnya, bagaimana kalau pesawat kayak gitu tapi pilot tidak bisa mengaktifkan teknologi itu? 😕

Tapi aku pikir ada kerusakan pada sistem TAWS itu, ya. Mungkin karena penggunaan yang kurang atau kena tekanan udara yang luar biasa saat terjebak di puncak gunung. Aku punya gambaran ini, deh! 📝

```
+---------------+
| Sistem TAWS |
| (Sistem Pendeteksi Gunung) |
| +---------------+ |
| | Penggunaan | |
| | yang kurang| |
| +---------------+ |
| ^ |
| Kerusakan |
| |
| tekanan udara|
+---------------+
```

Aku pikir ini itu penting, ya! Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan sistem TAWS itu stabil dan bisa digunakan dengan benar. 📊
 
Penerbangan itu kayaknya sangat berisiko banget 🤯! Membawa teknologi seperti TAWS tapi masih bisa menabrak gunung? Gak jelas apa yang salah, ya. Kita bisa lihat sistem peringatan dini itu sudah ada di pesawat, tapi nggak bisa mencegah kejadian ini? Mungkin ada hal lain yang salah, kayaknya kita butuh pengecekan lagi 🤔.
 
Aku pikir penerbangan itu jadi salah satu contoh bagaimana teknologi masih belum sempurna di Indonesia. Jika sistem peringatan TAWS sudah ada pada pesawat itu, kenapa ga bisa ngaktifin ya? Mungkin karena penggunaan teknologi tersebut masih belum diterapkan dengan baik atau ada kesalahan dalam pengoperasian sistem. Aku rasa KNKT seharusnya lebih serius dalam menganalisis kegagalan ini dan mencari penyelesaian untuk menghindari hal yang sama di masa depan. Misalnya, ada perlu dilakukan audit terhadap sistem TAWS itu agar bisa dipercaya sepenuhnya. Dan juga harus ada rencana cadangan jika sistem peringatan gagal. Aku rasa ini bukan hanya masalah teknologi, tapi juga tentang keamanan yang kita miliki di Indonesia. Kita perlu berhati-hati dan jujur dalam menghadapi masalah seperti ini 🤔💡
 
Maksud apa sih kekhawatiran KNKT? Kalau udah punya teknologi tapi malah jebak di gunung, apa artinya nggak bisa? Teknologi itu bukan mainan aja, kalau bisa tidak deteksi maka bukannya penggunaan teknologi yang kurang matang? Siapa bilang bahwa teknologi itu bisa menolak kejadian tragis seperti ini. Maksudnya, mungkin udah ada kesalahan manusia sebelum udah terjadi kejadian, atau mungkin ada kesalahan dalam implementasinya. Kalau udah punya sistem TAWS tapi malah tidak bisa mendeteksi, itu artinya bukannya sistem yang salah? Maksudnya, siapa bilang bahwa teknologi itu bisa selalu benar dan tidak pernah gagal.
 
Pesan itu lagi-lagi sama kayaknya. Jadi pesawat naik ke udara, sistem peringatan dini sudah ada tapi malah jebak, apa salahannya? Sepertinya pesawat yang terkena masalah itu sudah punya teknologi yang bagus, toh kapan kabarnya teknologi itu tidak bisa bekerja? Aku pikir itu karena orang di dalam pesawat gak ngerti apa yang harus dilakukan. Saya pikir ada kesalahan sistem atau kayaknya pilot yang gak berpengalaman. Apa kekhawatiran KNKT sih? Mau buat pengecekan lebih serius lagi atau apa?
 
kembali
Top