Penerbangan Menabrak Gunung di Sulawesi, Berapa Banyak yang Meninggal? ( Tirto.id )
Kebablasan Saat Akan Mendarat Lalu Tabrak Pegunungan. Dalam kejadian menghantam pesawat yang mendarat pada pukul 12.23 WITA, komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara terputus, jadi, penumpang tidak dapat mendengar instruksi yang diberikan petugas.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyebutkan bahwa pesawat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar dengan jumlah manifes sepuluh orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Pada saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pesawat mendapat arahan untuk melakukan pendaratan ke landasan pacu 21.
Namun, posisi pesawat tidak berada di jalur pendaratan yang semestinya sehingga terjadi penolakan dari petugas Air Traffic Control (ATC). Tak lama setelah arahan koreksi diberikan, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus atau "lost contact".
"Terburu-buru pesawat berbelok ke kanan. Nah, tapi di situ keburu pesawatnya sudah crash, " imbuh Soerjanto.
Pengendali lalu lintas udara meminta pesawat langsung menuju titik Openg, namun terjadi kembali kesalahan dari pilot pesawat tersebut sehingga jarak antara pesawat dan landasan pacu semakin dekat.
Kebablasan Saat Akan Mendarat Lalu Tabrak Pegunungan. Dalam kejadian menghantam pesawat yang mendarat pada pukul 12.23 WITA, komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara terputus, jadi, penumpang tidak dapat mendengar instruksi yang diberikan petugas.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyebutkan bahwa pesawat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar dengan jumlah manifes sepuluh orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Pada saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pesawat mendapat arahan untuk melakukan pendaratan ke landasan pacu 21.
Namun, posisi pesawat tidak berada di jalur pendaratan yang semestinya sehingga terjadi penolakan dari petugas Air Traffic Control (ATC). Tak lama setelah arahan koreksi diberikan, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus atau "lost contact".
"Terburu-buru pesawat berbelok ke kanan. Nah, tapi di situ keburu pesawatnya sudah crash, " imbuh Soerjanto.
Pengendali lalu lintas udara meminta pesawat langsung menuju titik Openg, namun terjadi kembali kesalahan dari pilot pesawat tersebut sehingga jarak antara pesawat dan landasan pacu semakin dekat.