Klarifikasi PP Muhammadiyah soal AMM yang Laporkan Pandji

Pernyataan PP Muhammadiyah mengenai kasus komedian Pandji Pragiwaksono yang melaporkan ke polda atas materi stand-up comedy "Mens Rea" memang membuat dua kelompok pelapor, AMM dan AMNU, sama-sama tidak dianggap oleh organisasi yang mereka bela. Pada Jumat lalu, PP Muhammadiyah mengekspresikan klarifikasi terkait pelaporan tersebut.

Dalam keterangan resmi itu, PP Muhammadiyah menyatakan bahwa tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Perserikatan Muhammadiyah. Menurut PP Muhammadiyah, sikap resmi hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memperoleh wewenang berdasarkan AD/ART organisasi.

"Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berlandaskan dakwah amar makruf nahi munkar senantiasa menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, hukum berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana," tulis PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga "kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat" dan menghindari tindakan yang "berpotensi menimbulkan kesalahpahaman".

Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, juga menyayangkan adanya pelaporan tersebut. Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengatakan kritik yang disampaikan Pandji Pragiwaksono melalui "Mens Rea" adalah hal yang wajar dan seharusnya dipertanggapi dengan kritik balik.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa penyidik kini tengah menganalisis barang bukti yang dilampirkan dalam dokumen laporan.
 
Pandji Pragiwaksono memang bikin kontroversi dengan komedinya "Mens Rea" 🤔. Saya rasa dia benar-benar tidak mengerti apa yang artinya membuat orang lain merasa tidak nyaman. Saya pikir PP Muhammadiyah terlalu lambat menjawab, tapi setidaknya mereka menyatakan klarifikasi tentang pelaporan itu.

Saya juga penasaran dengan Polda Metro Jaya, mereka benar-benar siapa yang akan menangani kasus ini? 🤷‍♂️. Saya harap tidak ada kesalahpahaman lagi antara komedian dan organisasi-organisasi seperti PP Muhammadiyah.
 
Aku pikir kira-kan sama-sama tidak dianggap oleh AMM dan AMNU bisa bikin kekhawatiran. Mungkin aku salah paham, tapi rasanya ada sesuatu yang salah disini 🤔. Aku pikir PP Muhammadiyah harus jujur apa yang terjadi, apa yang benar dan apa yang tidak. Jangan hanya bilang "tidak resmi" saja, tapi jelaskan apa-apa yang terjadi di balik laporan itu. Mungkin kalau mereka buka-buka tentang hal ini, semua orang bisa lebih paham apa yang sebenarnya terjadi 🤷‍♂️.
 
Gak ada yang salah, tapi sih perlu diingat bahwa komedian itu bilang banyak hal yang nggak sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah, kayaknya harus bisa berdiskusi secara santai dan tidak memaksa ke sisi lain 🤷‍♂️.
 
ini aja kejadian yang nggak asyik banget sih... suatu komedian yang coba ngekspos hal tentang kelembagaan agama dan organisasi, tapi ternyata ada dua kelompok pelapor yang sama-sama tidak dipertimbangkan. apa sih yang harus dilakukan kalau kita bukan bisa berdiskusi dengan santai? mungkin pihak yang berkepentingan bisa ngeksplorasi cara untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perbedaan pendapat... 🤔
 
Aku pikir ini lagi-lagi kontroldo nih 🤔. Pemakaian istilah "mens rea" itu jelas bisa dipertanyikan, tapi siapa yang bilang komedian Pandji Pragiwaksono itu salah? Ada tahu kira-kira bagaimana caranya mereka ingin mengutamakan toleransi dan keadaban publik di Indonesia? 🤷‍♂️ Aku juga penasaran apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini, tapi gue rasa PP Muhammadiyah jangan memaksa orang untuk setuju dengan pendapat mereka. Yang penting adalah kita bisa berdiskusi dan mendengar pendapat dari berbagai sumber. 🤝
 
kembali
Top