Korban Pesawat Terjun Deden Maulana Mendapatkan Pasti Hak Keluarganya
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memastikan bahwa hak-hak keluarga Mendiang Deden Maulana, korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dijamin terpenuhi. Pada Kamis (22/1/2026), KKP mengumumkan bahwa mereka akan memberikan beasiswa kepada anak Deden Maulana dan asuransi kepada keluarganya.
Selain itu, KKP juga menetapkan Vera, istri Mendiang Deden Maulana, sebagai pegawai guna menggantikan pekerjaan suaminya. Pung Nugroho Saksono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Deden Maulana saat menjalankan tugas negara di wilayah perairan Republik Indonesia.
Tugas mereka terbilang berat dan penuh risiko di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya selalu mendampingi dalam operasi di udara maupun laut. KKP juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasanya selama menjalankan tugasnya.
Deden Maulana dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat. Jenazahnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter setelah pesawat nahas itu jatuh akibat menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1) siang.
Selain itu, KKP juga akan memberikan pendampingan kepada keluarga Mendiang Deden Maulana. Mereka akan membantu mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi setelah kejadian ini.
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memastikan bahwa hak-hak keluarga Mendiang Deden Maulana, korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dijamin terpenuhi. Pada Kamis (22/1/2026), KKP mengumumkan bahwa mereka akan memberikan beasiswa kepada anak Deden Maulana dan asuransi kepada keluarganya.
Selain itu, KKP juga menetapkan Vera, istri Mendiang Deden Maulana, sebagai pegawai guna menggantikan pekerjaan suaminya. Pung Nugroho Saksono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Deden Maulana saat menjalankan tugas negara di wilayah perairan Republik Indonesia.
Tugas mereka terbilang berat dan penuh risiko di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya selalu mendampingi dalam operasi di udara maupun laut. KKP juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasanya selama menjalankan tugasnya.
Deden Maulana dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat. Jenazahnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter setelah pesawat nahas itu jatuh akibat menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1) siang.
Selain itu, KKP juga akan memberikan pendampingan kepada keluarga Mendiang Deden Maulana. Mereka akan membantu mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi setelah kejadian ini.