Bumi bengkak di Cisarua, 11 Orang Hilang dalam Longsor yang Menghantam Kampung Kuda.
Kisah Adi, warga Cisarua yang berhasil menyelamatkan dirinya dan ibu mertuanya dari tanah longsor yang menghantam kampungnya saat pagi hari tadi. Pagi itu, ia menatap rumah tempat ibu mertunya berada dalam keadaan puing-puing setelah tanah longsor.
"Kampung di rumah tempat ibu mertunya sudah lenyap, aku kaget", ungkap Adi saat berkunjung ke lapangan pertama kali mengetahui kejadian. Longsor datang pada dini hari pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Bukan alarm yang membangunnya melainkan teriakan dan suara gemuruh dari arah bawah rumahnya.
Banyak warga mengatakan mereka mendengar suara gemuruh seperti gempa. "Kayak gempa, kaca lemari sampai getar", ungkap Neng Evi, warga yang selamat. Ia melihat puluhan rumah hilang setelah longsor.
Sebanyak 25 kantong jenazah telah ditemukan dan menjalani proses post mortem untuk keperluan identifikasi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menuturkan bahwa para korban masih belum ditemukan hingga saat ini.
Kisah Adi, warga Cisarua yang berhasil menyelamatkan dirinya dan ibu mertuanya dari tanah longsor yang menghantam kampungnya saat pagi hari tadi. Pagi itu, ia menatap rumah tempat ibu mertunya berada dalam keadaan puing-puing setelah tanah longsor.
"Kampung di rumah tempat ibu mertunya sudah lenyap, aku kaget", ungkap Adi saat berkunjung ke lapangan pertama kali mengetahui kejadian. Longsor datang pada dini hari pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Bukan alarm yang membangunnya melainkan teriakan dan suara gemuruh dari arah bawah rumahnya.
Banyak warga mengatakan mereka mendengar suara gemuruh seperti gempa. "Kayak gempa, kaca lemari sampai getar", ungkap Neng Evi, warga yang selamat. Ia melihat puluhan rumah hilang setelah longsor.
Sebanyak 25 kantong jenazah telah ditemukan dan menjalani proses post mortem untuk keperluan identifikasi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan menuturkan bahwa para korban masih belum ditemukan hingga saat ini.