Alan Budikusuma, raja bulu tangkis dunia Indonesia yang pernah memenangkan medali emas Olimpiade Barcelona 1992. Namun, gagal menyabet medali emas Asian Games. Banyak yang penasaran mengapa Alan bisa memenangkan Olimpiade tapi tidak berhasil menyambungkan kejuaraan di Asian Games.
Pada tahun 1992, Alan Budikusuma menjadi salah satu pebulu tangkis Indonesia yang paling populer. Ia memenangkan medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dengan menang 15-12 dan 18-13 atas Ardy B Wiranata di final nomor tunggal putra. Alan hanya berusia 24 tahun saat itu, namun sudah ditunjukkan kemampuannya sebagai pembulu tangkis terbaik di Indonesia.
Kemenangan Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992 merupakan hal yang luar biasa, karena edisi tersebut merupakan pertama kalinya bulu tangkis dipertandingkan. Alan tidak sendirian memenangkan medali emas, namun juga bersanding dengan Susy Susanti, pebulu tangkis putri yang kemudian menjadi istrinya.
Meski berhasil menang Olimpiade, Alan tetap gagal menyambut kejuaraan Asian Games. Ia memainkan kontingen Indonesia di Asian Games 1990, namun kalah 2-3 dari Malaysia di semifinal nomor beregu putra. Hasil tersebut memberi tahu bahwa masih ada banyak yang perlu diperbaiki agar Indonesia bisa menjadi juara.
Alan Budikusuma adalah contoh bagaimana kemampuan tidak selalu dapat diprediksi dengan mudah. Ia memiliki potensi yang besar, namun masih ada kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan keterampilannya. Dengan demikian, semoga di masa depan Alan bisa membawa Indonesia menjadi juara Asian Games.
Pada tahun 1992, Alan Budikusuma menjadi salah satu pebulu tangkis Indonesia yang paling populer. Ia memenangkan medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dengan menang 15-12 dan 18-13 atas Ardy B Wiranata di final nomor tunggal putra. Alan hanya berusia 24 tahun saat itu, namun sudah ditunjukkan kemampuannya sebagai pembulu tangkis terbaik di Indonesia.
Kemenangan Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992 merupakan hal yang luar biasa, karena edisi tersebut merupakan pertama kalinya bulu tangkis dipertandingkan. Alan tidak sendirian memenangkan medali emas, namun juga bersanding dengan Susy Susanti, pebulu tangkis putri yang kemudian menjadi istrinya.
Meski berhasil menang Olimpiade, Alan tetap gagal menyambut kejuaraan Asian Games. Ia memainkan kontingen Indonesia di Asian Games 1990, namun kalah 2-3 dari Malaysia di semifinal nomor beregu putra. Hasil tersebut memberi tahu bahwa masih ada banyak yang perlu diperbaiki agar Indonesia bisa menjadi juara.
Alan Budikusuma adalah contoh bagaimana kemampuan tidak selalu dapat diprediksi dengan mudah. Ia memiliki potensi yang besar, namun masih ada kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan keterampilannya. Dengan demikian, semoga di masa depan Alan bisa membawa Indonesia menjadi juara Asian Games.