Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso punya istri yang bersemangat menjual kembang untuk menyambung hidup. Mereka bukan pasangan raya, tapi cinta yang tulus. Meskipun sukses menjadi Kapolri dan Jenderal, Hoegeng sendiri mengaku pernah merasakan tekanan.
Dalam memoarnya, Hoegeng bercerita tentang penggunaan uang suap untuk mendapatkan posisi di polri. Dia punya istri yang bijaksana, Merry Roeslani. Istrinya sempat berjualan kembang di pasar tradisional Jakarta. Toko bunga yang dibuka mereka pun laris dan terus berkembang.
Tetapi, sehari sebelum Hoegeng dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (sekarang dirjen imigrasi), ia meminta istrinya menutup toko bunga tersebut. Pertanyaannya adalah, mengapa? Apakah ada hubungan antara keputusan itu dengan posisinya saat itu?
Hoegeng menjelaskan bahwa nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya. Dengan demikian, istrinya menjadi pengusaha kembang bersama Hoegeng pun dihentikan sebelum bisa berkembang.
Merry Roeslani memang bijaksana. Dia mengerti keputusan suaminya dan setia menggantungkan diri pada belakangnya. Mereka punya cinta yang tulus, meskipun Hoegeng pernah merasakan tekanan dari berbagai segi.
Dalam memoarnya, Hoegeng bercerita tentang penggunaan uang suap untuk mendapatkan posisi di polri. Dia punya istri yang bijaksana, Merry Roeslani. Istrinya sempat berjualan kembang di pasar tradisional Jakarta. Toko bunga yang dibuka mereka pun laris dan terus berkembang.
Tetapi, sehari sebelum Hoegeng dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (sekarang dirjen imigrasi), ia meminta istrinya menutup toko bunga tersebut. Pertanyaannya adalah, mengapa? Apakah ada hubungan antara keputusan itu dengan posisinya saat itu?
Hoegeng menjelaskan bahwa nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya. Dengan demikian, istrinya menjadi pengusaha kembang bersama Hoegeng pun dihentikan sebelum bisa berkembang.
Merry Roeslani memang bijaksana. Dia mengerti keputusan suaminya dan setia menggantungkan diri pada belakangnya. Mereka punya cinta yang tulus, meskipun Hoegeng pernah merasakan tekanan dari berbagai segi.