Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk melepaskan Khariq Anhar dari tahanan selama menjalankan persidangan. Penyebabnya adalah karena kondisi kesehatan Khariq yang terus berkurang akibat trauma yang dialaminya. Ketua majelis hakim, Harika Nova Yeri menyatakan bahwa keadaan tersebut memerlukan perubahan penahanan terhadap Khariq Anhar untuk membantunya semakin membaik.
Khariq Anhar sendiri tidak berbicara apa pun saat keluar dari pengadilan. Ia hanya mengucapkan terima kasih yang mulia. Harika kemudian mengingatkan bahwa status tidak diwajibkan untuk tinggal di ruang tahanan dapat dicabut oleh majelis hakim apabila ada tindakannya yang mengganggu jalannya persidangan.
Harika juga memberitahu terdakwa lain yaitu Delpedro, Muzaffar, dan Syahdan untuk mengikuti prosedur yang berlaku dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan agar tidak mengajukan penangguhan penahanan.
Khariq Anhar sendiri tidak berbicara apa pun saat keluar dari pengadilan. Ia hanya mengucapkan terima kasih yang mulia. Harika kemudian mengingatkan bahwa status tidak diwajibkan untuk tinggal di ruang tahanan dapat dicabut oleh majelis hakim apabila ada tindakannya yang mengganggu jalannya persidangan.
Harika juga memberitahu terdakwa lain yaitu Delpedro, Muzaffar, dan Syahdan untuk mengikuti prosedur yang berlaku dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan agar tidak mengajukan penangguhan penahanan.