KH Amal Fathullah Ponpes Gontor Wafat, Simak Profil & Kiprahnya

KH Amal Fathullah Ponpes Gontor Wafat, Profil dan Kiprahnya Jika tidak ada pengakuan resmi dari pihak Ponpes Modern Darussalam (Gontor), maka segala upaya para pejuang pendidikan pesantren akan sia-sia. Kematian KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, pada hari Sabtu 3 Januari 2026 (wafat pukul 12:14 WIB), menganggapnya adalah kekalahan dalam perjuangan untuk meneguhkan status sebagai sarjana muda.

Berikut ini adalah profil lengkap dan kiprah KH Amal Fathullah Zarkasyi:

Nama KH Amal Fathullah Zarkasyi lahir di Ponorogo, 4 November 1949. Ia merupakan putra keempat dari KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi.

Mengutip laman gontor.ac.id, KH Amal Fathullah meraih gelar Sarjana Muda di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) PMDG pada tahun 1973.

Lanjut 1987, ia menyelesaikan pendidikan Magister Filsafat Islam dari Fakultas Darul Ulum Cairo University Mesir, kemudian gelar Doktor bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Kuala Lumpur Malaysia pada tahun 2006.

Setelah itu, KH Amal Fathullah menjadi seorang Guru Besar di bidang Ilmu Aqidah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Ia mengawali karier sebagai guru Kuliyatul Mu’llimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor pada tahun 1969.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Pembantu Rektor III Institut Studi Islam Darussalam (ISID) periode 1996-2000.
 
Kematian KH Amal Fathullah itu sedikit bingung, kenapa? Dia siap-siapan aja masuk ke universitasnya, tapi kemudian aja mati 🤔. Saya pikir dia lagi sukses, ya! Dia lulus doktoral dan semua ini. Tapi kayak gini, dia kembali lagi ke pondoknya 🤷‍♂️. Saya rasa pendidikan di Indonesia masih banyak yang perlu diperbaiki, terutama untuk mereka yang mau belajar 💡.
 
aku sih sedang nonton anime di tv, ada yang bikin aku penasaran, kenapa gontor bisa terus berdiri hingga sekarang? aku tahu itu ponpes, tapi gimana caranya mereka bisa bertahan? mungkin karena KH Amal Fathullah kayaknya sangat suka dengan pendidikan ya? aku sih lebih suka membaca buku di perpustakaan, tapi gak ada punya. oh iya, aku juga penasaran apa itu pondok modern darussalam? gimana caranya mereka bisa menemukan dulu KH Imam Zarkasyi yang menjadi pendiri?
 
aku senang banget ketahuin dia wafat, tapi rasa sayangku lebih banyak lagi buat keluarganya, especially ayahnya KH Imam Zarkasyi yang juga pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, aku tahu banyak kisah dia tentang ayahnya di media, dia selalu ngomong bagaimana dia belajar agama dan ilmu dari ayahnya, tapi sekarang aku sadar betapa berat beban ayahnya untuk membawa keluarga keatas, aku juga ingat ketika aku masih kecil, aku pernah melihat foto-foto ayahnya di Pondok Modern Gontor, dia selalu duduk di atas meja panjang dengan senyum manis, aku tahu banyak orang yang menghormati beliau karena ilmu dan kiprahnya di bidang pendidikan, tapi aku lebih menghormatinya sebagai ayah yang sempurna 👍
 
ini kebenaran, siapa nih yang bisa mengatakan KH Amal Fathullah itu cuma sekedar guru aja? nggak ada pengakuan resmi dari Ponpes Modern Darussalam sendiri, kapan aja kita bisa yakin sih kalau dia wafat? kalau mau dijadikan contoh kekalahan dalam perjuangan, apa aja yang dia lakukan salah? kayaknya lebih baik jika kita fokus pada pengakuan resmi dan bukan cuma ngewarang-ngewarangkan aja 😒🤔
 
Pak, kematian KH Amal Fathullah Ponpes Gontor itu buatku terasa seperti kembali ke masa lalu dulu, ketika Pak Amal masih berjuang untuk menjadi seorang sarjana muda. Mungkin kalau beliau masih hidup, beliau akan terus memperjuangkan status sebagai sarjana muda Indonesia. Saya rasa ini bukan kemenangan bagi keluarga beliau, melainkan kekalahan dalam perjuangan yang harus dihadapi semua orang. Pak Amal Fathullah Zarkasyi itu buatku seperti ayah didesak umurnya yang masih muda.
 
Gue rasa kalau KH Amal Fathullah itu bukanlah orang yang bisa dianggap sebagai "orang kekalahan" lagi, tapi lebih like dia adalah orang yang berhasil mencapai tujuannya dan memiliki prestasi yang luar biasa! Dia menyelesaikan pendidikan di Mesir dan Malaysia, gue rasa itu sudah bisa dianggap sebagai pengakuan internasional ya! Dan kalau gontor mau membenarkan statusnya sebagai sarjana muda lagi, maka itu juga baik untuk meningkatkan reputasi gontor. Tapi, apa yang penting itu dia memiliki kontribusi yang signifikan bagi pendidikan Islam di Indonesia dan luar negeri.
 
Makasih dengerin kabar gembira banget tentang KHS, tapi sih aku rasa kalau KH Amal Fathullah Zarkasyi gini kayaknya bukan kekalahan, tapi lebih seperti capaian dirinya dalam perjuangan pendidikan pesantren. Aku pikir dia kayaknya sukses sekali dengan gelar Sarjana Muda dan Doktor, apa lagi karena ia menjadi seorang Guru Besar di bidang Ilmu Aqidah. Tapi aku rasa gede buat dengerin kalau KH Amal Fathullah Zarkasyi gini hanya sebagai guru Kuliyatul Mu’llimin al-Islamiyyah Pondok Modern Gontor, tapi dia kayaknya lebih banyak lagi yang pernah dialaminya. Aku harap para pejuang pendidikan pesantren dapat belajar dari contoh dirinya 🤔💡
 
kembali
Top