Kegagalan Timnas Indonesia dalam mencapai Piala Dunia 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi bagian dari proses yang harus dilalui. Menurut Kevin Diks, pemain tim nasional ini tidak pernah menyerah. Meskipun gagal memaksimalkan kesempatan di bawah arahan pelatih Patrick Kluivert, kegagalan itu justru memberikan pelajaran berharga bagi para pemain.
Diks, yang lahir di Apeldoorn, Belanda, ini menganggap komitmennya tidak goyah. Ia memilih Indonesia dengan semua kebanggaan dan semua cinta, dan itu termasuk kegagalan. Pemain 25 tahun itu menyadari bahwa Piala Dunia 2026 belum menjadi milik Indonesia, tetapi ia menilai fase kualifikasi telah memberikan banyak pembelajaran berharga yang tidak boleh diabaikan.
Diks juga menegaskan keyakinannya bahwa kesempatan tampil di Piala Dunia masih terbuka di masa depan, asalkan seluruh elemen tim mau bekerja lebih keras dan konsisten. Ia menyadari bahwa perjalanan ini tidak berakhir dengan satu kali kegagalan, tetapi dengan pelajaran yang diperoleh dan kesempatan baru yang datang.
Dengan demikian, Diks memberikan semangat kepada para pemain Timnas Indonesia untuk terus berjuang dan tidak menyerah. Mereka harus belajar dari kegagalan ini dan menggunakan pembelajaran tersebut untuk menjadi lebih baik di masa depan. Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 justru menjadi peluang bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan diri di turnamen lainnya, seperti Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi.
Diks, yang lahir di Apeldoorn, Belanda, ini menganggap komitmennya tidak goyah. Ia memilih Indonesia dengan semua kebanggaan dan semua cinta, dan itu termasuk kegagalan. Pemain 25 tahun itu menyadari bahwa Piala Dunia 2026 belum menjadi milik Indonesia, tetapi ia menilai fase kualifikasi telah memberikan banyak pembelajaran berharga yang tidak boleh diabaikan.
Diks juga menegaskan keyakinannya bahwa kesempatan tampil di Piala Dunia masih terbuka di masa depan, asalkan seluruh elemen tim mau bekerja lebih keras dan konsisten. Ia menyadari bahwa perjalanan ini tidak berakhir dengan satu kali kegagalan, tetapi dengan pelajaran yang diperoleh dan kesempatan baru yang datang.
Dengan demikian, Diks memberikan semangat kepada para pemain Timnas Indonesia untuk terus berjuang dan tidak menyerah. Mereka harus belajar dari kegagalan ini dan menggunakan pembelajaran tersebut untuk menjadi lebih baik di masa depan. Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 justru menjadi peluang bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan diri di turnamen lainnya, seperti Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi.