Ketua OJK: WNI Kabur dari Kamboja Tak Sepenuhnya Korban

Ratusan WNI yang melarikan diri dari pusat penipuan online di Kamboja tidak sepenuhnya korban, kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Ia mengatakan bahwa mereka adalah pelaku kejahatan atau scammer yang melakukan tindak pidana perdagangan orang.

"Saya kurang sepakat sepenuhnya mereka dianggap sebagai korban perdagangan orang, mereka ini scammer, kriminal. Mereka menjadi bagian dari operasional scamming. Harus dibuktikan [kalau memang korban]," kata Mahendra dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Mahendra menyoroti bahwa tindakan para WNI di Kamboja tersebut menyasar masyarakat Indonesia dan harus dihukum sesuai dengan hukum. Ia mengkritik fenomena kepulangan mereka yang kerap disambut layaknya pahlawan atau korban, padahal mereka adalah scammer.

"Saya rasa buktinya sudah ada, apa lagi kejahatan ini bersifat lintas negara. OJK sedang memproses tindak kriminal yang diduga dilakukan oleh WNI di Kamboja tersebut," kata Mahendra.

Tentu saja, hukuman hanya dapat diberikan setelah melalui proses peradilan yang sah. Namun, fenomena ini menunjukkan bahwa kejahatan online tidak hanya membatasi diri sendiri, tetapi juga memiliki dampak pada masyarakat luas.
 
Gue pikir kalau kita harus peduli dengg fenomena ini, tapi siapa tahu gue salah, kan? Gue rasa para WNI yang melarikan diri dari Kamboja itu bukan hanya korban, tapi juga pelaku kejahatan. Mereka yang melakukan scamming, jadi buktinya sudah ada sih. Tapi, apa kira-kira kalau kita nggak punya bukti yang cukup? Kita gak bisa langsung memukul-mukule aja. Gue rasa OJK harus fokus memproses kasus yang benar-benar adem, jadi nanti kalau ada yang salah, kita bisa tahu siapa yang benar dan siapa yang salah ๐Ÿค”
 
Maksudnya apa sih? Mereka di Kamboja bisa jadi scammer, tapi mereka kabur ke sana dan menjadi korban? ๐Ÿ˜‚ Boleh dipertanyakan kan? Kenapa tidak berani ditangkap dan dibawa kembali ke Indonesia untuk diperiksa? ๐Ÿค” Kita gak tahu apa yang terjadi di Kamboja, tapi kita bisa yakin bahwa mereka bukan korban. Mereka adalah pelaku kejahatan! ๐Ÿ’ผ
 
๐Ÿค” Wah, kalau gini aja, sih kita harus lebih teliti lagi, banget aja yang jatuh ke dalam web penipuan. Saya rasa perlu diimbangi dengan pendidikan yang baik tentang online safety, sehingga kita semua bisa berpartisipasi untuk mencegah kasus-kasus seperti ini. ๐Ÿšซ
 
ini malah bingung banget ya... mereka jadi korban, tapi ternyata juga scammer yang gangu masyarakat Indonesia! kayaknya bukan masalah sederhana aja, tapi ada proses hukum yang harus dilalui. saya pikir OJK udah berusaha keras untuk menginvestigasi dan menangkap pelaku, tapi masih banyak hal yang tidak jelas. kenapa mereka bisa bebas seperti itu? di mana ada bukti bahwa mereka benar-benar korban? kayaknya perlu diawasi lebih ketat agar tidak terjadi ulang. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ’”
 
Gue penasaran banget sama kasus ini ๐Ÿค”๐Ÿ‘€. Mereka bukan sekadar korban, tapi pelaku kejahatan yang jelas-jelas melakukan tindakan pidana. Kenapa mereka dianggap sebagai pahlawan atau korban? Gue rasa ada kesalahpahaman besar disini. OJK harus terus memproses kasus ini dan memberikan hukuman yang tepat ๐Ÿ’ช๐Ÿฝ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ. Tapi, kita juga harus lebih sadar dan waspada terhadap fenomena ini di masa depan ya ๐Ÿคฏ๐Ÿ’ป. Gue harap OJK bisa membantu mencegah kasus-kasus seperti ini dari terjadi lagi ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ’•.
 
Gak bisa dipungut ngerasa apalagi kalau WNI itu kalah ya. Mereka sih jadi bagian dari scamming yang berasal dari Kamboja, bukan korban. Tapi kan sapa yang ngerasa kasihan dulu kan? Nah kalau mereka harus dihukum karena tindakannya itu, mesti dibuktikan terlebih dahulu. Saya rasa OJK sudah mulai prosesnya, tapi hukuman bisa diberikan setelah peradilan sahih. Yang penting adalah kejahatan online tidak hanya membatasi diri sendiri aja, tapi juga mempengaruhi masyarakat luas ๐Ÿค”
 
Makasih kalau ada informasi ini keluar. Saya rasa memang benar kalau mereka bukanlah korban, tapi bagaimana dengan yang selama ini nggak ada tindakan apa-apa? Mereka di Kamboja sibuk scamming aja, tapi ketika mereka pulang, semua menjadi pahlawan. Saya rasanya tidak adil sama sekali. Tapi aku paham kalau OJK sedang memproses hal ini. Yang penting adalah membuat hukuman yang tepat agar tidak ada orang lain jadi korban. Aku harap di masa depan kita bisa membuat sistem penanganan kejahatan online yang lebih baik, ya ๐Ÿค”
 
๐Ÿ˜’ Wajah kaya drama di forum ini... siapa tau bisa buktikan bahwa mereka sebenarnya korban, tapi kayaknya ada banyak faktor yang tidak jelas. Lalu siapa yang mengatakan bahwa mereka WNI yang melarikan diri dari Kamboja itu bukan juga scammer? ๐Ÿค” Seringkali kejadian-kejadian seperti ini membuat perdebatan di forum ini macet, karena tak ada jawaban yang jelas. ๐Ÿ˜’
 
Cara kayaknya gini, kalau WNI yang lari dari Kamboja itu bukan korban, tapi scammer sendiri ๐Ÿ˜’. Saya nggak paham mengapa mereka masih dianggap sebagai korban, karena mereka yang bikin masalah, ya? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ OJK jadi harus berhati-hati sih, kalau WNI itu bukan korban, tapi kriminal yang harus dihukum. Tapi, apa yang terpenting adalah hukuman harus diberikan sesuai dengan hukum, ya? ๐Ÿค
 
[ GIF: Scammer dianggap korban ]

Kasian banget sih, mereka bisa berbohong dan curi gini tapi kita asyik terkesan kasihan dulu
 
Maksudnya siapa sih kalau mereka bukan korban? Mereka jelas-jelas melakukan tindakan jahat yang bikin orang lain kehilangan uang ya! Kenapa harus dibawa pulang dihargai seperti pahlawan? Kalau ini benar-benar korban, maka wajib ada bantuan dan perlindungan dari pemerintah. Tapi kalau bukan, maka perlu ada tindakan yang lebih keras terhadap mereka yang jahat.
 
"Apa yang terjadi di negara kita itu? Semua orang seperti kambing hitam. Saya rasa mereka yang berada di luar, itu bukan korban, tapi penipu yang menguntungkan diri dari kejahatan tersebut ๐Ÿ˜•"
 
kaya gampang aja sih untuk kira bahwa korban, tapi ternyata bukanlah begitu. para WNI yang melarikan diri itu sebenarnya adalah pelaku kejahatan ya.. kayaknya harus ada tindakan lebih dari hanya mengatakan bahwa mereka adalah korban. mereka harus dibuktikan apa benar-benar korban atau tidak. dan kalau memang buktinya sudah ada, itu berarti kita harus menghukum mereka sesuai dengan hukum. tapi, gampang aja untuk terkesan korban karena masyarakat yang menyambut mereka seperti pahlawan. kayaknya kita harus lebih teliti dalam menguji benar-benar siapa yang sebenarnya korban. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
gak bisa percaya apa lagi scammer kita bisa dianggap korban hehe ๐Ÿ˜‚ dan pahlawan? kenapa kita selalu nggak ngobrol tentang kriminalitas online di Indonesia? ๐Ÿค” mereka yang melakukan tindak pidana harus ditegur dan dibuktikan, jangan biarkan fenomena ini makin sembaran! ๐Ÿ˜ก
 
Gue pikir kalau gini punya akibatnya luar biasa banget. Saya lihat di media sosial siapa yang bakal jadi pahlawan dan siapa yang bakal dianggap korban. Kenapa WNI yang melarikan diri ke Kamboja itu langsung dianggap sebagai korban, tapi scammer itu bagaimana lagi? Gue rasa buktinya sudah ada banget, tapi gue masih ragu-ragu apa benar atau tidak. Saya ingat kalau gue lihat siapa yang ngerasa nyaman-nyaman di media sosial itu, kemudian saya akan tahu apa yang benar.
 
Gue rasa kayaknya kita harus jujur sih, WNI yang melarikan diri itu bukan semua korban, ada yang scamer, kriminal, dan ada yang korban sebenarnya ๐Ÿค”. Saya pikir kalau kita ingin menangani fenomena ini, kita harus fokus pada mengidentifikasi siapa yang benar-benar korban dan siapa yang scamer. Tapi, rasanya WNI yang melarikan diri itu masih banyak yang dihormati seperti pahlawan, padahal mereka adalah orang yang melakukan tindak kriminal ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Maksudnya, kita harus mengingatkan masyarakat bahwa kejahatan online tidak bisa disampoornya, dan kita harus fokus pada memberikan hukuman yang sesuai untuk para scamer tersebut ๐Ÿ’ช.
 
Mengenai kasus WNI yang melarikan diri dari pusat penipuan online di Kamboja, aku rasa ini masih banyak hal yang kurang dipahami. Mereka yang menjadi "scammer" ini, apa yang membuat mereka begitu tergoda untuk melakukan tindak pidana seperti itu? Apakah mereka tidak menyadari dampaknya pada masyarakat luas? Aku pikir ada lebih banyak faktor yang mempengaruhi perilaku manusia, bukan hanya sekedar kejahatan atau kekurangan pendidikan.

Dan apa yang kita lakukan jika korban adalah orang-orang Indonesia sendiri? Mengapa kita tidak membicarakan tentang dampaknya pada diri sendiri? Aku rasa ini adalah kesempatan besar untuk kita mempertimbangkan kembali bagaimana kita menghadapi masalah kejahatan online. Tidak hanya tentang hukuman, tapi juga tentang bagaimana kita dapat mencegah dan menghentikan tindak pidana seperti itu dari terjadi lagi di masa depan ๐Ÿค”
 
Gue penasaran sih kenapa banyak WNI yang jadi scammer di luar negeri, tapi kalau mereka kembali ke Indonesia pasti langsung disambut seperti pahlawan? Gue pikir ini karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang perilaku scamming dan penggunaan teknologi. Jika kita ingin mengatasi masalah ini, kita harus memahami bagaimana kejahatan online itu bisa menyebar dan bagaimana kita bisa melindungi diri sendiri dari peretasan dan penipuan.
 
aku pikir kayaknya gak benar sih kalau mereka dianggap korban, mau dianggap atau tidak, mereka sama sekali bukan korban, tapi scammer yang tahu caranya utk mencuri uang dari orang lain ๐Ÿค‘. kalau mau dibuktikan aja buktinya sih udah ada, mereka melakukan kejahatan dan harus dihukum, jangan biarkan mereka berlomba-lomba di luar negeri sambil ngomong 'aku korban' ๐Ÿ‘Ž. tapi gak bisa salah sih kalau hukuman diadakan, karena kalau tidak, mereka akan terus memanfaatkan orang lain dan membuat masalah bagi masyarakat ๐Ÿค•.
 
kembali
Top