Ketua OJK: WNI Kabur dari Kamboja Tak Sepenuhnya Korban

Ratusan WNI yang melarikan diri dari pusat penipuan online di Kamboja bukan sepenuhnya korban. Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mereka adalah pelaku kejahatan atau scammer.

Mahendra menyatakan bahwa mereka harus dibuktikan melalui proses peradilan, bukan serta-merta dilihat sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ia menilai bahwa mereka menjadi bagian dari operasional scamming dan hanya dapat dihukum setelah melalui proses yang sah.

"Padahal mereka adalah scammer, kriminal. Mereka tidak hanya menjadi korban perdagangan orang, mereka juga pelaku kejahatan itu sendiri," kata Mahendra dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI.

Pernyataan ini menanggapi laporan ratusan WNI yang mendatangi Kedutaan Besar RI (KBRI) di Phnom Penh untuk meminta dipulangkan. Menurut data KBRI, 1.440 WNI telah datang selama periode 16-20 Januari setelah keluar dari berbagai sindikat penipuan online.

Mahendra juga mengkritik fenomena kepulangan mereka yang kerap disambut layaknya pahlawan atau korban. "Padahal mereka adalah scammer. Apakah dengan kesadaran atau tidak, buktinya ya itu. Itu yang mereka lakukan sebagai pekerjaan," ujarnya.

Namun, Mahendra mengakui bahwa hukuman hanya dapat diberikan setelah melalui proses peradilan yang sah, mengingat kejahatan ini bersifat lintas negara. OJK saat ini sedang memproses tindak kriminal yang diduga dilakukan oleh WNI di Kamboja tersebut.
 
Aku pikir mahsudnya mereka harus dibuktikan apa-apa, kalau bukti sudah ada, maka mereka harus dihukum, tapi kalau belum, lama-langsung diceritakan sebagai korban. Aku rasa yang salah adalah Kedutaan Besar RI karena menganggap mereka hanya korban, tapi sebenarnya mereka pelaku kejahatan juga. Mahsudnya perlu ada klarifikasi tentang apa yang terjadi di Kamboja.
 
Makasih gue bisa ngobrol soal kasus wni di kamboja 😊. Mereka sih bukan kebocoran aja, tapi juga pelaku kejahatan 🚫. Gue pikir mereka harus dibuktikan melalui proses hukum, bukan dipulangkan dengan mudah 💪. Kenapa gak bisa dianggap sebagai kriminal yang berjalan bebas? 😡. Mereka jadi bagian dari operasi penipuan, bukan korban 👀. Gue senang OJK sedang memproses kasus ini 🙌.
 
Mereka itu kalau benar-benar korban, siapa yang akan menyerah ke dalam penipuan online? Tapi kalau mereka itu adalah scammer, kenapa kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka ini bukanlah korban tindak pidana perdagangan orang tapi pelaku kejahatan itu sendiri? Mereka yang datang ke KBRI itu sebenarnya ada kesadaran bahwa mereka melakukan kejahatan, jadi apakah kita harus memulungkan mereka dengan cara mengatakan mereka adalah korban? Itu kayaknya tidak adil. Jangan pilih kasus aja, kalau mereka benar-benar korban, kita harus membantunya dan memberikan bantuan yang sebenarnya diperlukan. Tapi kalau mereka itu adalah scammer, kita harus menghukumnya dengan benar, bukan hanya menyerah ke dalam kesadaran bahwa mereka melakukan kejahatan tanpa ada konsekuensi. Kita harus punya prinsip yang jelas, ya? 🤔
 
aku pikir paham kan kalau ratusan wni melarikan diri dari pusat penipuan online di kamboja bukan bermaksud akan dipulangkan ke tanah air, tapi karena mereka tahu jalan keluar dari situasi yang sulit. aku rasanya kayaknya tidak adil jika mereka langsung dianggap korban tanpa dibuktikan apa-apa. tapi aku juga paham kalau mahendra siregar yang menjabat sebagai ketua ojk benar-benar ingin memastikan bahwa bukti ada sebelum mengambil tindakan hukum.
 
Pikirnya apa sih kalau mereka juga scammer, jangan sekedar korban? Kalau sudah bukti, ayo jujurkan diri dan ganti nama, jadi tidak lagi masuk dalam sindikat penipuan online. Tapi kalau masih nggak mau jujur, itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar berantakan pikirannya 🤔
 
GAK AKAN PERNAWAH KEMBALIAN KORBAN PENIPUAN ONLINE YA! MEREKA YAUDI DILARANGKAN, TAPI LAGI BANYAK NYA YANG MENCARI KEBAHSASANNYA! PADAHAL MEREKA YAUDI BEBAS DARI PENIPUAN, TAPI LAGI NGAJUKAN KORBAN LAINNYA!
 
Wah gampang banget, kan? Keluarkan WNI dari penipuan online di Kamboja tapi malah jadi korban sendiri. Makanya kita harus hati-hati nggak tergiur dengan keberuntungannya. Seringkali mereka yang melarikan diri itu nggak malas-belas bukti, aja langsung keluar dan menangkap umpan balik dari orang lain.

Kita harus menghormatinya, tapi juga harus jujur: siapa yang melawan penipuan online siapa lagi tujuannya? Kita tidak boleh dipaksa memilih antara diri kita dengan korban tindak pidana perdagangan orang. Nah, kalau WNI itu malah jadi pelaku kejahatan sendiri, apa sinyalnya?
 
aku pikir wni yang melarikan diri dari kamboja itu gini, mereka bukan cuma korban ya? tapi ada yang jadi scammer juga, padahal mereka bilang seperti pahlawan disana... aku rasa perlu ada yang belajar dari kalau mereka jadi sinyal, siapa aja yang bilang "aku bukan scammer" tapi ternyata jadi ya? aku rasa itu bukti bahwa kita harus lebih berhati-hati, tidak terlalu cepat menerima apa yang dipikirkan oleh orang lain. kayaknya kita harus lebih teliti lagi sebelum memutuskan hal itu... 🤔👍
 
Aku pikir kalau gini punya konsekuensi, siapa yang mau jadi korban atau pelaku? Mereka justru memiliki pilihan untuk tidak menjadi bagian dari permainan penipuan online, tapi mereka juga bisa jadi pemain utama. Kita harus lebih bijak, ya?
 
Saya rasa kalau kita hanya fokus pada korban aja gampang banget untuk menutup matra, tapi jangan lupa ada pihak lain yang juga bertanggung jawab... 🤔
 
Aku pikir paham banget sih kalau mereka itu bukan sepenuhnya korban. Mereka juga adalah pelaku kejahatan, ya? Jadi, kenapa kita harus selalu memandang mereka seperti korban saja? Apa kita ingin membiarkan mereka jalan bebas karena mereka bisa berlari dari penipuan online di Kamboja?

Aku pikir perlu ada tindakan yang lebih ketat, tapi tidak boleh langsung menghukum tanpa adanya proses peradilan. Karena, kalau kita seperti itu, kita akan membuat kesalahan besar lagi. Jadi, kita harus fokus untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bersalah sebelum kita bisa melaksanakan hukuman.
 
Gue rasanya kayaknya tidak bisa terkejut apa lagi 🤦‍♂️. Kalo bukan karena mereka pelaku kejahatan, maka siapa aja korban? 😒 Banyak WNI yang datang ke KBRI dan dipulangkan, tapi gue tahu itu hanya untuk memperbolehkan mereka melanjutkan 'kerjaan' mereka 🤑. Mahendra Siregar bilang buktinya apa? Apakah ada bukti bahwa mereka tidak peduli siapa korbannya? 🤔. Gue rasa mahendro sedang berbohong atau hanya ingin memamerkan diri sebagai penegak hukum yang 'bagus' 💁‍♂️. Siapa tahu, mungkin kalau mereka dipulangkan kembali ke negara asal, mereka akan melanjutkan 'kerjaan' mereka di sana juga 🚫.
 
kembali
Top