Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Presiden NOC Indonesia, terus meningkatkan prestasinya dalam bidang diplomasi olahraga internasional. Ia baru saja menerima penghargaan tertinggi Honorary Black Belt dan Diamond Pin dari International Judo Federation (IJF) di sela-sela ajang elite Paris Grand Slam 2026.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden IJF, Marius Vizer, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Okto dalam pengembangan olahraga, khususnya judo, di level internasional. "Black Belt adalah simbol tertinggi dan paling penting dalam judo," ujar Vizer.
Okto dianggap sebagai figur yang mendedikasikan diri untuk mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang. Penghargaan ini juga meliputi semboyan "Sabuk Hitam Kehormatan" dan "Diamond Pin", yang menjadi simbol kepercayaan dan pengaruh Okto dalam mendukung pengembangan olahraga di tingkat global.
Dengan penghargaan ini, posisi Okto sebagai salah satu tokoh sentral dalam pembinaan dan diplomasi olahraga internasional semakin kuat. Ia telah menerima penghargaan lain sebelumnya, seperti UCI Merit Award 2025 dan dinobatkan sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia balap sepeda Asia dan dunia pada Kongres Union Cycliste Internationale (UCI) di Kigali, Rwanda.
Raja Sapta Oktohari juga dikenal di dunia tinju profesional. Ia dinobatkan sebagai Promotor Terbaik Asia sebanyak dua kali oleh badan tinju dunia seperti WBA, WBC, dan IBO. Dengan penghargaan ini, Okto menjadi orang Indonesia pertama yang menerima kehormatan tertinggi dari federasi judo internasional.
"Alhamdulillah menerima kepercayaan sebagai anggota keluarga besar judo dunia melalui Sabuk Hitam dan Diamond Pin," ujar Okto. "Semoga bisa membawa manfaat lebih besar untuk Indonesia."
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden IJF, Marius Vizer, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Okto dalam pengembangan olahraga, khususnya judo, di level internasional. "Black Belt adalah simbol tertinggi dan paling penting dalam judo," ujar Vizer.
Okto dianggap sebagai figur yang mendedikasikan diri untuk mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang. Penghargaan ini juga meliputi semboyan "Sabuk Hitam Kehormatan" dan "Diamond Pin", yang menjadi simbol kepercayaan dan pengaruh Okto dalam mendukung pengembangan olahraga di tingkat global.
Dengan penghargaan ini, posisi Okto sebagai salah satu tokoh sentral dalam pembinaan dan diplomasi olahraga internasional semakin kuat. Ia telah menerima penghargaan lain sebelumnya, seperti UCI Merit Award 2025 dan dinobatkan sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia balap sepeda Asia dan dunia pada Kongres Union Cycliste Internationale (UCI) di Kigali, Rwanda.
Raja Sapta Oktohari juga dikenal di dunia tinju profesional. Ia dinobatkan sebagai Promotor Terbaik Asia sebanyak dua kali oleh badan tinju dunia seperti WBA, WBC, dan IBO. Dengan penghargaan ini, Okto menjadi orang Indonesia pertama yang menerima kehormatan tertinggi dari federasi judo internasional.
"Alhamdulillah menerima kepercayaan sebagai anggota keluarga besar judo dunia melalui Sabuk Hitam dan Diamond Pin," ujar Okto. "Semoga bisa membawa manfaat lebih besar untuk Indonesia."