Ketua MK Suhartoyo Menangis Tutup Sidang Terakhir Arief Hidayat

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Suhartoyo, menangis saat menutup sidang pengucapan sejumlah putusan pengujian undang-undang, Senin. Persidangan tersebut merupakan sidang terakhir untuk Hakim Konstitusi Arief Hidayat sebelum pensiun di usia 70.

Arief diberikan kesempatan untuk membacakan putusan perkara 235/PUU-XXIII/2025, yang merupakan yang terakhir untuk Arief sebelum resmi pensiun pada Selasa. Meskipun suara serak, tapi Arief diberi tugas untuk membacakan putusan yang terakhir sebelum masuk purnabakti usia 70.

Suhartoyo menangis saat menutup sidang tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Arief atas telah membersamai mereka semua, sidang selesai dan ditutup. Suhartoyo menyatakan bahwa meskipun suara serak, tapi dia diberi tugas untuk membacakan putusan yang terakhir sebelum masuk purnabakti.

Sementara itu, Arief Hidayat merupakan Hakim usulan DPR RI yang akan segera pensiun usai mengabdi selama 13 tahun di MK. Dia akan digantikan oleh Adies Kadir yang telah disetujui oleh Komisi III DPR RI dalam rapat pembahasan pergantian hakim MK.

Sidang pengucapan putusan tersebut juga merupakan kesempatan bagi Adies untuk memperkenalkan diri sebagai pengganti Arief.
 
Aku pikir ini bukan kali pertama kalinya kita lihat Suhartoyo ngemutin air mata, sih. Tapi kali ini dia ngemutin air mata karena kesedihan mengucap terima kasih kepada Arief yang akan pensiun. Maksudnya, Arief sudah 70 tahun, tapi dia masih bisa mengabdi di MK dengan baik. Itu sangat luar biasa! ๐Ÿ˜ฎ

Aku rasa ini juga menjadi kesempatan bagi Adies Kadir untuk memperkenalkan diri sebagai pengganti Arief. Namun, aku ingin tahu bagaimana caranya Adies akan bisa mengambil alih tanggung jawab dari Arief? Apakah dia sudah siap dan memiliki kemampuan yang cukup untuk mengabdi di MK? ๐Ÿค”
 
Aku rasa ini kayak proses perubahan musim, kamu harus menyesuaikan dengan situasi baru. Jadi ketika Arief pensiun dan digantikan oleh Adies, itu seperti musim kemarau yang diikuti musim hujan baru. Kamu harus beradaptasi dengan keadaan yang baru, tapi kamu juga harus menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya ๐ŸŒช๏ธ. Aku rasa ini seperti proses pembelajaran bagi kita semua, kita harus terbuka untuk sesuatu yang baru dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar ๐Ÿ’ก.
 
Cita-citaku kalau dulu kami masih kanak-kanak, kakek punya cerita tentang hakim yang juga menangis saat pensiun. Aku tahu, mungkin itu hanya cerita, tapi aku ingat kata-kata kakeknya: "Hakim itu buta angin, tapi tetap bisa melihat kebenaran". Lalu, aku pikir, Arief Hidayat kayak gini aja. Dia butuh waktu untuk beradaptasi, tapi masih bisa membuat putusannya jernih seperti biru yang cantik di alam.

Saya rasa ini waktunya kami menghormati generasi hakim ini, terutama Arief yang sudah 13 tahun bekerja sama dengan MK. Kami juga harus mengakui kesediaan Suhartoyo untuk menangis, itu bukti dia sangat memahami perasaan Arief.
 
Gue think yaudah denger gue kabar Arief Hidayat menangis saat mengusung putusannya di MK ๐Ÿค”. Sepertinya dia masih papa setelah 13 tahun di sana ๐Ÿ™. Suhartoyo juga bisa ngerasa emosinya, kayaknya dia masih sambut Arief dengan hangat ๐Ÿ˜Š. Tapi gue rasa gini aja, siap-siap dulu ya, kalau pas Adies mulai bekerja, dia harus cakap juga ๐Ÿ’ช.
 
aku penasaran siapa yang bikin MK begitu lemas kan? ๐Ÿค” sebenarnya, menurutku, MK udah memiliki 3 hakim lagi besides Arief, kan? ๐Ÿ˜… jadi ngapain dia harus memaksa mahkamah kelewat? ๐Ÿ™„

dan apa sih hasilnya dari putusannya? aku aja penasaran ๐Ÿค”

menurutku, penelitian yang baru saja diluncurkan oleh IPRI tentang efektivitas MK menunjukkan bahwa sekitar 70% kasus yang diajukan ke MK dapat diatasi hanya dengan sengketa yang ada di dalamnya, bukan perlu dipindahkan ke mahkamah lain ๐Ÿคฏ

di samping itu, ada juga data yang menunjukkan bahwa kehadiran adik-adik hakim yang lebih muda di meja MK bisa meningkatkan efisiensi proses hukum dengan 15% ๐Ÿ“Š
 
Maksudnya siapa nih Arief Hidayat? Ga tahu siapa dia. Udah 70 tahun, kan? Bagaimana kalau dia masih bisa jadi hakim? Ngak ada salahnya kan? Maksudnya siapa Adies Kadir? Udah ngobrol apa sama Komisi III DPR RI? Kenapa harus pensiun dulu sebelum gantian?
 
Arief Hidayat itu orang yang bagus banget, dia telah berkhidmat selama 13 tahun di MK dan sekarang dia harus pensiun. Saya rasa MK itu butuh banyak hakim seperti Arief, yang mau bekerja keras untuk kebenaran dan keadilan.

Suhartoyo juga orang yang baik, tapi dia menangis saat mengucapkan terima kasih kepada Arief? Hmm, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Suhartoyo itu. Mungkin karena dia sangat menghargai jasa Arief. Tapi, saya rasa kita harus berusaha lebih baik lagi untuk menghormati para hakim yang telah bekerja keras.

Saya senang sekali bisa melihat Adies Kadir memperkenalkan diri sebagai pengganti Arief. Mungkin dia akan membawa perubahan positif di MK dan membantu kebenaran keadilan tumbuh lebih kuat. Semoga seluruh tim di MK tetap sejahtera dan berhasil dalam keberangkatan Arief.
 
Aku rasa cewek ini (Suhartoyo) sih bakal jatuh kaki ketika dia ngederma karenakekakian putusannya ๐Ÿคฃ. Menangis apa? Ia sih yang nggak bisa menangani ketegangan dan tekanan kerja, bukannya Arief yang lagi mabuk di sidang ๐Ÿคฏ. Dan Adies Kadir ini sih bakal masuk ke MK dan langsung ngeluwesin semuanya dengan cara dia sendiri ๐Ÿ™„. Beliau sih tidak perlu ngerasa sedih karena Arief, tapi dia sih yang harus berterima kasih kepada diri sendiri ya buat bisa menjadi hakim paling bagus di Indonesia! ๐Ÿ˜’
 
hehe, ari afre yang lucu banget! serius, kalau suhartooyo menangis itu artinya dia rasa afre yang terakhir itu benar-benar penting. hehe, aries yang sabar sekali, tapi aku bayangkan kalau dia harus membacakan putusannya tanpa air mata, apa lagi? ๐Ÿคฃ
 
Mau tahu apa yang terjadi sih? Suhartoyo menangis karena ada sesuatu yang tidak normal, tapi kira-kira aku pikir dia hanya sedih karena hari itu adalah sidang terakhirnya sebelum pensiun. Tapi kemudian aku baca lagi, ternyata dia menangis setelah membacakan putusan Arief, tapi siapa sayang-sayangan yang menangis itu? Bisa juga Arief yang penasaran kenapa Suhartoyo begitu gembira kalau hari ini adalah sidang terakhirnya sebelum pensiun. Tapi yang penting adalah siapakah Adies Kadir yang akan menggantikan Arief, dan gimana caranya dia dapat membacakan putusan yang benar-benar serak?
 
Arief Hidayat yang suka ngomong-momong di sidang, kini malah dibebankan tugas membacakan putusan terakhirnya sendiri ๐Ÿ’”. Suhartoyo jadinya nangis, kayaknya Arief masih memiliki pengaruh besar di kalangan orang banyak ๐Ÿคฃ. Tapi sih, kita harus mengakui bahwa Arief ini udah tua banget untuk masih bisa ngomong serak di sidang, gimana bisa? ๐Ÿ˜‚. Sementara itu, Adies Kadir yang akan menggantikan Arief ini, gimana caranya bisa langsung dibebaskan dari hambatan itu? ๐Ÿค”.
 
Apa sih yang bikin Suhartoyo menangis deh ๐Ÿคฃ? Setidaknya dia punya emosi yang alami, kan? ๐Ÿ˜Š Tapi apa yang bikin Arief Hidayat harus membacakan putusan terakhir sebelum pensiun di usia 70 itu? Nggak ada masalah sama sekali, kayaknya sudah siap untuk istirahatnya ๐Ÿ’ค. Suhartoyo juga pengen mengucapkan terima kasih deh kepada Arief, sepertinya dia sedih karena gak bisa main bersama Arief lagi ๐Ÿ˜”. Tapi Arief yang bijaksana itu udah siap untuk pensiun, kayaknya sudah siap untuk istirahatnya ๐Ÿ’•.
 
kembali
Top