Ketua dan Waka PN Depok Diduga Minta Rp1 Miliar untuk Eksekusi Lahan |Republika Online

Dugaan Korupsi di PN Depok, Ketua dan Waka Minta Rp1 M untuk Eksekusi Lahan

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Depok melibatkan dua pejabat utama, yaitu Ketua PN I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua Bambang Setyawan. Menurut KPK, kedua pejabat tersebut meminta imbalan sebesar Rp1 miliar untuk mempercepat eksekusi lahan, melalui perantara Juru Sita PN Depok Yohansyah Maruanaya.

Ketua dan Waka PN Depok diduga melakukan transaksi yang tidak adil dalam proses eksekusi lahan tersebut. Mereka meminta uang tunai sebesar Rp1 miliar dari PT Karabha Digdaya, anak usaha Kementerian Keuangan, untuk mempercepat prosesnya.

Dalam kasus ini, pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa permintaan tersebut ditujukan kepada PT Karabha Digdaya. Kemudian, kesepakatan awal fee sebesar Rp1 miliar kemudian ditawar menjadi Rp850 juta setelah terjadi negosiasi dengan pihak PT KD.

KPK menetapkan lima dari tujuh orang tersebut sebagai tersangka, yaitu I Wayan Eka Mariarta, Bambang Setyawan, Yohansyah Maruanaya, Trisnadi Yulrisman (Direktur Utama Karabha Digdaya), dan Berliana Tri Kusuma (Head Corporate Legal Karabha Digdaya).
 
Dengan senang hati sih kPK bisa tindak cepat terhadap korupsi di PN Depok, tapi yang salah paham aja gak sih. Forum ini kayaknya perlu lebih banyak diskusi tentang hal ini, jangan cuma sekedar berita saja. Tapi sih, apa salahnya ya? Korupsi itu tidak harus ada di Indonesia, kita harus terus berusaha untuk mengusirnya semua 🤦‍♂️

Lagu sini kPK terlalu lama memproses kasus ini, 5 tahun aja tapi jadi kasus yang besar banget. Yang perlu diubah adalah sistem ini sendiri, bagaimana cara agar tidak ada korupsi lagi di masa depan? Ada buat kita semua 🤔
 
Gue rasa korupsi ini benar-benar membohongi kita semua, tapi gue juga rasa gak ada bukti yang jelas ya... kalau asal gue tahu, ini bukan korupsi biasa, tapi lebih seperti 'business arrangement' aja... tapi siapa tau, ada yang salah juga... tapi siapa yang benar sih? 🤔🚨
 
Gue pikir sih, korupsi di kalangan pejabat publik ini masih terlalu banyak lagi. Biar-biara itu kan bukan kebiasaan, tapi sistem yang tidak tepat sama sekali. Apalagi kalau korupsi bisa menyebar luas seperti ini, gue rasa kita harus serius banget dalam mencegah dan menghukumnya 🚨
 
Gak sabar banget dengar kabar korupsi di PN Depok. Kalau jadi benar, itu bukannya contoh lagi bagaimana sistem birokrasi Indonesia yang kompleks dan rentan terhadap korupsi. Siapa tahu, mungkin ini juga bagian dari konsep 'Kerjasama' yang dibicarakan oleh Jokowi dulu, tapi ternyata malah jadi bukti korupsi. Pokoknya, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan tidak boleh dihambat oleh kepentingan tertentu.
 
Aku senang banget denger kabar ini! Aku pikir kalau korupsi bisa dicatet di daerahDepok, itu berarti kita sudah ngerjain hal yang penting. Jika ada tahu-tahu korupsi lagi, aku yakin kita akan cepat menangkapnya dan punya pelajaran untuk semua orang. Dan aku pikir ini bisa menjadi peluang bagus bagi KPK untuk meningkatkan kerja sama dan efisiensi dalam operasinya 🤞
 
Mengerti kalau korupsi di Indonesia gak pernah sementara kayaknya, pas ini Ketua PN Depok & Wakil Ketua yang jadi target, mereka mau menerima uang dari PT Karabha Digdaya untuk mempercepat eksekusi lahan. Saya pikir ini menunjukkan bahwa ada kerentanan di PN Depok yang perlu diteliti lebih lanjut, nanti apa keuntungannya kalau korupsi punya hasilnya?
 
kira-kira aja ini bukan tentang apa yang penting, tapi tentang bagaimana sistem ini jadi korup sih... apa salahnya dengan Rp1 miliar? itu uang tunai aja... tapi apa yang tidak adil adalah bahwa ada orang yang bisa mempercepat proses eksekusi lahan hanya dengan memberikan uang. makanya kita harus tanyakan tentang keadilan dan transparansi dalam sistem ini... apakah ini bukan contoh bagaimana korupsi bisa hidup di balik langit-langit formalitas?
 
"Korupsi itu seperti tanaman yang tumbuh dalam kegelapan, tapi penerangannya bisa dilihat dari hasil penanganan seperti ini 😊. Semoga pelaksanaan hukum ini bisa membawa kemajuan bagi Depok dan bangsa kita 🌟."
 
Makasih kPK banget denger news ini 🙏. Aku penasaran, bagaimana kalau aku ingin membeli rumah? Aku harus membayar apa aja sebelum bisa eksekusi lahan itu? Aku kayaknya salah paham tentang apa yang dimaksud dengan "fee" di sini... apakah itu seperti biaya kontraktual atau apa lagi?
 
Maksudnya apalagi siapa yang mau buang-buang uang negara begitu saja. Ada 1 miliar rupiah yang bisa dihabiskan untuk hal-hal yang lebih penting, gini ini nggak bijak banget. Nah, kalau ada kasus korupsi yang terungkap, toh kita harus siap-siap juga, yaudah kalau siapa saja ada yang salah, biar masalahnya jadi cepat selesai aja...
 
Aku pikir ini salah satu contoh bagaimana sistem korupsi di Indonesia masih masuk akal kan? Mereka punya kekuasaan, uang, dan hubungan yang baik untuk bisa meminta uang tunai dari perusahaan. Tapi apa yang terjadi dengan moralitas kita semua? Kita harus ingat bahwa ini bukan hanya tentang orang-orang yang terlibat, tapi juga tentang kita sendiri yang selalu khawatir akan kemakmuran dan keamanan. Maukah kita biarkan korupsi ini menjadi normal di Indonesia? Aku rasa kita harus lebih sadar dan berani mengkritik sistem ini, agar bisa membuat perubahan dari dalam. 🤔
 
Gak bisa percaya banget dugaan korupsi di PN Depok. Dua orang yang dipilih sebagai tersangka, I Wayan Eka Mariarta dan Bambang Setyawan, pasti ada hubungan kekerjaaan yang rapat dengan PT Karabha Digdaya. Biaya Rp1 miliar itu untuk mempercepat eksekusi lahan? Gak ada logika sama sekali! Jangan sabar-sabar klo punya kesempatan untuk mempercepat proses, harus ada biaya tertanggung ya? Saja-saja tidak adil!
 
Aku masih ingat saat ini, korupsi di PN Depok lagi gila... 🤣 Sepertinya mereka jangan punya ide lain selain minta uang dari perusahaan, kan? Mereka meminta Rp1 miliar untuk eksekusi lahan, tapi itu seperti minta uang tunai hanya karena ingin... 😒 Bayangkan jika KPK tidak ada, gak akan ada penegakan hukum di Indonesia, jadi kita harus terus memantau agar korupsi ini tidak terjadi lagi.
 
Gak percaya kayaknya apa yang terjadi di PN Depok. Mereka meminta Rp1 miliar dari anak usaha Kemenkeu, itu keren banget sih! Maksudnya, mereka bisa cepat-cetakan lahan, eh ternyata ada korupsi. Wah, itu gak adem banget. Saya rasa harus dipenjara atau apa? Tapi, saya penasaran siapa yang benar-benar meminta uang dari PT Karabha Digdaya. Mungkin perlu dibawa ke pengadilan untuk diperiksa lebih jauh.
 
Pokoknya korupsi lagi-lagi gampang-bagai... Tapi apa yang bikin penasaran sih, siapa yang ternyata tidak ada di daftar tersangka? 🤔 Kita kira semua berdansa dengan korupsi ini dan jadi tersangka aja... Mau tahu kalau siapa yang benar-benar korup, kita harus lihat dari bukti! Tapi kayaknya KPK udah banyak bekerja, nanti kita lihat apakah ada lagi korupsi yang tergelincir di masa depan...
 
Sekarng udah ke mana kena kasih uang tuh? Mau bikin korupsi ini nggak... Udah banyak korupsi di Indonesia, masih banyak yang gak mau buka matanya. Saya pikir jangan usah menipu lagi, kira-kira bagaimana asal duitnya? KPK harus njebluk kasus ini, minta kejelasan dari mereka itu apa! Udah lama aja korupsi di Indonesia, walaupun banyak yang dicoba pembersih, tapi masih banyak yang terus berlanjut... 🤔🚨
 
Udah seru banget kan? Korupsi di PN Depok, masih bisa terjadi juga. Jadi, apa khasiannya kalau korupsi jadi hobi pribadi dari Ketua dan Waka? Minta uang dari anak usaha Kementerian Keuangan, sih? Nanti diajakin juga nih, kalau tidak ada uang, eksekusi lahan tetap dilakukan... Tapi, siapa yang mengawasi ya? 🙄
 
aku suka banget kalau kpk akhirnya nyetapkan tersangka2 yang terlibat dalam kasus korupsi di PN Depok. tapi kenapa harus Rp1 miliar, itu nggak ada artinya lagi kan? seharusnya mereka harus dibawa ke hukum karena korupsi yang ngeliat banget. aku rasa KPK harus lebih teliti saat pengawasan agar tidak ada kesan2 yang salah lagi 😕.
 
kembali
Top