aku think kalau kardinal suharyo memilih topik 'Raja Airlangga Mandita' di Ketoprak Rohani itu benar-benar pas, karena kalau kita lihat sejarah Indonesia pasti ada beberapa tokoh yang sangat berpengaruh dan menjadi rujukan bagi generasi ini, misalnya seperti dr. Soeharto atau Bung Karno. tapi yang paling penting adalah bahwa ketoprak itu tidak hanya tentang cerita, tapi juga tentang moralitas dan pengajaran yang dapat kita ambil dari kisah-kisah lama. aku pikir kalau itu yang membuat Kardinal Suharyo ingin melestarikan budaya ini
ada kejadian seru banget gini, kardinal suharyo dipilih sebagai raja airlangga mandita, siapa tahu bisa buat ide film biar gak bosan ya . tapi serius, saya pikir pesta ini agak ngiler, di mana banyak orang terkena senyum sama suster dan romo keuskupan, itu banget aja!
Aku pikir Kardinal Suharyo benar-benar hebat! Pernah aku lihat Ketoprak Rohani di Jakarta, tapi kali ini aku saksikan langsung. Lakon 'Raja Airlangga Mandita' yang dipilihnya memang sangat kaya makna, tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak dan keberanian untuk melepaskan kuasa. Makanya aku senang melihat semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan di perayaan ini. Kardinal Suharyo benar-benar memiliki hati yang baik dan ingin melestarikan budaya lokal seperti ketoprak. Aku berharap aku bisa mengikuti jejak Kardinal Suharyo dalam menjalankan pelayanan imamatnya, dengan menjadi contoh bagi generasi muda kita.
Ugah banget, Kardinal Suharyo udah berdiri selama 50 tahun dan masih punya ide sampingan tentang budaya lokal apa aja? Ketoprak Rohani 50 Tahun Imamat itu udah lama kian, tapi masih ada ide barusan tentang pentingnya menjaga budaya. Makanya, kita harus lebih sadar mengenai pentingnya budaya lokal kita sendiri, bukan hanya sekedar main-main aja
Kardinal Suharyo nih, dia gue senang liat dia punya semangat untuk menjaga budaya lokal kayak Ketoprak Rohani. Gua rasa dia benar-benar ingin melestarikan budaya itu, jadi dia kangen banget ketika melihat lakon Raja Airlangga Mandita. Kisahnya kayaknya ada pesan moral yang bagus, yaitu pentingnya kepemimpinan bijak dan regenerasi generasi penerus. Gua rasa Kardinal Suharyo siap menjadi contoh inspiratif bagi umat, terutama kita di Indonesia yang senang banget melihat dia punya semangat untuk melestarikan budaya kita