Pangeran Harry, putra kedua Raja Charles III, baru saja menutup kesaksiannya dalam gugatan melawan Associated Newspapers dengan nada yang sangat personal dan emosional di Pengadilan Tinggi (High Court) di Inggris. Dalam dua jam persidangan yang kaku, Duke of Sussex menggambarkan seluruh proses hukum ini sebagai "pengalaman yang mengerikan".
Harry mengecam obsesi media yang dianggapnya telah merampas hak privasinya dan keluarganya. Ia mengaku perhatian konstan dari media telah mendorongnya ke tingkat "paranoia" yang akut, terutama dalam menjaga hubungan asmara. Meski tetap sopan, Harry tampak menahan amarah yang mendalam.
"Mereka telah membuat hidup istri saya benar-benar sengsara," ujar Harry dengan suara yang bergetar, kalimat yang diprediksi akan menjadi kata-kata terakhirnya di ruang sidang Inggris. Ini adalah bentuk balas dendam yang paling tulus dari Pangeran Harry, setelah bertahun-tahun terjebak dalam pertempuran hukum melawan pers Inggris.
Persidangan ini menampilkan kontras yang tajam antara emosi Harry dengan pendekatan forensik pengacara lawan. Di satu sisi, Harry membawa narasi kemarahan moral atas apa yang ia klaim sebagai pengumpulan informasi secara ilegal. Di sisi lain, pengacara Associated Newspapers, Antony White, menghadapi Harry dengan pendekatan yang dingin dan sangat teknis.
Momen ini mungkin bukan sekadar akhir dari sebuah deposisi, melainkan penutupan dari babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris. Bagi Pangeran Harry, persidangan ini adalah langkah besar dalam menyampaikan rasa kemarahan moralnya tanpa memicu gosip baru tentang keluarganya di Kerajaan Inggris.
Kata-kata terakhir Harry di ruang sidang tersebut adalah "Hari ini kami mengingatkan grup Mail siapa yang sedang diadili dan mengapa". Ini menjadi tanda bahwa Pangeran Harry telah menutup babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris.
Harry mengecam obsesi media yang dianggapnya telah merampas hak privasinya dan keluarganya. Ia mengaku perhatian konstan dari media telah mendorongnya ke tingkat "paranoia" yang akut, terutama dalam menjaga hubungan asmara. Meski tetap sopan, Harry tampak menahan amarah yang mendalam.
"Mereka telah membuat hidup istri saya benar-benar sengsara," ujar Harry dengan suara yang bergetar, kalimat yang diprediksi akan menjadi kata-kata terakhirnya di ruang sidang Inggris. Ini adalah bentuk balas dendam yang paling tulus dari Pangeran Harry, setelah bertahun-tahun terjebak dalam pertempuran hukum melawan pers Inggris.
Persidangan ini menampilkan kontras yang tajam antara emosi Harry dengan pendekatan forensik pengacara lawan. Di satu sisi, Harry membawa narasi kemarahan moral atas apa yang ia klaim sebagai pengumpulan informasi secara ilegal. Di sisi lain, pengacara Associated Newspapers, Antony White, menghadapi Harry dengan pendekatan yang dingin dan sangat teknis.
Momen ini mungkin bukan sekadar akhir dari sebuah deposisi, melainkan penutupan dari babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris. Bagi Pangeran Harry, persidangan ini adalah langkah besar dalam menyampaikan rasa kemarahan moralnya tanpa memicu gosip baru tentang keluarganya di Kerajaan Inggris.
Kata-kata terakhir Harry di ruang sidang tersebut adalah "Hari ini kami mengingatkan grup Mail siapa yang sedang diadili dan mengapa". Ini menjadi tanda bahwa Pangeran Harry telah menutup babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris.