Penelitian baru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Inggris dan Amerika Serikat berhasil mengungkapkan rahasia tentang bentuk tubuh manusia pertama. Kerangka Homo habilis, yang ditemukan di Afrika sekitar 2 juta tahun yang lalu, telah membuka kemungkinan baru untuk memahami bagaimana manusia pertama hidup dan bergerak.
Menurut penelitian ini, Homo habilis memiliki kecerdasan yang mirip dengan manusia modern, namun bentuk tubuhnya sangat primitif. Kerangka tersebut terdiri dari tulang-tulang yang kompleks, termasuk kedua tulang selangka, tulang lengan atas dan bawah, bagian dari panggul, dan sakrum. Namun, yang paling menarik adalah lengan bawah Homo habilis yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan tubuhnya.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa Homo habilis mungkin juga sebagian besar hidup di pohon, seperti Australopithecus afarensis yang terkenal karena Lucy. Namun, para peneliti masih enggan membuat klaim pasti tentang bagaimana H. habilis hidup atau bergerak. "Lengan depan H. habilis yang relatif panjang mungkin memungkinkan tingkat pergerakan arboreal yang lebih besar pada spesies ini daripada pada H. erectus," tulis mereka.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Homo habilis tidak memiliki bentuk tubuh manusia yang besar dan kurus seperti yang terlihat pada Homo erectus dan semua anggota garis keturunan kita selanjutnya. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa H. habilis mungkin bukanlah nenek moyang langsung dari Homo erectus, seperti yang telah diteorikan sebelumnya.
Namun, penelitian ini masih jauh dari menjawab pertanyaan tentang bagaimana manusia pertama berkembang menjadi makhluk tinggi dan berkaki panjang seperti kita saat ini. Tetap menjadi misteri antropologis yang memerlukan further penelitian.
Menurut penelitian ini, Homo habilis memiliki kecerdasan yang mirip dengan manusia modern, namun bentuk tubuhnya sangat primitif. Kerangka tersebut terdiri dari tulang-tulang yang kompleks, termasuk kedua tulang selangka, tulang lengan atas dan bawah, bagian dari panggul, dan sakrum. Namun, yang paling menarik adalah lengan bawah Homo habilis yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan tubuhnya.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa Homo habilis mungkin juga sebagian besar hidup di pohon, seperti Australopithecus afarensis yang terkenal karena Lucy. Namun, para peneliti masih enggan membuat klaim pasti tentang bagaimana H. habilis hidup atau bergerak. "Lengan depan H. habilis yang relatif panjang mungkin memungkinkan tingkat pergerakan arboreal yang lebih besar pada spesies ini daripada pada H. erectus," tulis mereka.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Homo habilis tidak memiliki bentuk tubuh manusia yang besar dan kurus seperti yang terlihat pada Homo erectus dan semua anggota garis keturunan kita selanjutnya. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa H. habilis mungkin bukanlah nenek moyang langsung dari Homo erectus, seperti yang telah diteorikan sebelumnya.
Namun, penelitian ini masih jauh dari menjawab pertanyaan tentang bagaimana manusia pertama berkembang menjadi makhluk tinggi dan berkaki panjang seperti kita saat ini. Tetap menjadi misteri antropologis yang memerlukan further penelitian.