Kepala SPPG Perlu Rutin ke Sekolah untuk Cek Perkembangan Siswa

Kepala SPPG Harus Rutin Ke Sekolah Untuk Mengecek Perkembangan Siswa

Kelelahan BGN dalam mengawasi program makan bergizi gratis (MBG) sebenarnya bukan karena bantuan yang kurang, tapi karena keterlambatan dalam pengiriman jatah MBG ke sekolah-sekolah penerima.

Jika diperhatikan, sekolah SDN 1 Batuporo Timur di Madura hanya menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi, meskipun tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) karena tidak memiliki siswa. Bukan berarti kurangnya bantuan dari BGN, tapi keterlambatan dalam pengiriman jatah MBG yang menyebabkan sekolah itu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Kepala Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) harus berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat MBGnya untuk memastikan perkembangan siswa dan mendapatkan data yang akurat. Ini penting agar program ini berjalan dengan baik dan tidak ada kesempatan bagi mereka yang tidak layak mendapatkan MBG.

Kata Nanik, Wakil Kepala BGN, bahwa SPPG harus rajin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaatnya untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.
 
aku pikir kalau kepala SPPG perlu rutin ke sekolah-sekolah yang menerima MBG, jadi bisa ngawasi langsung kesejahteraan siswa dan ngecheckin juga program itu apakah berjalan dengan baik ya?

kali ini aku sengaja lihat kasus di SDN 1 Batuporo Timur dan aku pikir kalau kurangnya bantuan bukan masalah, tapi keterlambatan pengiriman jatah MBG yang bikin kesan kurang bantuan ya?

jika kepala SPPG rutin ke sekolah, mungkin bisa ngganti kasus ini dengan benar dan membuat program MBG berjalan lebih baik lagi 🤞
 
Wow 💯 ini serius, kalau BGN gak bisa ngirim jatah MBG ke sekolah2nya kan apa yang artinya? Sekolah2 SD kaya macam itu kayak gak ada siswa kayak gitu 🤦‍♂️ Interesting 👀
 
Wahhhh, kayaknya kepala SPPG harus rutin ke sekolah2 yang menerima MBG, ya... kalau tidak, bagaimana dia bisa tahu sih perkembangan anak-anak di sana? Kalau gini, kalau tidak ada siswa, tapi masih ada jatah MBG, kayakanya aja keberadaan anak2 itu apa sih?

Saya pikir ini penting banget agar program MBG berjalan dengan baik dan tidak ada kesempatan bagi orang yang tidak layak mendapatkan fasilitas ini. Maksudnya, kalau ada orang yang mencoba memfitnah program ini, dia pasti akan terpikir2an lagi, ya...
 
Kalau mau tahu benar-benar kondisi siswa di sekolah-sekolah itu, langsung aja ikut berkunjung ya! Tidak butuh jatah MBG, aja jangan lupa datang ke sekolah dan lihat sendiri. Kepala SPPG harus rutin ke sekolah, nggak bisa tunggu sampai ada masalah. Kalau tidak, program ini gak akan berhasil.
 
Aku pikir kalau kepala SPPG harus rutin ke sekolah pasti berarti ada yang salah di luar sana. Mungkin ada kesempatan bagi orang lain yang tidak layak mendapatkan jatah MBG, dan itu bukan cuma soal kurangnya bantuan. Kepala SPPG harus cek dari dekat, nggak hanya sekedar melihat data yang dihitung.
 
ini cerita lucu banget, tapi juga mengecewakan ya? keren kalau Kepala SPPG ajak-ajak rutin ke sekolah-sekolah penerima MBG, tapi gampang terlupakan kan? seperti SDN 1 Batuporo Timur, hanya menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi. apa artinya program ini tidak bisa berjalan dengan baik, eh kalau bukannya kelelahan BGN yang banyak, itu karena pengiriman jatah yang keterlambatan, kan? toh kita harus memastikan program ini benar-benar berjalan dengan baik, tidak ada kesempatan bagi mereka yang tidak layak mendapatkan MBG. keren kalau Kepala SPPG rajin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaatnya 🤔
 
gak bisa percaya kayak aja.. siapa yang ngecek apakah jatah MBG sudah masuk ke sekolah? keterlambatan itu bukan masalahnya, tapi kinerja SPPG yang kurang aja.. mereka harus rutin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, gak bisa langsung asumsi kayak banget... dan siapa yang ngecek perkembangan siswa itu? kalo jatah MBG tidak ada, bagaimana caranya mereka bisa memastikan siapa yang layak mendapatkannya? harus ada pengecekan yang lebih ketat, gak boleh sembarangan aja...
 
Wah, kayaknya kelelahan BGN itu asyik tapi sebenarnya gampang banget solusinya, aja SPPG bisa berkunjung ke sekolah-sekolah penerima MBG dan cek sendiri kapan mereka menerima jatahnya, bukan usapa-usap dengan BGN. Kalau SPPG rutin ke sekolah, pasti tidak ada kesempatan bagi orang-orang yang tidak layak mendapatkan program ini, kayaknya bagus! 🤔
 
Sekolah SDN 1 Batuporo Timur itu nggak ketinggaan kan? Jatah MBGnya udah 63 porsi, tapi apa yang terjadi di situ? Jadi jangan sabar-sabaran, SPPG harus berkunjung aja ke sekolah-sekolah ngerjain program ini. Kalau tidak, siapa yang akan tahu siapa yang nyaman ngomongin MBG. Rata-rata sekolah-sekolah udah buang-buang jatahnya. Jadi, SPPG harus teliti aja ya...
 
kembali
Top