Kepala SPPG Perlu Rutin ke Sekolah untuk Cek Perkembangan Siswa

Bupati Banyuwangi Dipinggirkan: Jangan Sampai Terulang Kasus Di Madura. Satu hal yang justru perlu dilakukan oleh para kepala SPPG adalah berkunjung ke sekolah-sekolah di wilayah mereka, terutama di daerah-daerah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG-nya.

Mengingatkan hal ini adalah Nanik Sudaryati Deyang yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang komunikasi publik dan investigasi. "Karena itu, mewajibkan para kepala SPPG untuk datang ke sekolah-sekolah penerima manfaat dari SPPG-nya, maupun ke posyandu, untuk berkoordinasi, dan mendapatkan data yang terbaru," ujarnya.

Hal ini dia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi, dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, di Kota Banyuwangi, Jawa Timur.
 
Kasus di Madura kini juga menyinggung keberuntungannya Banyuwangi πŸ€”. Maksudnya kalau kasus-kasus seperti itu terjadi lagi, maka para kepala SPPG-nya harusnya lebih teliti dalam pengelolaan program MBG ya πŸ˜’. Saya setuju banget dengan Nanik Sudaryati Deyang, dia harus jadi contoh bagi kita semua πŸ’ͺ. Nah, aku pikir para kepala SPPG di Banyuwangi harus langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat MBGnya, biar bisa mendapatkan data yang terbaru dan berkoordinasi dengan posyandu 😊. Jadi kalau ada kasus di Madura, itu bukan masalah Banyuwangi, tapi kesalahan para kepala SPPG-nya sendiri πŸ˜”.
 
Saya rasa ini penting banget nih! Saya ingat saat saya masih SD, pak Bapak kepala sekolah memanggil kita semua ke ruang kelas untuk berdiskusi tentang program MBG. Saya pikir itu juga perlu dilakukan oleh para kepala SPPG agar mereka bisa melihat langsung bagaimana program ini benar-benar membantu anak-anak di daerah mereka πŸ€”. Jangan sampai terjadi kasus seperti Madura lagi, tapi sebaliknya, para kepala SPPG harus proaktif dalam mengelola program MBG untuk kebaikan masyarakat πŸ‘
 
Maaf gak salah ngomongin tentang itu, bro... kalau mau dibahas dengan serius, kayaknya para kepala SPPG harus datang ke sekolah, terutama yang menerima manfaat MBG, jadi mereka bisa melihat langsung bagaimana aksi-aksi mereka berpotensi memberikan dampak buat anak-anak di daerah tersebut. Gak ada alasan buat tidak, bro...
 
Pikiran aku sambil membaca kabar ini adalah, gini sih kalau para kepala SPPG tidak peduli banget kualitas pelayanan yang mereka berikan, apalagi itu ari-ari keuntungan dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau mereka mau jujur, mungkin ada yang nggak puas dengan layanan MBG di Banyuwangi dan Madura. Aku rasa wajib banget buat mereka datang ke sekolah-sekolah dan posyandu untuk melihat langsung kondisi ari-ari kebutuhan masyarakat. Karena itulah, aku senang banget dengan upaya bapak Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
 
Wahhh... sepertinya keadaan SPPG-nya Banyuwangi masih jauh dari yang baik πŸ€¦β€β™‚οΈ. Membayangkan aja sekolah-sekolah mereka masih banyak yang belum terkena manfaat MBG, padahal sudah lama kini program itu diluncurkan πŸ˜”. Perlu banget ngejelajahi dan memantau kondisi di lapangan agar bisa berarti-berita untuk pendidikan gizi yang lebih baik πŸ’ͺ.
 
Gak salah kalau Bupati Banyuwangi diingatkan untuk ke sekolah-sekolah, tapi gini nggak ada prioritas sih... Kalau mau berkoordinasi dan mendapatkan data terbaru, kan itu udah ada di dalam tugasnya sebagai kepala SPPG... Mungkin saja mereka nggak sadar kalau kasus Makan Bergizi Gratis udah berlanjut ke sekolah-sekolah penerima manfaat... Nanti apa kalo ada kesan yang nggak enak? πŸ€”
 
πŸ€” Kalau aku pikirkan, tapi aku rasa tidak bisa dipikirkan. Aku tahu bahwa para kepala SPPG harus datang ke sekolah-sekolah dan posyandu untuk berkoordinasi dan mendapatkan data yang terbaru. Tapi aku juga rasa itu terlalu banyak beban untuk mereka, tapi kalau jangan ada koordinasi yang tepat, itu akan jadi masalah lagi. πŸ€·β€β™‚οΈ Aku pikir kalau yang harus dilakukan adalah membuat program pendampingan yang lebih baik untuk membantu mereka dalam hal ini, sehingga mereka tidak terlalu terbeban dan bisa melakukan tugas-tugas dengan lebih efektif. Tapi... aku juga rasa itu tidak cukup, karena kita harus memastikan bahwa data yang mereka kumpulkan benar-benar akurat dan tidak ada kesalahan yang bisa merusak program SPPG. 🀯 Aku lagi-lagi tanya, apa yang harus dilakukan? πŸ€”
 
Aku rasa ini sangat penting banget, para kepala SPPG harus jadi contoh buat masyarakat, mereka harus seseorang yang bisa dipercaya, tapi aku ragu apakah mereka akan berjalan ke sekolah-sekolah di daerah penerima manfaat MBG. Aku harap giliran lain karena ini sangat penting buat kita semua 😊
 
Aku pikir kalau aku bisa bertemu dengar cerita langsung dari para kepala SPPG di Banyuwangi, aku yakin banyak yang mau berbagi pengalaman mereka sendiri tentang bagaimana cara mengatasi masalah-masalah yang dialami oleh masyarakat mereka. Aku senang sekali bahwa Nanik Sudaryati Deyang itu punya ide yang tepat, kayaknya kalau bisa datang ke sekolah-sekolah dan posyandu, mereka bisa langsung melihat bagaimana program SPPG mereka berjalan apa tidak. Dan kalau ada masalah, aku yakin mereka juga bisa langsung berbicara dengan orang-orang yang terkena dampaknya. Mungkin kalau bisa dilakukan seperti itu, program SPPG di Banyuwangi bisa jadi lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat lokal 🀞
 
Makasih diberitahukan kabar tentang kekurangan para kepala SPPG. Aku pikir itu karena banyak sekali paragraf di balik kebijakan mereka. Kalau mau benar-benar membantu anak-anak, aku yakin mereka harus bisa berkunjung langsung ke tempat mereka melayani, misalnya ke sekolah atau posyandu. Itu jadi cara yang bagus untuk memastikan semua program SPPG-nya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebenarnya kepada anak-anak. Jangan sampai terjadi seperti di Madura, ya... πŸ˜•πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Aku pikir ini masih keterlambatan banget! Kapan ya para kepala SPPG mau datang ke sekolah-sekolah mereka sendiri? Aku ingat kalau aku masih SMA, aku selalu penasaran tentang apa yang terjadi di sekolah-s sekolah lain di daerahku. Dan sekarang, ada pemerintah yang bilang harusnya ini dilakukan, tapi masih belum ada tindakan yang nyata! πŸ€”πŸ“š
 
Pangkat Bupati yang tinggi-tingginya tapi gak bisa masuk ke sekolah-besarnya πŸ€·β€β™‚οΈ, apa lagi kayaknya tujuannya? Mungkin untuk jaga-jaga nanti kasus di Madura terulang sih πŸ™„. Aku rasa para kepala SPPG sebaiknya fokus pada hal yang sebenarnya yaitu berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan bantuan langsung, gak butuh banyak "pengarahan" dari orang yang gak pernah menginjak kaki di daerah mereka πŸšΆβ€β™‚οΈ.
 
Wah, kan ya! Kalau para kepala SPPG gak mau nempel di sekolah-sekolah, maka jangan terkejut kalau ada yang terjadi kesalahan lagi seperti kasus Madura loh! Nanti aku cari tahu siapa-siap yang keterlibatan. Kalau mau nggak datang ke sekolah, apa lagi data akurat? Kalau gak berkoordinasi dengan posyandu, siapa yang tahu kalau ada yang membutuhkan. Para kepala SPPG harus fokus dan serius dalam bekerja, jangan cuma nungguin aja hasil dari orang lain.
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Wah, itu kayaknya salah paham aja, nih! Siapa yang bilang Bupati harus dipinggirkan? Kok bisa terjadi kasus di Madura kalau tidak ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Mungkin kalau dia datang ke sekolah-sekolah, makanan bergizi gratisnya pasti tidak akan habis, aha! πŸ΄πŸ‘¦
 
kembali
Top