Bengkel Auto Vault di Jakarta dan Rupbasan Kelas I Jakarta Barat serta Tangerang adalah dua lokasi penyimpanan aset yang diperiksa oleh kepala BPA Kejaksaan RI, Dr. Kuntadi, dalam inspeksi mendadak terkait perkara megakorupsi timah dan kasus gratifikasi penanganan perkara. Inspeksi ini dilakukan sebagai komitmen kejaksaan dalam tata kelola barang bukti dan rambasan negara.
Kepala BPA meninjau langsung kondisi aset di kedua lokasi yang meliputi kendaraan roda empat, motor gede, serta sepeda premium. Koleksi Mobil Mewah di Rupbasan ini berupa Ferrari Spider 458 Italia, Nissan GT-R 3.8, Porsche 992 GT3 RS, cMercedes Benz G-Wagon, dan Lexus RX 500H F-Sport.
Sementara itu, koleksi motor mewah yang dikelola di Rupbasan ini adalah sejumlah Harley Davidson (tipe Fatboy dan Roadglide, Triumph, dan Vespa Limited Edition. Di Rupbasan ini juga tersimpan sejumlah sepeda premium bermerek Brompton, S-Works, dan Pinarello.
Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh aset fisik telah sesuai dengan data inventaris BPA. Kepala BPA menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera merealisasikan kegiatan pemeliharaan rutin, khususnya bagi unit supercar yang rentan mengalami penurunan fungsi mesin jika tidak dirawat.
Hal itu dilakukan sebagai perwujudan komitmen transparansi dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Langkah percepatan juga harus dilakukan untuk mempersiapkan proses penyelesaian aset yang melalui mekanisme penjualan yang akan diawali dengan penilaian (appraisal) terhadap aset yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.
Kepala BPA meninjau langsung kondisi aset di kedua lokasi yang meliputi kendaraan roda empat, motor gede, serta sepeda premium. Koleksi Mobil Mewah di Rupbasan ini berupa Ferrari Spider 458 Italia, Nissan GT-R 3.8, Porsche 992 GT3 RS, cMercedes Benz G-Wagon, dan Lexus RX 500H F-Sport.
Sementara itu, koleksi motor mewah yang dikelola di Rupbasan ini adalah sejumlah Harley Davidson (tipe Fatboy dan Roadglide, Triumph, dan Vespa Limited Edition. Di Rupbasan ini juga tersimpan sejumlah sepeda premium bermerek Brompton, S-Works, dan Pinarello.
Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh aset fisik telah sesuai dengan data inventaris BPA. Kepala BPA menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera merealisasikan kegiatan pemeliharaan rutin, khususnya bagi unit supercar yang rentan mengalami penurunan fungsi mesin jika tidak dirawat.
Hal itu dilakukan sebagai perwujudan komitmen transparansi dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Langkah percepatan juga harus dilakukan untuk mempersiapkan proses penyelesaian aset yang melalui mekanisme penjualan yang akan diawali dengan penilaian (appraisal) terhadap aset yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.