BGN Terjuntai Rockefeller Foundation, Karena Program MBG Terlihat Efektif. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa yayasan swasta Amerika Serikat (AS), Rockefeller Foundation, telah tertarik melakukan analisis lebih lanjut terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.
Menurut Dadan, program MBG yang beroperasi dengan cepat dan melibatkan banyak pihak menjadi faktor yang membuat yayasan itu penasaran. Ia menambahkan bahwa penemuan ini bisa diungkapkan setelah dia menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di mana ia bertemu langsung dengan seorang perwakilan yayasan itu.
Ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap program MBG, kata Dadan, bisa dilihat ketika dia menemani Presiden Prabowo Subianto makan malam. Kala itu, ia juga berbicara langsung dengan seorang perwakilan dari yayasan tersebut.
Selain pertimbangan terkait efektivitas pemenuhan gizi, program MBG juga dianggap memiliki dampak positif pada ekonomi masyarakat di bawah. Menurut Dadan, ini adalah alasan lain mengapa Rockefeller Foundation tertarik untuk memantau program tersebut lebih dekat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengatakan bahwa program MBG berhasil menciptakan satu juta lapangan kerja sejak diluncurnya setahun yang lalu. Ia juga menyebutkan bahwa terdapat 22 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sehingga menambah peningkatan lapangan kerja dan ekonomi masyarakat.
Menurut Dadan, program MBG yang beroperasi dengan cepat dan melibatkan banyak pihak menjadi faktor yang membuat yayasan itu penasaran. Ia menambahkan bahwa penemuan ini bisa diungkapkan setelah dia menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di mana ia bertemu langsung dengan seorang perwakilan yayasan itu.
Ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap program MBG, kata Dadan, bisa dilihat ketika dia menemani Presiden Prabowo Subianto makan malam. Kala itu, ia juga berbicara langsung dengan seorang perwakilan dari yayasan tersebut.
Selain pertimbangan terkait efektivitas pemenuhan gizi, program MBG juga dianggap memiliki dampak positif pada ekonomi masyarakat di bawah. Menurut Dadan, ini adalah alasan lain mengapa Rockefeller Foundation tertarik untuk memantau program tersebut lebih dekat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengatakan bahwa program MBG berhasil menciptakan satu juta lapangan kerja sejak diluncurnya setahun yang lalu. Ia juga menyebutkan bahwa terdapat 22 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sehingga menambah peningkatan lapangan kerja dan ekonomi masyarakat.