Rasa Lemas di Awal Diet: Apakah Ini Normal?
Mengenal pola makan baru memang bisa membuat kita merasa bersemangat, terutama jika tujuan adalah mencapai target kebugaran. Namun, ada beberapa orang yang mengeluh perasaan kurang tenaga dan lemas setelah memulai diet. Apakah ini hanya efek sampingan dari perubahan pola makan atau sesuatu yang lebih serius?
Menurut Dr Vijay Negalur, kepala Departemen Diabetologi di KIMS Hospitals, Thane, hal ini sangat umum terjadi, terutama pada tahap awal saat asupan kalori mulai dibatasi. Tubuh terbiasa mendapatkan energi dari glukosa hasil makanan rutin, terutama dari karbohidrat.
Ketika jumlah kalori tiba-tiba berkurang, pasokan energi yang biasanya stabil ikut menurun. Tubuh perlu waktu untuk beradaptasi dan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Selama masa transisi ini, seseorang bisa merasa lesu, sulit fokus, atau lemah.
Selain itu, kekurangan magnesium dan vitamin juga dapat menyebabkan rasa lelah. Magnesium berperan penting dalam mengatur fungsi otot dan kualitas tidur, sedangkan vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi.
Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa lemas di awal diet? Dr Negalur menyarankan pengaturan waktu makan atau asupan karbohidrat yang tepat. Dengan melakukan perubahan kecil dan konsisten, tubuh akan lebih cepat beradaptasi dengan pola makan baru.
Jangan ragu untuk mencoba beberapa tips di bawah ini:
* Pastikan Anda mendapatkan kalori yang cukup
* Fokus pada makanan yang seimbang dan bergizi
* Ulangi makanan secara teratur
Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan energi dan membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan baru.
Mengenal pola makan baru memang bisa membuat kita merasa bersemangat, terutama jika tujuan adalah mencapai target kebugaran. Namun, ada beberapa orang yang mengeluh perasaan kurang tenaga dan lemas setelah memulai diet. Apakah ini hanya efek sampingan dari perubahan pola makan atau sesuatu yang lebih serius?
Menurut Dr Vijay Negalur, kepala Departemen Diabetologi di KIMS Hospitals, Thane, hal ini sangat umum terjadi, terutama pada tahap awal saat asupan kalori mulai dibatasi. Tubuh terbiasa mendapatkan energi dari glukosa hasil makanan rutin, terutama dari karbohidrat.
Ketika jumlah kalori tiba-tiba berkurang, pasokan energi yang biasanya stabil ikut menurun. Tubuh perlu waktu untuk beradaptasi dan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Selama masa transisi ini, seseorang bisa merasa lesu, sulit fokus, atau lemah.
Selain itu, kekurangan magnesium dan vitamin juga dapat menyebabkan rasa lelah. Magnesium berperan penting dalam mengatur fungsi otot dan kualitas tidur, sedangkan vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi.
Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa lemas di awal diet? Dr Negalur menyarankan pengaturan waktu makan atau asupan karbohidrat yang tepat. Dengan melakukan perubahan kecil dan konsisten, tubuh akan lebih cepat beradaptasi dengan pola makan baru.
Jangan ragu untuk mencoba beberapa tips di bawah ini:
* Pastikan Anda mendapatkan kalori yang cukup
* Fokus pada makanan yang seimbang dan bergizi
* Ulangi makanan secara teratur
Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan energi dan membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan baru.