Kenapa Pemerintah Harus Beri Insentif Pajak ke Perusahaan Media?

Pemerintah harus memberikan insentif pajak bagi perusahaan media, menurut Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Pada 2025, AJI melaporkan bahwa setidaknya 549 jurnalis terpaksa kehilangan pekerjaannya karena pemutusan hubungan kerja. Menurut mereka, model bisnis media yang fokus pada iklan dan platform digital menciptakan ketidakpastian tinggi bagi perusahaan media.
 
mana nih kalau para jurnalis nggak bisa nyaman banget lagi? siapa yang mau membayar pajak jika perusahaan media nggak stabil, kayaknya masalahnya bukan di jurnalisme tapi di sistem pemerintahan ya! tolong sih, pemerintah harus memberikan insentif agar perusahaan media bisa stabil dan tetap nge Publish article. kalau tidak, apa yang akan menjadi akibatnya? banyak lagi jurnalis nggak bisa mandi nanti?
 
Mungkin kalau gini sih semua perusahaan media harus nyaman, tapi kalau jadi begitu pasti siapa yang akan menguntungkannya sih? Kalau insentif pajak bagi perusahaan media itu, mungkin bisa membuat mereka lebih stabil dan tidak terlalu memikirkan uang aja. Tapi siapa yang bilang bahwa perusahaan media hanya buat jurnalis untuk bekerja? Mereka juga memiliki biaya sendiri, ya. Dan kalau semua perusahaan media nyaman, pasti siapa yang akan menguntungkannya sih? Aku pikir kita harusnya fokus pada membuat jurnalis lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada uang aja.
 
Gue pikir pemerintah harus memberikan insentif pajak bagi perusahaan media, ya! Mereka sangat penting untuk menjaga keseimbangan informasi di negara ini. Kalau tidak ada perusahaan media yang stabil, kita gak akan punya sumber daya untuk mendapatkan informasi yang akurat.

Gue lihat informasi tentang 549 jurnalis yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja. Itu sangat disuruh! Gue rasa model bisnis media yang hanya fokus pada iklan dan platform digital bukanlah cara yang baik untuk mempertahankan profesi ini.

Gue khawatir kalau gak ada insentif pajak, perusahaan media akan sulit untuk bertahan, apalagi saat kompetisi semakin ketat. Jadi, pemerintah harus memberikan bantuan agar mereka bisa terus menjaga kebebasan berbicara dan menyebarkan informasi yang benar.
 
Jadi nggak tahu apa yang terjadi sama paruh wajah ini 🤔. Kalau perusahaan media harus dibantu dengan insentif pajak, tapi siapa bilang kalau itu akan lebih baik? Menurutku kalau pemerintah mulai bermain game bisnis juga, bukannya jadi 'tuan' yang mengatur segalanya 😂. Tapi nggak bisa dipungut pajak jika perusahaan media tidak ada, kan? 🤯. Mungkin apa kebijakan yang harus diganti, tapi caranya siapa tahu, mending mulai dari insentif kecil dan lihat bagaimana. Saya ingat kalau salah satu teman saya di kampus jadi jurnalis, padahal sudah lama tidak menerima gaji karena perusahaan media yang dia kerjakan pilih untuk tidak membayar. 😔 Itu yang bikin aku pikir bahwa model bisnis ini kurang baik.
 
Paham apa yang terjadi di kalangan jurnalis Indonesia sekarang. Semoga pemerintah bisa membantu dengan insentif pajak, atau mungkin juga ada cara lain untuk mengurangi beban keuangan mereka. Saya rasa model bisnis media seperti itu tidak adil, banyak dari mereka yang sudah lama bekerja keras tanpa mendapatkan imbalan yang adil. Jika bisa diubah sedikit, saya yakin jurnalis Indonesia bisa fokus pada karyanya lagi.
 
ya, gampang banget aja kalau kalian buat jurnalistik tapi tidak ada uang 😩. aku pikir pemerintah harus memberikan insentif pajak untuk perusahaan media, agar mereka bisa terus beroperasi dan tidak kehilangan banyak pekerjaan seperti yang dilaporkan AJI. tapi kalau pemerintah hanya memberikan insentif saja, jadi apa aja ya? 🤔. aku rasa perlu ada langkah yang lebih serius dari pemerintah, misalnya dengan membuat kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi hak-hak pekerja media. tapi, kalau gampang aja saja, tolong juga, nih 😅
 
Makasih AJI sudah melaporkan hal ini 😔. Pemutusan hubungan kerja banyak banget, itu bikin siapa pun merasa tidak nyaman. Aku penasaran apa yang dicoba perusahaan media untuk mengurangi ketidakpastian ini? Mungkin ada cara lain agar mereka bisa tetap beroperasi? Tapi aku tahu kayaknya sulit banget... 🤔 Selain itu, apa kegiatan AJI yang harus diulang lagi? Aku rasa 549 jurnalis itu banyak, tapi aku masih ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi di balik semuanya. Apakah ada contoh perusahaan media lain yang sudah melakukan hal ini? 🤓
 
Mau nggak juga sama-sama kan, siapa yang mau buat konten gratis sambil sih penerima uangnya terus memotong biaya... kalau gak ada insentif, cara caranya lagi sih? mending buka bisnis yang fokus jualan produk atau layanan ya, tapi sepertinya ini tidak bisa dilakukan oleh perusahaan media kecil-kecilan aja.
 
Pagi, aku ingin berbagi opini tentang masalah jurnalis di Indonesia ya... Aku rasa pemerintah harus memberikan insentif pajak yang lebih besar untuk perusahaan media, terutama mereka yang fokus pada berita dan dokumentasi. Tapi, tapi, aku pikir perlu ada perubahan dari dalam industri sendiri dulu ya... Karena banyak perusahaan media yang fokus pada keuntungan dan tidak peduli dengan kesejahteraan jurnalis yang bekerja baginya.

Aku ingat saat aku masih berlatih di radio, aku harus bekerja 12 jam sewaktu-waktu, tapi gaji yang aku terima sangat rendah. Saya pikir itu salah satu alasan utama mengapa banyak jurnalis yang kehilangan pekerjaannya. Jadi, pemerintah harus memberikan insentif yang lebih baik bagi perusahaan media, tapi juga diharapkan mereka dapat menangani masalah ini dari dalam sendiri. Tapi, aku pikir ada satu hal yang harus kita lakukan, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berita dan jurnalis yang bekerja keras untuk menginformasikan kebenaran... 🤔💡
 
Pemutusan hubungan kerja jurnalis itu seringkali berdampak besar... 🤕 Mereka punya cerita unggul, tapi dihabiskan begitu saja. Saya rasa model bisnis yang dipilih oleh perusahaan media itu benar-benar membuat masalah. Kalau mau bertahan, harus ada insentif yang cukup... 💸 Jangan hanya sekedar birokrasi yang teka-teki. Perusahaan media harus bisa memberikan jaminan kesejahteraan bagi karyawannya. Saya pikir itu wajib.
 
Maksudnya kalau pemerintah mau memberikan insentif pajak bagi perusahaan media itu tidak salah. Jadi, apabila mereka terus memilih model bisnis yang fokus pada iklan dan platform digital, tentu akan membuat banyak jurnalis kehilangan pekerjaannya. Gampang banget. Kita harus membantu mereka dengan memberikan insentif pajak nih 🤔. Mungkin bisa membantu perusahaan media untuk tetap beroperasi dan tidak harus memutuskan hubungan kerja dengan jurnalis. Jadi, kita harus ada kehati-hatian dalam hal ini.
 
ini salah satu masalah nyata kita di Indonesia, ya? pemerintah harus memberikan insentif pajak kepada perusahaan media ini biar tidak kalah dengan mereka yang punya uang banyak dari iklan dan platform digital. kalau tidak, jurnalis-jurnalis ini akan terus terjebak dalam masalah keuangan dan tidak bisa bebas berreportase. AJI juga bilang bahwa ada beberapa perusahaan media yang sangat besar sudah menghampir-hampir menghancurkan banyak jurnalis yang bekerja di sana. kalau kita ingin mewariskan kebebasan pers, kita harus memberikan dukungan kepada perusahaan media ini dengan memberikan insentif pajak biar bisa bertahan. 🤔💡
 
Pemerintah harus memberikan insentif pajak bagi perusahaan media ini, apa lagi setelah banyak jurnalis dikecualikan dari pekerjaan mereka ya... 🤕📰 Pemutusan hubungan kerja yang begitu banyak itu bukannya cerita tentang kebebasan berpendapat dan ekspresi? Nah, mungkin mereka yang punya kepentingan jangka panjang tapi perusahaan media ini yang harus membawa beban kesulitan. Saya rasa insentif pajak itu akan membantu banyak jurnalis keseharian, aki sudah lelah ngecepetin siapa gini... 🙄
 
kembali
Top