Pandji Pragiwaksono, komika terkenal Indonesia, dipolisikan atas tuduhan pencemaran nama baik organisasi Islam. Melansir tirto.id, pelapor adalah Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengaku mewakili Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Tuduhan terhadap Pandji Pragiwaksono terkait dengan materi acara "Mens Rea" yang ditayangkan di Netflix. Dalam acara tersebut, Pandji mempertanyakan kemampuan ormas agama dalam mengurus tambang, menyebutkan bahwa ada keputusan NU dan Muhammadiyah yang menerima izin konsesi tambang.
Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan bahwa pernyataan Pandji Pragiwaksono merepresentasikan bahwa kedua ormas Islam terlibat politik praktis. Ia juga menyebutkan bahwa pihak NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan atas suaranya dalam kontestasi pemilu yang kemarin.
Namun, Pemuda NU mengklaim bahwa Angkatan Muda NU bukanlah bagian dari organisasinya. Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa ada banyak individu atau kelompok yang melakukan kegiatan atas nama NU, tetapi tidak semua memiliki kemampuan untuk mengurus tambang.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan agar pemerintah berlapang dada atas kritikan yang ada. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak kenal dengan sosok yang melaporkan Pandji ke kepolisian.
Tuduhan terhadap Pandji Pragiwaksono terkait dengan materi acara "Mens Rea" yang ditayangkan di Netflix. Dalam acara tersebut, Pandji mempertanyakan kemampuan ormas agama dalam mengurus tambang, menyebutkan bahwa ada keputusan NU dan Muhammadiyah yang menerima izin konsesi tambang.
Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan bahwa pernyataan Pandji Pragiwaksono merepresentasikan bahwa kedua ormas Islam terlibat politik praktis. Ia juga menyebutkan bahwa pihak NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan atas suaranya dalam kontestasi pemilu yang kemarin.
Namun, Pemuda NU mengklaim bahwa Angkatan Muda NU bukanlah bagian dari organisasinya. Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa ada banyak individu atau kelompok yang melakukan kegiatan atas nama NU, tetapi tidak semua memiliki kemampuan untuk mengurus tambang.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan agar pemerintah berlapang dada atas kritikan yang ada. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak kenal dengan sosok yang melaporkan Pandji ke kepolisian.