Berdasarkan cerita Haikyuu!!, yang menggambarkan perjalanan Hinata Shoyo, pemain voli terpendek di seri ini, mungkin ada kesalahpahaman bahwa ia tidak pernah dijuluki Raksasa Kecil. Tapi, apa sebenarnya itu? Siapa yang memang memiliki julukan "Raksasa Kecil"? Dan mengapa Hinata Shoyo tidak mewarisi gelar tersebut?
Sesungguhnya, julukan "Raksasa Kecil" bukanlah untuk Hinata, melainkan untuk Tenma Udai. Tenma adalah legenda SMA Karasuno yang membawa tim tersebut ke kejuaraan nasional pada bertahun-tahun sebelum era Hinata. Ia memiliki kemampuan melompat yang luar biasa dan teknik spike yang memanipulasi blocker lawan.
Hinata Shoyo terinspirasi oleh Tenma, namun ada alasan fundamental mengapa ia tidak pernah benar-benar menjadi "Raksasa Kecil". Pertama-tama, Hinata bermain sebagai Libero, bukan sebagai Wing Spiker atau Ace. Ia berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dengan Tenma. Berkat kerja sama dengan Kageyama Tobio, Hinata menjadi umpan terhebat yang membuka jalan bagi rekan setimnya untuk mencetak poin.
Kedua, dalam momen krusial di kejuaraan nasional, Hinata akhirnya bertemu dengan Tenma dan menyadari bahwa ia tidak perlu menjadi bayang-bayang orang lain. Ia melepaskan obsesinya menjadi "Raksasa Kecil" dan memilih untuk membangun reputasinya sendiri sebagai Hinata Shoyo dari Karasuno.
Terakhir, secara teknis, dalam cerita Haikyuu, pemain yang lebih pantas menyandang gelar Raksasa Kecil di era modern adalah Hoshiumi Korai dari SMA Kamomedai. Ia memiliki paket lengkap: servis mematikan, pertahanan solid, dan kemampuan udara yang jauh lebih matang daripada Hinata.
Jadi, mengapa Hinata Shoyo tidak dijuluki Raksasa Kecil? Sebenarnya, ia bukanlah pemain terpendek di seri ini. Nishinoya Yuu adalah pemain terpendek di tim Karasuno, bertugas sebagai Libero yang tidak memerlukan tinggi badan untuk melakukan smash.
Namun, Hinata Shoyo mengajarkan kita bahwa julukan tidaklah sepenting kontribusi nyata di lapangan. Ia mungkin tidak dijuluki Raksasa Kecil, namun ia berhasil membuktikan bahwa pemain pendek bisa menjadi ancaman paling menakutkan bagi tim lawan di tingkat dunia.
Sesungguhnya, julukan "Raksasa Kecil" bukanlah untuk Hinata, melainkan untuk Tenma Udai. Tenma adalah legenda SMA Karasuno yang membawa tim tersebut ke kejuaraan nasional pada bertahun-tahun sebelum era Hinata. Ia memiliki kemampuan melompat yang luar biasa dan teknik spike yang memanipulasi blocker lawan.
Hinata Shoyo terinspirasi oleh Tenma, namun ada alasan fundamental mengapa ia tidak pernah benar-benar menjadi "Raksasa Kecil". Pertama-tama, Hinata bermain sebagai Libero, bukan sebagai Wing Spiker atau Ace. Ia berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dengan Tenma. Berkat kerja sama dengan Kageyama Tobio, Hinata menjadi umpan terhebat yang membuka jalan bagi rekan setimnya untuk mencetak poin.
Kedua, dalam momen krusial di kejuaraan nasional, Hinata akhirnya bertemu dengan Tenma dan menyadari bahwa ia tidak perlu menjadi bayang-bayang orang lain. Ia melepaskan obsesinya menjadi "Raksasa Kecil" dan memilih untuk membangun reputasinya sendiri sebagai Hinata Shoyo dari Karasuno.
Terakhir, secara teknis, dalam cerita Haikyuu, pemain yang lebih pantas menyandang gelar Raksasa Kecil di era modern adalah Hoshiumi Korai dari SMA Kamomedai. Ia memiliki paket lengkap: servis mematikan, pertahanan solid, dan kemampuan udara yang jauh lebih matang daripada Hinata.
Jadi, mengapa Hinata Shoyo tidak dijuluki Raksasa Kecil? Sebenarnya, ia bukanlah pemain terpendek di seri ini. Nishinoya Yuu adalah pemain terpendek di tim Karasuno, bertugas sebagai Libero yang tidak memerlukan tinggi badan untuk melakukan smash.
Namun, Hinata Shoyo mengajarkan kita bahwa julukan tidaklah sepenting kontribusi nyata di lapangan. Ia mungkin tidak dijuluki Raksasa Kecil, namun ia berhasil membuktikan bahwa pemain pendek bisa menjadi ancaman paling menakutkan bagi tim lawan di tingkat dunia.