Kenapa Film Nia Kurnia Sari Ramai di X, Kisah, & Sutradaranya

Film "Nia Kurnia Sari" dari dua sutradara Aditya Gumay dan Ronny Mepet, yang diproduksi oleh Ruben Onsu, menjadi sorotan masyarakat di media sosial X (Twitter) meskipun belum tayang secara luas. Apa penyebabnya? Film ini mengangkat cerita pembunuhan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatra Barat pada 2024 lalu, tetapi banyak warganet yang merasa film ini adalah upaya komersialisasi tragedi.

Potongan video pemutaran perdana (premiere) film "Nia Kurnia Sari" viral di media sosial dan menampilkan gambar ajakan berdonasi dengan barcode yang bisa dipindai penonton, membuat banyak warganet mempertanyakan maksud dari pembuatan film ini. Walaupun dirilis secara resmi nanti, komentar negatif sudah banyak menghantam film ini di media sosial.
 
Gue pikir ini kayak kisah nyata sih! Tragedi Nia Kurnia Sari tapi filmnya jadi komersialisasi? Ini kayak penipuan. Bagaimana kalau orang yang terkena dampak tragedi itu bisa memperjuangkan haknya? Film ini cuma jadi caru uang dari orang-orang yang kurang jelas sifatnya. Dan yang bikin gue kecewa, ada yang bilang film ini tidak sebenarnya tentang Nia Kurnia Sari tapi tentang film yang akan dibuat nanti. Ini kayak penipuan! 🀯🚫
 
Film "Nia Kurnia Sari" kayaknya lagi-lagi membuat kontroversi 😩. Aku pikir sih ada masalah lain bukan? Film itu jadi sorotan karena ada barcode donasi, sih? Maksudnya sih film itu mau berbagi kekayaannya dengan siapa-siapa yang berdonasi? Tapi aku tidak benci banget sama adegan donasinya, ini aku suka banget! πŸ€‘ Aku juga pikir film ini bagus banget, tapi mungkin aku salah ya... Aku nggak bisa membayangkan bagaimana ceritanya, kayaknya aku jadi penasaran dan mau tonton aja. Tapi kalau sih ada warganet yang merasa film ini komersialisasi tragedi, aku setuju dengannya. Tragedi itu terlalu serius banget! πŸ€•
 
Film "Nia Kurnia Sari" kayaknya udah masuk ke dalam konten yang sensitif banget... Aku nggak suka kayaknya cara kerja barcode donasi itu, bikin penasaran aja, tapi ternyata ini bukan untuk keperluan film aja... Jadi, warga netizen apa lagi merasa komersialisasi? Udah kayaknya film ini udah diproduksi dengan biaya yang mahal... Mungkin perlu diarahi agar penonton tidak salah paham.
 
Film "Nia Kurnia Sari" kayaknya bikin banyak warganet penasaran sih... Mungkin karena ada potongan video premiere yang viral dulu dan ada barcode donasi, membuat orang terkejut. Tapi, aku pikir film ini adalah cara yang tepat untuk mengenang kisah Nia Kurnia Sari dan memberikan kesempatan bagi keluarganya untuk mendapatkan kompensasi. Film itu gak tentang komersialisasi tragedi, tapi tentang bagaimana kita bisa memberikan bantuan kepada mereka. Aku rasa orang yang merasa film ini adalah upaya komersialisasi sebenarnya tidak memahami bagaimana film itu dirancang... πŸ€”
 
Film Nia Kurnia Sari kayak giliran film yang jadi sorotan masyarakat πŸ€”πŸŽ₯. Aku pikir warganet ini terlalu cepat menuduh film ini komersialisasi tragedi πŸ™„. Tapi aku rasa itu nggak sepenuhnya benar πŸ€·β€β™‚οΈ. Film ini mungkin wanna mengingatkan kita tentang perjuangan gadis muda yang jadi korban kekerasan πŸ’”. Aku harap film ini bisa memberikan inspirasi dan membangun kesadaran di kalangan masyarakat 🌟. Aku juga harap warganet yang negatif bisa nglamalesin diri mereka sendiri πŸ™…β€β™‚οΈ. Film ini mungkin bisa jadi solusi untuk menghilangkan stigma kekerasan terhadap perempuan πŸ’ͺ.
 
Film Nia Kurnia Sari bikin saya pikir... Kalau gini, makanya kita harus berhati-hati ketika film tentang kehidupan nyata itu diproduksi. Saya rasa ada kesalahpahaman yang besar kalau warganet pikir film ini hanya untuk komersialisasi tragedi yang dialami Nia Kurnia Sari. Film itu tentu bisa memberikan kesempatan bagi keluarga dan teman-temannya untuk berbagi kembali cerita Nia. Saya rasa pembuat film itu ingin memberikan kesan positif dari cerita Nia, bukan hanya sekedar mengeksplorasi tragedi.
 
Filmnya sih aku lihat video premiere aja, ternyata ada warganet yang ngomong soal ini... aku pikir filmnya kayaknya harus ditonton dulu biar ngerti benarnya ceritanya. Tapi sekarang aku teringat mau beli tiket bioskop nanti kapan-kapan sih, kalau film ini sukses mungkin ada promo diskon, hehe 🀣. Tapi seriously, aku rasa film tentang pembunuhan tidak boleh dijadikan komersialisasi, itu benar-benar peduli dengan perasaan korban dan keluarganya. Aku harap film ini bisa menghibur orang dan memberikan kesadaran soal keamanan sosial, tapi aku juga rasa harusnya ada penjelasan lebih lanjut tentang maksud pembuatannya...
 
[ GIF: Seorang netizen dengan ekspresi penasaran, sambil menodai perangkatnya ] πŸ€”
[ GIF: Logo film "Nia Kurnia Sari" dengan warna gelap dan berat, kemudian berubah menjadi warna cerah dan menyenangkan ] πŸŽ₯
[ GIF: Seorang netizen dengan ekspresi skeptis, sambil menggaruk kepala ] πŸ™„
[ GIF: Sebuah screenshot dari media sosial dengan komentar negatif, kemudian dihancurkan oleh seorang netizen dengan kartu donasi ] πŸ’Έ
 
Film "Nia Kurnia Sari" itu mungkin sedang menjalani proses yang benar-benar sulit, ya... Semua orang nggak mau percaya kalau film ini bukan sekedar komersialisasi tragedi. tapi apa sih yang salah kita? kita sini cuma ingin diajak berdonasi dan bantu korban tragis itu, aja... Tapi sepertinya banyak orangnya nggak peduli dengan emosi orang lain, kayaknya film ini hanya membuat mereka merasa kesal dan tidak nyaman. πŸ€•πŸ‘Ž Saya rasa kita harus lebih paham dan mendukung para pekerja di industri film, karena mereka juga memiliki perasaan sendiri tentang hal-hal yang terjadi di balik layar.
 
Film Nia Kurnia Sari kayaknya salah target, ya? Mereka sibuk memfokuskan perhatian ke aspek komersialisasi aja, bukan memahami apa yang sebenarnya ingin dibicarakan. Cerita pembunuhan Nia Kurnia Sari itu sangat tragis banget, kayaknya film ini harus lebih fokus pada menghormati peristiwa itu dan tidak hanya sekedar promosi aja πŸ€”. Saya rasa kalau mereka mau membuat film tentang kasus ini, mereka harus lebih teliti dalam menceritakannya, bukan hanya mempermalukan semula kekejaman yang sudah ada.
 
Film Nia Kurnia Sari kayaknya tidak perlu dibuat ya... Kalau udah ada korban, siapa yang mau bikin film tentang kasus itu? Biar jadi sorotan masyarakat saja, tapi kayak gini udah membuat korban nyawa mereka lagi. Tapi, saya aki paham kalau film ini bisa menyesuaikan cerita dengan cara yang tidak terlalu dramatis... Mungkin ada cara lain buat film ini jadi lebih baik ya? Saya rasa warganet ini memang terlalu cepat mempertanyakan isi film.
 
Film "Nia Kurnia Sari" kayaknya serasa ngeluhin orang yang belum punya ide untuk buat film. Pembuatan film tentang tragedi itu kayaknya membutuhkan pertimbangan dan pengayoman lebih dari sekedar ngajak penonton donasi. Apa sih maksud aja buat mengasah perhatian masyarakat?
 
Gue pikir kayaknya kalau ada drama di film gitu sih udah wajar banget. Tapi apa yang bikin gak sabar adalah kalau ada barcode berdonasi di premiere, keren banget ya.. Siapa yang nggak suka donasikan uang? Kalau tidak mau donasikan, maka harus tunda tayang aja. Nanti sih cerita tentang pembunuhan Nia Kurnia Sari bisa dipikirkan lebih serius oleh warganet.
 
Film Nia Kurnia Sari kayaknya harus jujur dengan narasi aslinya dulu, gak usah dipotong aja untuk jadi biar viral aja di media sosial πŸ˜’. Kita lihat video premiere itu, itu kalau benar-benar film yang mau berdonasi untuk korban kejahatan itu apa aja? Maksudnya gak apa-apa kira-kira πŸ™„. Gue rasa produser dan sutradara kayaknya jadi ganguan aja sama dengan opini publik, padahal cerita ini penting banget untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan 🚨.
 
Film "Nia Kurnia Sari" ini kayaknya memang salah menebak kalau diputar ke masyarakat. Mereka pikir aja sekedar komersialisasi atas tragedi pembunuhan Nia, bukan cerita nyata yang harus diungkapkan. Hmm, gimana kalau film ini nanti bisa memberikan kesan yang lebih mendalam dan tidak terlalu fokus pada donasi? πŸ€”πŸŽ¬
 
Film "Nia Kurnia Sari" kayaknya masuk ke hati banyak orang. Mereka merasa film ini hanya sekedar biarkan korban tragedi itu jadi bahan komersial, tapi sebenarnya mereka mau membantu keluarga korban. Kalau tidak ada aksi-aksi seperti ini, pasti film ini nggak akan viral kayaknya πŸ€”. Saya pikir cara ini bisa berjalan dengan baik asalkan kualitas filmnya juga mantap sih!
 
aku pikir cerita Nia Kurnia Sari itu benar-benar tragis banget! tapi mungkin warganet yang merasa film ini hanya sekedar komersialisasi tragedi itu belum paham betapa pentingnya kisah ini untuk meningkatkan kesadaran akan kejahatan tersebut! kami netizen harus lebih bijak dalam menilai hal-hal seperti ini! πŸ€”
 
Film Nia Kurnia Sari itu kayaknya gak perlu dipertanyikan siapa juga tahu apa yang bikin warganet senang-nyangsi 🀣. Bayangkan aja si Nia, gadis yang kehilangan nyawa dengan cara yang brutal 😱, dan orang-orang langsung asumsi film ini adalah hal yang bermain komersial... Gak kayaknya, kan? Saya pikir kalau gak ada film seperti ini, kita nanti hanya tahu cerita Nia itu dari buku atau something... Tapi sih, aku juga paham dengan perasaan warganet ini, karena gak sedikit orang yang bilang film ini adalah 'memanfaatkan' kisah seseorang yang sudah meninggal πŸ˜”. Aku rasa film ini harus bisa memberikan makna dan arti yang sebenarnya dari cerita Nia... Tapi kayaknya kita nanti bisa lihat bagaimana film ini bikin warganet berubah pikiran setelah melihatnya dirilis πŸŽ₯πŸ‘€.
 
Aku pikir komentar negatif yang terjadi di media sosial itu kan berlebihan banget guys! Film "Nia Kurnia Sari" itu memang buat kita sadar tentang pentingnya keselamatan di masyarakat, tapi siapa bilang film ini bukan dari niat baik? Aditya Gumay dan Ronny Mepet ini bisa jadi ingin membuat cerita yang edukatif dan menginspirasi buat kita semua. Dan ternyata penonton juga bisa berdonasi untuk kebaikan sosial, itu kan gampang banget! πŸ€”πŸ’Έ
 
kembali
Top