Amerika Serikat menarik diri dari puluhan organisasi internasional, termasuk banyak lembaga yang berperan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. Sebagian besar organisasi tersebut berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusannya dengan menyatakan bahwa organisasi-organisasi ini "tidak lagi melayani kepentingan Amerika Serikat" dan justru mempromosikan agenda yang "tidak efektif atau bersifat bermusuhan".
Trump menuduh banyak organisasi tersebut mendorong kebijakan iklim yang radikal, tata kelola global, serta program ideologis yang dianggap bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
Penarikan diri AS dari organisasi-organisasi ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam lembaga-lembaga tersebut. Amerika Serikat juga menarik diri dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan otoritatif dunia di bidang ilmu iklim yang menyusun laporan-laporan ilmiah paling komprehensif tentang kenaikan suhu global.
Penarikan diri AS ini juga mencakup organisasi non-PBB yang bergerak di bidang kerja sama energi bersih, tata kelola demokrasi, dan keamanan internasional. Dampak penarikan diri AS dari organisasi-organisai ini akan memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya.
Langkah ini juga akan melemahkan kerja sama global dalam menanggulangi perubahan iklim. Amerika Serikat, sebagai ekonomi terbesar di dunia, seharusnya menanggung sekitar 22 persen dari anggaran rutin PBB. Namun, AS tidak membayar kontribusi tahunannya untuk anggaran rutin pada tahun lalu.
Sementara itu, empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya yang memiliki hak veto (China, Prancis, Rusia, dan Inggris) telah melunasi kewajiban mereka sepenuhnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusannya dengan menyatakan bahwa organisasi-organisasi ini "tidak lagi melayani kepentingan Amerika Serikat" dan justru mempromosikan agenda yang "tidak efektif atau bersifat bermusuhan".
Trump menuduh banyak organisasi tersebut mendorong kebijakan iklim yang radikal, tata kelola global, serta program ideologis yang dianggap bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
Penarikan diri AS dari organisasi-organisasi ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam lembaga-lembaga tersebut. Amerika Serikat juga menarik diri dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan otoritatif dunia di bidang ilmu iklim yang menyusun laporan-laporan ilmiah paling komprehensif tentang kenaikan suhu global.
Penarikan diri AS ini juga mencakup organisasi non-PBB yang bergerak di bidang kerja sama energi bersih, tata kelola demokrasi, dan keamanan internasional. Dampak penarikan diri AS dari organisasi-organisai ini akan memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya.
Langkah ini juga akan melemahkan kerja sama global dalam menanggulangi perubahan iklim. Amerika Serikat, sebagai ekonomi terbesar di dunia, seharusnya menanggung sekitar 22 persen dari anggaran rutin PBB. Namun, AS tidak membayar kontribusi tahunannya untuk anggaran rutin pada tahun lalu.
Sementara itu, empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya yang memiliki hak veto (China, Prancis, Rusia, dan Inggris) telah melunasi kewajiban mereka sepenuhnya.