Amerika Serikat (AS) keluar dari puluhan organisasi internasional, termasuk banyak lembaga yang berperan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. Presiden AS Donald Trump menarik AS dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), perjanjian internasional yang menjadi dasar utama kerja sama global dalam memerangi pemanasan global.
AS juga keluar dari International Solar Alliance, International Institute for Democracy and Electoral Assistance, serta Global Counter-Terrorism Forum. Trump sebelumnya juga telah menghentikan pendanaan bagi berbagai organisasi multilateral yang tidak disukainya dan secara terbuka menolak konsensus ilmiah mengenai perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Penarikan diri AS ini dianggap sebagai dampak besar untuk kerja sama global dalam memerangi pemanasan global. Karena itu, pemerintah AS menyatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut menjadi "pemborosan uang pajak". Sementara itu, beberapa pemimpin Eropa mengkritik keras keputusan ini dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.
AS juga menarik diri dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan otoritatif dunia di bidang ilmu iklim yang menyusun laporan-laporan ilmiah paling komprehensif tentang kenaikan suhu global. Penarikan diri AS ini kemungkinan akan memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya.
Piagam PBB tidak bisa dipilih-pilih sesuka hati, kata juru bicara PBB Stéphane Dujarric. "Kami tidak akan menegosiasikan ulang piagam tersebut." Sementara itu, empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya yang memiliki hak veto (China, Prancis, Rusia, dan Inggris) telah melunasi kewajiban mereka sepenuhnya. China tercatat membayar lebih dari 685 juta dolar AS.
Penarikan diri AS ini menjadi dampak besar bagi kerja sama global dalam memerangi pemanasan global.
AS juga keluar dari International Solar Alliance, International Institute for Democracy and Electoral Assistance, serta Global Counter-Terrorism Forum. Trump sebelumnya juga telah menghentikan pendanaan bagi berbagai organisasi multilateral yang tidak disukainya dan secara terbuka menolak konsensus ilmiah mengenai perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Penarikan diri AS ini dianggap sebagai dampak besar untuk kerja sama global dalam memerangi pemanasan global. Karena itu, pemerintah AS menyatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut menjadi "pemborosan uang pajak". Sementara itu, beberapa pemimpin Eropa mengkritik keras keputusan ini dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.
AS juga menarik diri dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan otoritatif dunia di bidang ilmu iklim yang menyusun laporan-laporan ilmiah paling komprehensif tentang kenaikan suhu global. Penarikan diri AS ini kemungkinan akan memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya.
Piagam PBB tidak bisa dipilih-pilih sesuka hati, kata juru bicara PBB Stéphane Dujarric. "Kami tidak akan menegosiasikan ulang piagam tersebut." Sementara itu, empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya yang memiliki hak veto (China, Prancis, Rusia, dan Inggris) telah melunasi kewajiban mereka sepenuhnya. China tercatat membayar lebih dari 685 juta dolar AS.
Penarikan diri AS ini menjadi dampak besar bagi kerja sama global dalam memerangi pemanasan global.