Kenapa Adly Fairuz Digugat dan Apa Dugaan Kasusnya?

Penggugat Abdul Hadi mengajukan gugatan perdata kepada aktor Adly Fairuz karena dugaan penipuan dan wanprestasi. Kasus ini dimulai ketika Abdul Hadi ingin mendaftarkan anaknya ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan Adly Fairuz mempertemukan dirinya dengan penggugat sebagai pihak ketiga yang dianggap memiliki koneksi.

Menurut kuasa hukum penggugat, Farly Lumopa, Adly Fairuz menjanjikan kelulusan anak Abdul Hadi ke Akpol dengan meminta imbalan uang Rp3,65 miliar. Uang tersebut diserahkan secara tunai melalui perantara untuk Adly. Belakangan diketahui bahwa Jenderal Ahmad, yang dimaksud merupakan potongan dari nama lengkap Adly yakni Adly Ahmad Fairuz.

Kesepakatan pengembalian dana di hadapan notaris menetapkan cicilan Rp500 juta per bulan mulai awal 2025 hingga September 2025. Namun, Adly disebut hanya membayar sebagian sehingga diduga wanprestasi. Karena kesepakatan tidak dijalankan, penggugat melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan ini mencakup kerugian materiil dan immateriil akibat dugaan penipuan dan wanprestasi. Selain pengembalian dana, penggugat menuntut denda Rp100 juta per hari jika Adly tidak menunjukkan itikad baik. Tuntutan ini disertakan sebagai upaya memastikan pelaksanaan putusan pengadilan.

Kuasa hukum menekankan bahwa klaim bersifat perdata dan dapat berlanjut ke ranah pidana. Somasi sebelumnya dilayangkan kepada Adly, namun tidak mendapatkan respons. Kasus ini akan dibahas dalam sidang perdana di Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026).
 
Makasih ya gue bisa tahu kalau aktor itu nggak jujur dengannya loh! Apa ada yang beda gue dari penggugat sih, kalau bukan penggunaan kata "wanprestasi" yang bnyak umum sekarang. Kalau ini nanti kalau pas coba kasusnya ke pengadilan ya gue aja nungguin denda banget!
 
Ady papa, kalau jangan salah si Adly gini nggak bisa bekerja lagi 🀣. Siapa ngebayang biaya aja dari penggugat itu? Sama-sama, tapi kalau aku bilang ke gogo aku bilang dia harus dibawa ke pengadilan dan dipenjara πŸ˜‚. Tapi sih aku rasa perlu diingat kalau klaim bersifat perdata aja, jadi bisa ada kesempatan lagi untuk Adly 🀞. Gw yakin dugaan penipuan sih tidak ada proof ya? πŸ˜•. Aku bilang kalau penggugat harus lebih berhati-hati dulu sebelum melayangkan gugatan, ya? πŸ™.
 
ini kasus Adly Fairuz lagi ya 🀯! aku pikir si Adly ini terlalu bersemangat, ngerasa suka suka aja gak ada batas. kalau benar-benar jadi seperti itu, tuh gugatan perdata nggak bakar aja di tangan penggugat, bisa banget rugi πŸ€‘. tapi sih aku tidak tahu apa benarnya, mungkin Adly ini hanya berbohong aja, atau mungkin penggugat yang salah. kita lihat sidang perdana nanti, semoga kebenaran akan terungkap πŸ€”πŸ’Ό
 
Gak bisa percaya dengerin kabar ini, Adly Fairuz nggak jujur soal kejujuran denga penggugat. Ngecewit kan kalau dia jadi bule-bule, jangan ngerasa kesepian sambil terus meminta uang dari orang lain. Siapa bilang dia tahu pasien anak Abdul Hadi akan lulus Akpol? Nyangka klaim-klaim yang dia kirimkan nggak ada satu pun bukti... gimana kalau Adly Fairuz ini jujur dulu, sampe bisa jalan dengan baik?
 
Pokoknya Adly Fairuz itu bule dan jujur aja, tapi malah menipu orang tadi. Mau dilarang dari Akpol aja, tapi malah jadikannya korupsi. Saya pikir kalau gugatan ini sebenarnya untuk melindungi hak-hak para penggugat, tapi Adly itu yang harus tahu-tahu sendiri apa yang dia lakukan. Saya rasa kasus ini perlu dibahas dengan lebih teliti agar tidak salah arah. πŸ€”πŸ’‘
 
adiknya aku pikir gak perlu banget kira adly buat kasus ini... kalau diperlukan jangan diceritain, tapi diterima dulu, kemudian nanti lihat. tapi kalau benar-benar penipu... dihukumlah! πŸ€―πŸ’Έ
 
Aku pikir sih Adly Fairuz ini benar-benar konyol banget! Menjanjikan uang Rp3,65 miliar untuk anak penggugat itu dengan cicilan Rp500 juta per bulan? Itu seperti bermain main aja! Dan yang paling parah, dia bilang dia hanya membayar sebagian karena... apa lagi? Aku pikir dia tidak punya benak-benar niat baik sama sekali! πŸ™„πŸ€‘
 
Aku pikir kalau Adly Fairuz itu memang gila banget. Minta uang Rp3,65 miliar dari Abdul Hadi untuk membantu anaknya jadi polisi? Gak ada yang bisa jadi di sini! Dan kalau Adly hanya membayar sebagian saja, itu juga bukti dia benar-benar penipu. Aku rasa penggugat malah yang berhak menerima denda dari Adly. Tapi aku rasa kasus ini masih panjang dan kompleks, ngga tahu siapa yang benar dan siapa yang salah.
 
Aku rasa kasus ini seru banget, sih. Dulu aku tahu sudah banyak kasus seperti ini, tapi sepertinya Adly Fairuz punya strategi yang keren. Dia menjanjikan kelulusan anak penggugat ke Akpol dan lalu meminta uang. Tapi kayaknya dia tidak mau membayar denda, jadi sekarang penggugat gugatnya.

Aku tahu kalau penggugat benar-benar kecewa karena Adly Fairuz tidak menunjukkan itikad baik, tapi aku rasa ini semua tentang cara bermain game. Jika Adly ingin kelulusan anak penggugat, dia harus membayarnya dengan serius. Tapi sepertinya dia malah memilih untuk memanfaatkan kesempatan itu.

Aku harap pengadilan bisa menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku juga harap Adly Fairuz bisa belajar dari kesalahannya. Dan aku rasa kita semua perlu waspada ketika ada orang yang memanfaatkan orang lain dengan cara buruk. πŸ€”
 
Adly Fairuz kayaknya nggak perlu dipermalukan. Kalau dia benar-benar memfitnah Abdul Hadi, dia harus menghadapi hukuman. Tapi kalau klaimnya salah, dia tidak harus dihukum begitu berat. Itu kesalahannya, orang lain punya hak untuk mengajukan gugatan. Dan kalau penggugat benar-benar dugaan penipuan, dia pasti akan mendapatkan hukuman. Tapi kita juga harus mempertimbangkan bahwa Adly Fairuz kayaknya memiliki reputasi yang baik di kalangan masyarakat. Jadi, saya rasa kasus ini harus dibangun dengan hati-hati agar tidak merugikan reputasi Adly. 😊
 
Kasus ini benar-benar membuat aku sedih sekali πŸ˜”. Siapa nanti yang mau berbohong dan menipu orang lain dengan uang? Adly Fairuz jelas-jelas bukan pria baik hati πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku rasa penggugat Abdul Hadi benar-benar memiliki hak untuk mengajukan gugatan perdata ini πŸ’ͺ. Mungkin kalau nanti kasus ini selesai, orang-orang akan lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam kesalahpahaman 😊.
 
aku pikir kasus adly fairuz itu banget! dia menjanjikan anak abdul hadi kelulusan ke akpol tapi ternyata gak ada yang nyata, hanya ngajak orang ngerampok dana. kalau dia benar-benar mau buat anaknya sukses, dia gak perlu menawarkan uang puluhan miliar, itu berlebihan!

aku senang kuasa hukum abdul hadi sedang menggugat adly, karena harus ada jawab atas tindakannya. tapi aku rasa penuntutan Rp100 juta per hari sih nggak perlu, itu terlalu keras. mungkin denda sekitar Rp50-70 juta saja sudah cukup.

aku juga penasaran kenapa Adly tidak mau membayar cicilan dana yang telah ditentukan. apakah dia benar-benar tidak memiliki uang? atau dia hanya nggak ingin membayar?
 
<font color="blue">πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ˜‚ Jangan sabar-sabar kan Adly Fairuz, kayaknya dia buat anak penggugatnya kesini buat biaya akpol πŸ€‘</font>

<font color="red">πŸ’Έ Wanprestasi kan? Tapi kalau benar-benar punya hubungan dengan Akpol, kenapa jadi penipu πŸ˜’</font>

<font color="green">πŸ‘€ Si Adly Fairuz kayaknya butuh bantuan hukum sih πŸ€”</font>
 
ini kasus yang bikin aku pikir, siapa yang benar dan siapa yang salah? tapi aku rasa apa yang terpenting adalah bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. apakah kita bisa memperbaiki diri sendiri sebelum menggugat seseorang? aku rasa kita harus lebih bijak dalam memilih cara menyelesaikan masalah, bukan dengan gugatan dan perintah denda yang tinggi. tapi apa yang bisa dilakukan kita untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi di masa depan?
 
Pikir aku kalau kasus ini nggak sengaja sama sekali, tapi gue banget terkesan dengar cerita ini πŸ˜•. Kalau asal-usulnya nggak jelas dan ada janji palsu dari Adly, itu kan serius banget! πŸ€¦β€β™‚οΈ Gue rasa pengadilan harus fokus banget pada kasus ini agar tidak terjadi keterlibatan orang lain yang salah. Tapi gue juga paham kalau Adly bisa mengalami kesulitan dalam hidup, tapi itu tidak berarti dia boleh menipu orang lain πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Maksudnya kalau orang yang suka bikin cerita untuk jadi kaya gak boleh bawa siapa aja ke depan. Adly Fairuz bisa jadi cuma bosan sekali, tapi harus dihadapkan gugatan apa lagi. Penggugat ini nggak sabar-sabar, dia langsung melayangkan gugatan dan tuntutan yang banyak. Siapa tahu kalau dugaannya benar aja, Adly akan terkejut banget πŸ€¦β€β™‚οΈ. Tapi kalau tidak... maka dia harus kewalahan membayar denda setiap hari. Dangguan bisa jadi biaya hidupnya untuk sisa hidupnya πŸ˜….
 
kembali
Top