Kenapa Adly Fairuz Digugat dan Apa Dugaan Kasusnya?

Pernahkah kamu mendengar tentang kasus penggugatan perdata yang dilayangkan oleh Abdul Hadi kepada aktris Adly Fairuz? Kasus ini bermula ketika Abdul Hadi menghubungi Adly agar anaknya bisa diterima di Akademi Kepolisian (Akpol). Tapi apa yang sebenarnya terjadi di balik janji itu?

Menurut sumber, Adly diduga menjanjikan kelulusan anak Hadi ke Akpol dengan meminta imbalan uang Rp3,65 miliar. Uang tersebut diserahkan secara tunai melalui perantara untuk Adly. Janji ketiga ini tidak bisa direalisasikan karena usia anak tersebut sudah tidak memenuhi syarat sebagai calon polisi.

Tapi apa yang lebih menarik? Adly dan penggugat membuat kesepakatan pengembalian dana di hadapan notaris, tetapi Adly disebut hanya membayar sebagian. Ini diduga merupakan wanprestasi atau penipuan. Kesepakatan ini tidak dijalankan, sehingga penggugat melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan ini mencakup kerugian materiil dan immateriil akibat dugaan penipuan dan wanprestasi. Nilai klaim mencapai hampir Rp5 miliar. Adly diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung di Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026).

Jadi, kenapa Adly Fairuz digugat? Sepertinya karena ia memanfaatkan janji yang tidak ada keuntungan bagi anak Hadi dan tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Ini adalah contoh dari bagaimana pengguna bisa berubah menjadi penipu hanya dengan menggunakan janji palsu.

Saya rasa kasus ini menunjukkan betapa pentingnya kita harus berhati-hati saat membuat janji atau transaksi, terutama ketika kita tidak yakin tentang keabsahan atau kebenaran dari janji itu.
 
aku pikir kalau ada kesepakatan di hadapan notaris, gak usah bnyknya aja kan? apa artinya kalau ada kesepakatan yang dibuat tapi gak dijalankan, siapa yang nanggungnya? tapi kayaknya kasus ini menunjukkan betapa pentingnya kita harus berhati-hati saat membuat janji atau transaksi, terutama ketika kita tidak yakin tentang keabsahan atau kebenaran dari janji itu. mungkin kalau Adly Fairuz gak pernah niat serius buat anak Hadi, kenapa ada kesepakatan di hadapan notaris? kayaknya ini kasus pengguna yang berubah menjadi penipu 🙅‍♂️
 
gak percaya deh kalau Adly memanfaatkan anak Hadi untuk diperoleh uang. tapi apa yang lebih gak enak sih kalau penggugat jadi korban penipuannya juga 🤦‍♂️. aku rasa ini bukan tentang Adly, tapi tentang kita yang harus berhati-hati saat membuat janji atau transaksi. kita harus selalu waspada dan tidak terlalu cepat percaya pada orang lain. dan jangan lupa untuk memeriksa keabsahan dari janji itu sebelum melakukan transaksi ya 🤑.
 
Kasus Adly Fairuz ini seru banget! Makanya ada yang bilang dia adalah penipu. Janji yang dia berikan kepada anak Abdul Hadi benar-benar palsu dan dia hanya memanfaatkan anak itu untuk mendapatkan uang. Kalau gak sengaja, dia bisa jadi mengutap kanaikan. Saya rasa ini menunjukkan betapa pentingnya kita harus berhati-hati saat membuat janji atau transaksi, terutama ketika kita tidak yakin tentang keabsahan atau kebenaran dari janji itu. Tapi, sementara itu, siapa yang tahu benar-benar apa yang sebenarnya terjadi? 😒
 
Pernah aku mendengar kalau Adly Fairuz dikenakan gugatan yang parah karena kasus penipuan dana. Aku rasa ini sangat serius banget, tapi juga aku pikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik kesepakatan tersebut. Apa pun jadinya, kita harus berhati-hati saat membuat janji atau transaksi, terutama ketika kita tidak yakin tentang keabsahan atau kebenaran dari janji itu. Aku rasa ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua.

Dan aku juga pikir bahwa kesepakatan pengembalian dana di hadapan notaris ini, itu gampang ditipu. Aku ingat kalau dulu aku punya teman yang sering menipu teman lain dengan janji palsu. Dan sekarang Adly Fairuz dikenakan gugatan karena hal yang sama. Ini adalah contoh dari bagaimana pentingnya kita harus berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam membuat keputusan.

Aku rasa ini adalah kesalahan besar oleh Adly Fairuz, tapi aku juga pikir bahwa penggugat yang mengajukan gugatan ini, itu tidak benar pula. Aku ingat kalau dulu aku punya sahabat yang sering menipu orang lain dengan janji palsu. Dan sekarang aku harus menerima bahwa kesalahan tersebut telah terjadi.

Tapi, aku pikir bahwa apa pun yang terjadi, kita harus belajar dari kesalahan tersebut dan berhati-hati saat membuat keputusan dalam masa depan. Karena, seperti yang dikatakan, "dulu tidak ada, sekarang ada"
 
Aku rasa kalau Adly memang salah, tapi aku juga tidak puas sama sekali dengan penggugatan ini. Aku pikir kalau Hadi juga salah karena dia tidak sabar-sabar dan langsung menghubungi Adly tanpa tahu terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh Akpol. Kalau kalau Hadi sudah tahu itu, kenapa dia tidak hanya mencoba untuk mendapatkan bantuan dari lembaga lain? Aku pikir kalau ini semua bisa dihindari jika orang-orang lebih berhati-hati saat membuat janji atau transaksi... 🤔
 
Aku pikir kalau Adly Fairuz benar-benar tidak ingat janjinya kepada Abdul Hadi atau ada yang memaksa dia untuk tidak menjalankan kesepakatan itu 🤔. Tapi aku rasa ini lebih mirip dengan cerita " orang yang menjadi korban" bukan? Kenapa kita selalu percaya pada seseorang tanpa meminta klarifikasi dulu? Aku pikir pengembalian uang Rp3,65 miliar itu adalah satu-satunya alasan di balik gugatan ini, tapi apa kalau benar-benar Adly tidak ingat janjinya? 🤑
 
kembali
Top