Kenapa Adly Fairuz Digugat dan Apa Dugaan Kasusnya?

Pernahkah Anda mendengar cerita dari Adly Fairuz, aktor ternama Indonesia? Ia kini menghadapi gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan ini diajukan oleh Abdul Hadi terkait dugaan penipuan dan wanprestasi.

Bermula dari janji Adly agar anak penggugat bisa diterima di Akademi Kepolisian (Akpol). Abdul Hadi menilai dirinya dirugikan karena janji tersebut tidak terealisasi. Dugaan penipuan ini berkaitan dengan uang yang disebut telah diserahkan penggugat sebagai "pelicin" untuk lolos masuk Akpol.

Adly dinilai ingkar janji meski sempat membuat kesepakatan pengembalian dana. Gugatan diajukan setelah somasi yang disampaikan penggugat tidak memperoleh tanggapan dari Adly. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung di Jakarta Selatan pada Kamis (8/1/2026).

Kronologi gugatan ini bermula ketika Abdul Hadi ingin mendaftarkan anaknya ke Akademi Kepolisian (Akpol). Ia kemudian menghubungi Agung Wahyono untuk mendapatkan bantuan. Agung mempertemukan Hadi dengan Adly Fairuz sebagai pihak ketiga yang dianggap memiliki koneksi.

Adly diduga menjanjikan kelulusan anak Hadi ke Akpol dengan meminta imbalan uang Rp3,65 miliar. Uang tersebut diserahkan secara tunai melalui perantara untuk Adly. Menurut kuasa hukum penggugat, Farly Lumopa, uang ini disebut akan diteruskan ke pihak tertentu bernama Jenderal Ahmad. Belakangan diketahui Jenderal Ahmad yang dimaksud merupakan potongan dari nama lengkap Adly yakni Adly Ahmad Fairuz.

Upaya memasukkan anak Hadi ke Akpol sudah dilakukan dua kali pada 2023 dan 2024 melalui Adly, namun gagal. Janji ketiga tidak bisa direalisasikan karena usia anak tersebut sudah tidak memenuhi syarat sebagai calon polisi. Setelah kegagalan total tersebut, Adly dan penggugat membuat kesepakatan pengembalian dana di hadapan notaris.

Namun, Adly disebut hanya membayar sebagian, sehingga diduga wanprestasi. Karena kesepakatan tidak dijalankan, penggugat melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adly diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana.

Gugatan ini mencakup kerugian materiil dan immateriil akibat dugaan penipuan dan wanprestasi. Selain pengembalian dana, penggugat menuntut denda Rp100 juta per hari jika Adly tidak menunjukkan itikad baik.
 
Sudah lama ya gini cerita Adly Fairuz yang suka berbisik-bisik di depan kamera. Tapi kali ini dia harus menghadapi hukumnya sendiri. Aku rasa gugatan ini terlalu panjang dan rumit, tapi aku setuju dengan keputusan penggugat untuk tidak memberikan kesempatan lagi pada Adly untuk mendaftar anaknya ke Akpol.

Tapi, aku masih ragu-ragu tentang kemampuan penggugat untuk membuktikan semua yang mereka taksirkan. Kalau benar-benar Adly melakukan penipuan dan wanprestasi, maka dia harus dibawa ke hukum dan tidak boleh lagi merusak reputasinya. Aku harap sidang perdana di Jakarta Selatan bisa memberikan klarifikasi yang jelas tentang apa yang terjadi. 💭
 
Wah, ini gini kalau aktor-aktor Indonesia nggak bisa dipercaya lagi 🤦‍♂️. Saya ingat ketika Adly Fairuz masih menjadi bintang film favorit saya, tapi sekarang dia terjebak dalam skandal perdata ini. Saya rasanya ini bukan tentang kerugian materiil yang serius, tapi tentang kesepakatan yang tidak terealisasi dan dugaan penipuan 🤑.

Saya paham bahwa kesalahan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk Adly Fairuz. Namun, saya pikir ini bukan kalau dia melakukan kesalahan secara bersalah, tapi karena keterlibatan orang lain dalam skandal ini 🤔. Saya tidak yakin tentang kebenaran dari gugatan perdata ini, tapi saya rasa penting untuk memperhatikan bagaimana ini dapat mengaruh pada reputasi Adly Fairuz dan industri hiburan Indonesia secara umum 🎬.
 
Eh, ini gugatan Adly Fairuz apa? Siapa tahu dia memang benar-benar melakukan penipuan, tapi aku rasa cerita ini terlalu kompleks. Aku pikir ada yang salah dengan perantara penggugat, siapa nih yang memberikan uang itu ke Adly? Apa tidak ada bukti yang jelas? Lalu siapa Jenderal Ahmad itu, kayaknya hanya nama palsu. Dan kenapa Adly harus dipaksa mengembalikan dana sebesar Rp3,65 miliar? Aku rasa ini semua terlalu berantakan. Nah, tapi, aku juga pikir ada yang salah dengan Adly, dia memang tidak jujur tentang kesepakatan pengembalian dana. Tapi, apakah itu cukup untuk menggugatnya? Aku malah khawatir ini semua akan membuat Adly menjadi korban dari gugatan palsu. Siapa yang tahu, mungkin ada yang terlibat dalam kejadian ini dan ingin memberi sinyal kepada publik. Hmm...
 
🤔 Adly Fairuz ini ternyata berbohong banget, ya... dia janji anak Abdul Hadi bisa masuk Akpol dengan uang 3,65 miliar itu. Tapi ternyata itu hanya janji palsu aja, dia tidak serius memperhatikan kasih sayang dari penggugat. Dan apa yang paling konyolnya adalah dia bernama sendiri seperti Jenderal Ahmad... siapa nanti yang percaya dengan nama belakang Adly itu? 😂
 
Gue paham kenapa penggugat terganggu deh... tapi siapapun yang berusaha untuk masuk Akpol harus patuh dan jujur aja, ya? Gugatan ini sebenarnya bisa dihindari kalau gue tahu, tapi Adly memang terkena tuduhan penipuan. Dan kalau janji yang dibuat tidak terealisasi, itu juga salah pihaknya. Gue rasa perlu diberikan kesempatan kedua untuk menunjukkan diri dan memperbaiki kesalahan-kesalahannya.
 
Saya rasa kalau ini dia jadi korupsi aja sih, dia tidak jujur dengan janji dia berikan kepada anak penggugit. Kalau benar-benar dia mau anaknya masuk Akpol, dia harus jujur dan tidak minta uang sebagai imbalan. Saya ragu-ragu kalau ini bukan lagi tentang kesepakatan dana yang dia bayar dan tidak bayar, tapi tentang keterlibatan korupsi yang lebih serius 🤔
 
Gue rasa ini sangat menggalakkan adanya kesadaran masyarakat tentang penerapan hukum yang adil dan tegas bagi mereka yang memilih untuk melakukan hal-hal tidak pantas seperti penipuan dan penggelapan dana. Masing-masing orang harus bertanggung jawab atas perbuatan-nya sendiri, apakah itu sebagai aktor ternama atau seseorang biasa-biasa aja, semua harus menjaga integritas dan tidak melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan kerugian bagi orang lain. 🙏💪
 
kembali
Top