DANANTARA BERTAJUK WEF, INI HAKIKAH KEHORMATAN?
Pertama kalinya danantara ikut berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengatakan ini suatu kehormatan bagi perusahaan mereka.
"Kita didirikan bulan Februari lalu dan WEF tahun lalu jadi kejutan ya. Tapi kali ini serius sekali. Kami berkoordinasi dengan Kadin dan BKPM selama sekitar 6-7 bulan terakhir, sehingga kita siap bersiap," kata Arief.
Danantara melihat WEF 2026 sebagai kesempatan untuk menjangkau akses global secara strategis demi kepentingan pembangunan dan pertumbuhan nasional. Mereka ingin memperkenalkan diri sebagai badan pengolahan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik.
Arief juga mengatakan bahwa ini kesempatan untuk melihat dan mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana, termasuk kemungkinan adanya co-investments. Danantara memiliki mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia lewat pendekatan yang terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha.
Sementara itu, Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan WEF 2026 akan diikuti oleh sekitar 3.000 perusahaan global termasuk pemimpin negara. Perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, ByteDance, Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow, dan S&P akan hadir.
Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan penjajakan investasi yang besar serta menunjukkan wajah Indonesia kepada dunia. Nurul menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di WEF 2026 adalah satu tahapan awal yang objektifnya adalah image building. Kita tidak punya tujuan langsung untuk berpromosi investasi, tapi kehadiran kita di sana adalah menunjukkan inilah wajah Indonesia.
Selain rangkaian acara di WEF, Indonesia juga membuka acara sampingan khusus yakni Indonesia Pavilion.
Pertama kalinya danantara ikut berpartisipasi dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, mengatakan ini suatu kehormatan bagi perusahaan mereka.
"Kita didirikan bulan Februari lalu dan WEF tahun lalu jadi kejutan ya. Tapi kali ini serius sekali. Kami berkoordinasi dengan Kadin dan BKPM selama sekitar 6-7 bulan terakhir, sehingga kita siap bersiap," kata Arief.
Danantara melihat WEF 2026 sebagai kesempatan untuk menjangkau akses global secara strategis demi kepentingan pembangunan dan pertumbuhan nasional. Mereka ingin memperkenalkan diri sebagai badan pengolahan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik.
Arief juga mengatakan bahwa ini kesempatan untuk melihat dan mengembangkan mitra-mitra baru nanti di sana, termasuk kemungkinan adanya co-investments. Danantara memiliki mandat untuk mendorong investasi strategis di Indonesia lewat pendekatan yang terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha.
Sementara itu, Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan WEF 2026 akan diikuti oleh sekitar 3.000 perusahaan global termasuk pemimpin negara. Perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, ByteDance, Coca-Cola, Dell, Meta, Visa, UBS, Dow, dan S&P akan hadir.
Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan penjajakan investasi yang besar serta menunjukkan wajah Indonesia kepada dunia. Nurul menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia di WEF 2026 adalah satu tahapan awal yang objektifnya adalah image building. Kita tidak punya tujuan langsung untuk berpromosi investasi, tapi kehadiran kita di sana adalah menunjukkan inilah wajah Indonesia.
Selain rangkaian acara di WEF, Indonesia juga membuka acara sampingan khusus yakni Indonesia Pavilion.