Kortisol face, wajah yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya akibat stres kronis. Kondisi ini terjadi karena kadar hormon kortisol dalam jangka panjang meningkat secara signifikan, sehingga mengganggu fungsi vital tubuh. Dokter menyatakan bahwa stres yang berlangsung lama memicu penahanan cairan dan redistribusi lemak di wajah, sehingga terlihat lebih bengkak atau bulat.
Kortisol sendiri adalah hormon stres yang mengatur respons tubuh terhadap tekanan dan berperan penting dalam mekanisme fight-or-flight. Saat kadar hormon ini tetap tinggi terlalu lama, fungsi vital tubuh bisa terganggu, sehingga berdampak signifikan pada kesehatan.
Stres kronis juga dapat menyebabkan perubahan struktural lain di wajah, seperti melemahnya jaringan kulit, muncul garis halus, kulit kendur, dan tampak kusam. Selain itu, produksi minyak berlebih, jerawat, kemerahan, pigmentasi, dan kulit sensitif juga bisa terjadi.
Namun, dokter menekankan bahwa setelah kadar kortisol kembali normal, keseimbangan cairan membaik, peradangan berkurang, dan proses regenerasi kulit bisa pulih. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi stres kronis dengan cara yang tepat, seperti dengan berolahraga secara teratur, makan makanan seimbang, dan mendapatkan cukup tidur.
Dengan memahami faktor-faktor yang menyebabkan wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya akibat stres kronis, kita bisa melakukan tindakan untuk mencegahnya. Dari berbagai sumber, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu mencegah penampilan wajah yang kurang sehat karena stres kronis, seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan, tidak merokok, dan melakukan olahraga secara teratur.
Kortisol sendiri adalah hormon stres yang mengatur respons tubuh terhadap tekanan dan berperan penting dalam mekanisme fight-or-flight. Saat kadar hormon ini tetap tinggi terlalu lama, fungsi vital tubuh bisa terganggu, sehingga berdampak signifikan pada kesehatan.
Stres kronis juga dapat menyebabkan perubahan struktural lain di wajah, seperti melemahnya jaringan kulit, muncul garis halus, kulit kendur, dan tampak kusam. Selain itu, produksi minyak berlebih, jerawat, kemerahan, pigmentasi, dan kulit sensitif juga bisa terjadi.
Namun, dokter menekankan bahwa setelah kadar kortisol kembali normal, keseimbangan cairan membaik, peradangan berkurang, dan proses regenerasi kulit bisa pulih. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi stres kronis dengan cara yang tepat, seperti dengan berolahraga secara teratur, makan makanan seimbang, dan mendapatkan cukup tidur.
Dengan memahami faktor-faktor yang menyebabkan wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya akibat stres kronis, kita bisa melakukan tindakan untuk mencegahnya. Dari berbagai sumber, ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu mencegah penampilan wajah yang kurang sehat karena stres kronis, seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan, tidak merokok, dan melakukan olahraga secara teratur.