Harga logam mulia semakin menanjak, pendorong inflasi meningkat hingga 55,4%. Dalam satu tahun, harga logam mulia naik sebesar 55,42 persen, atau lonjakan bulanan sebesar 0,87 persen. Peningkatan ini didorong oleh harga emas yang bervariasi, sehingga menyebabkan inflasi meningkat.
Harga emas menjadi penyumbang utama inflasi nasional, tercatat 11 kali menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sejak Januari sampai Desember. Sementara itu, emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada tahun 2025.
Menurut data BPS, inflasi nasional mencapai 2,92 persen secara nasional dan 0,64 persen secara bulanan. Namun, angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi ytd Desember 2021 hingga 2024, kecuali pada tahun 2022.
Peningkatan harga logam mulia ini juga mempengaruhi inflasi nasional. "Komoditas penyumbang utama inflasi tahun 2025 adalah emas perhiasan, cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan beras," katanya.
Harga emas yang meningkat memicu lonjakan harga logam mulia dan menyebabkan inflasi meningkat.
Harga emas menjadi penyumbang utama inflasi nasional, tercatat 11 kali menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sejak Januari sampai Desember. Sementara itu, emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada tahun 2025.
Menurut data BPS, inflasi nasional mencapai 2,92 persen secara nasional dan 0,64 persen secara bulanan. Namun, angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi ytd Desember 2021 hingga 2024, kecuali pada tahun 2022.
Peningkatan harga logam mulia ini juga mempengaruhi inflasi nasional. "Komoditas penyumbang utama inflasi tahun 2025 adalah emas perhiasan, cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan beras," katanya.
Harga emas yang meningkat memicu lonjakan harga logam mulia dan menyebabkan inflasi meningkat.