Kemlu Tanggapi Dino Patti Djalal: Kita Tak Fokus pada Retorika

Dino Patti Djalal memanggil Kemlu sebagai kawan yang takut berani mengkritik pelaku pelanggaran hukum internasional. Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), dikatakan "sangat standar" namun tidak menyebut AS, menurut Dino.
 
Aku pikir pernyataan Kemlu ni punya nuansa giliran siapa yang benar atau salah. Kalau asalnya kira-kira mereka ingin mengatakan bahwa penangkapan Nicolas Maduro itu adalaah pelanggaran hukum internasional, tapi kemudian mereka malah tidak nggabungkan kata "Amerika Serikat" siapa punya tangan yang melakukannya. Apa kira-kira itu "standar" ya? Aku rasa lebih baik jadi sederhana aja dan mengatakan bahwa penangkapan Nicolas Maduro itu adalaah kejadian yang tidak biasa dan memerlukan perhatian dari komunitas internasional.
 
Dino Patti Djalal kayaknya salah lagi, sih... Kemlu yang bikin pernyataan resmi kayak itu, udah terlalu "standar" banget. Yang jadi masalah adalah AS memanggil Venezuela Presiden, tapi nggak ada kata yang mengatakan "kawan". Apa bedanya kalau diperiksa deh? Kita harus fokus buat kebenaran dan tidak bermesra-nesra kayak itu. Dino malah malu nggak, kayak gini kita harus selalu menjaga keseriusan dan transparansi dalam berkomunikasi.
 
AS memanggil presiden Venezuela yang mana dia bilang takut berani mengkritik pelaku pelanggaran hukum internasional, tapi siapa bilang AS tidak mau dikritisi? Mereka aja terus serang Venezuela dan sekarang jadi korban "kemanusiaan" mereka sendiri. Kamu tahu kan kalau AS itu banyak yang dia lakukan, tapi siapa yang mau mengkritik? Kita harus lihat dari mana peluangnya, kan? AS seringkali hanya berbohong dan mencoba menyamar. Mereka bukan yang paling "baik" di sini... 🤔
 
ini kayaknya kayak beli barang kalian ga ada stiker kena AS sih? kalo benar-benar standar, kenapa kemlu nggak bilangin AS secara langsung? kalau kaget dengan cara yang digunakan, tapi konsepnya sama kayak ngobrol dengan teman aja sih 🤔. dan siapa yang bilang AS tuh baik atau jahat? aku rasa ada di tengah-tengah, jadi kenapa kemlu harus memilih sisi satu saja? 🤷‍♂️
 
Gak bisa dibayangkan kalau Kemlu jadi kawan dari negara asing yang sering2 membuat masalah di luar negeri 🤯. Penangkapan Presiden Venezuela itu apa yang sinyalnya? Siapa yang bilang kejadian itu 'sangat standar' tapi tidak menyebut siapa yang melakukan? Itu nggak jelas sih. Maka dari itu, kita harus lebih berhati-hati dalam memberikan pendapat kita tentang isu-isu di luar negeri 🤔. Saya rasa ini ada yang salah dengan cara Kemlu itu, tapi saya nggak punya jawabannya 🤷‍♂️.
 
Saya pikir kemudian itu sedang terjadi di luar jangkauan kita, tapi siapa tahu benar-benar apa yang terjadi di Amerika Serikat 🤔. Saya ingat kali itu, di sini ada seorang teman saya yang pernah bekerja sama dengan asing dan dia bercerita tentang bagaimana mereka harusnya selalu menjaga kawan untuk tidak bikin masalah, tapi siapa tahu benar-benar apa yang terjadi di sana? 🤷‍♂️. Saya pikir itu semua sudah menjadi cerita sejarah, tapi nyatanya masih banyak yang belum mengetahuinya. Mungkin itu karena orang-orang tak ingin menerima kebenaran, atau mungkin benar-benar tidak ada bukti yang cukup. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi di sana dan mengapa terus terjadi seperti ini 🤷‍♂️.
 
Aku pikir kalau Jokowi harus jelas nih... apakah Indonesia mendukung penangkapan Presiden Venezuela itu, atau tidak? Jika benar kita mendukung, maka kenapa Kemlu ga bilang AS? Apa ada tekanan dari Amerika? Aku curiga kalau itu sengaja dipilih tidak disebutin. Dan apa yang bedanya, kalau Indonesia punya alasan sendiri untuk mendukung penangkapan Presiden Venezuela itu, bukan hanya karena Amerika mengambil tindakan seperti itu... 🤔👀
 
kembali
Top