Kemlu Pastikan Keselamatan WNI di Venezuela Setelah Serangan AS
Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela setelah serangan Amerika Serikat ke Ibu Kota Caracas. Meski situasi masih terkendali, Pemerintah RI mengimbau para WNI untuk menjaga ketenangan dan meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau perkembangan situasi keamanan di Venezuela secara saksama. Kemlu RI juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kemlu RI meminta kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog. Indonesia menyerukan agar tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil dan menjaga keselamatan seluruh WNI di Venezuela.
Kemlu RI juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melakukan operasi militer terhadap Venezuela yang diberi sandi "Operation Absolute Resolve" pada Sabtu (3/1/2025). Melalui operasi tersebut, AS menangkap Presiden petahana Nicolas Maduro dan Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores di kediaman mereka.
Kemlu RI meminta agar semua pihak dapat menjaga keselamatan dan keamanan seluruh WNI yang berada di Venezuela. Kemlu RI juga akan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara saksama untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela setelah serangan Amerika Serikat ke Ibu Kota Caracas. Meski situasi masih terkendali, Pemerintah RI mengimbau para WNI untuk menjaga ketenangan dan meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau perkembangan situasi keamanan di Venezuela secara saksama. Kemlu RI juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kemlu RI meminta kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog. Indonesia menyerukan agar tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil dan menjaga keselamatan seluruh WNI di Venezuela.
Kemlu RI juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melakukan operasi militer terhadap Venezuela yang diberi sandi "Operation Absolute Resolve" pada Sabtu (3/1/2025). Melalui operasi tersebut, AS menangkap Presiden petahana Nicolas Maduro dan Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores di kediaman mereka.
Kemlu RI meminta agar semua pihak dapat menjaga keselamatan dan keamanan seluruh WNI yang berada di Venezuela. Kemlu RI juga akan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara saksama untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di negara tersebut.