Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan mengadakan pertemuan untuk menandatangani perjanjian perdagangan yang disebut ART, namun jadwal tersebut masih belum terbuka. Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), proses penandatanganan dokumen tersebut sedang berlangsung dan akan segera diumumkan setelah proses "legal drafting" dan koordinasi antarnegara ramping pada Februari 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa sedang dibahas oleh Kemenlu dan nanti akan disampaikan oleh Menlu Sugiono. Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa ada perbincangan dan pertemuan sebelumnya yang telah ramping.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa proses negosiasi dengan Amerika sudah ramping dan hanya membutuhkan "fine tuning" di dalam "legal drafting". Ia juga menyatakan bahwa jadwal penandatanganan dokumen tersebut akan ditentukan bersama antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump.
Namun, Airlangga mengakui bahwa jadwal tersebut mundur dari target sebelumnya, yakni pada pekan kedua Januari. Ia menyebutkan bahwa adanya dinamika di dunia dan penandatanganan Board of Peace kemarin sebagai salah satu penyebab mundurnya jadwal.
Presiden Prabowo juga telah tanda tangannya atas perjanjian keanggotaan Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang merupakan bukti bahwa ia sudah siap menandatangani dokumen ART.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa sedang dibahas oleh Kemenlu dan nanti akan disampaikan oleh Menlu Sugiono. Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa ada perbincangan dan pertemuan sebelumnya yang telah ramping.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa proses negosiasi dengan Amerika sudah ramping dan hanya membutuhkan "fine tuning" di dalam "legal drafting". Ia juga menyatakan bahwa jadwal penandatanganan dokumen tersebut akan ditentukan bersama antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump.
Namun, Airlangga mengakui bahwa jadwal tersebut mundur dari target sebelumnya, yakni pada pekan kedua Januari. Ia menyebutkan bahwa adanya dinamika di dunia dan penandatanganan Board of Peace kemarin sebagai salah satu penyebab mundurnya jadwal.
Presiden Prabowo juga telah tanda tangannya atas perjanjian keanggotaan Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang merupakan bukti bahwa ia sudah siap menandatangani dokumen ART.