Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memperbarui perkembangan pemulihan di Sumatera setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut beberapa minggu lalu. Menurutnya, kondisi daerah di tiga provinsi ini masih berbeda-beda.
Tapi, menurut hasil evaluasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, hanya satu kabupaten di Aceh yang telah kembali normal, yaitu Kabupaten Aceh Besar. Sementara itu, di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), baru lima daerah yang masih pulih.
Tito juga memberitahukan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, hanya tiga wilayah yang mengalami masalah jalan yang longsor atau hilang dan jembatan yang putus. Wilayah-wilayah tersebut adalah Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah dengan ibu kota Takengon.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti ketahanan logistik di wilayah pegunungan Aceh. Tito meminta agar stok logistik diperkuat untuk mengantisipasi keterisolasian saat cuaca ekstrem. Dari pengalaman lama, dia merekomendasikan tiga tempat tersebut untuk diperkuat stok dalam waktu tiga bulan.
Sementara itu, di wilayah dataran rendah Aceh seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, persoalan utama yang dihadapi adalah endapan lumpur yang berdampak pada permukiman warga, fasilitas umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Tapi, menurut hasil evaluasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, hanya satu kabupaten di Aceh yang telah kembali normal, yaitu Kabupaten Aceh Besar. Sementara itu, di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), baru lima daerah yang masih pulih.
Tito juga memberitahukan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, hanya tiga wilayah yang mengalami masalah jalan yang longsor atau hilang dan jembatan yang putus. Wilayah-wilayah tersebut adalah Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah dengan ibu kota Takengon.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti ketahanan logistik di wilayah pegunungan Aceh. Tito meminta agar stok logistik diperkuat untuk mengantisipasi keterisolasian saat cuaca ekstrem. Dari pengalaman lama, dia merekomendasikan tiga tempat tersebut untuk diperkuat stok dalam waktu tiga bulan.
Sementara itu, di wilayah dataran rendah Aceh seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, persoalan utama yang dihadapi adalah endapan lumpur yang berdampak pada permukiman warga, fasilitas umum, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.