Kementerian PU Bangun Sabo Dam di Aceh untuk Mencegah Banjir Kayu dan Batu
Pemerintah telah mengumumkan rencana pembangunan sabo dam di beberapa aliran sungai di Aceh, tujuan utamanya untuk mencegah tanah, batu, serta gelondongan kayu terbawa oleh arus banjir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun sabo dam sebagai upaya penghilangan hambatan dalam penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di daerah ini.
Saat ini, kondisi geologi dan topografi sungai-sungai di Aceh sangat rentan terhadap aliran debris yang mengangkut tanah, batu-batu besar, serta log-log kayu. Oleh karena itu, dibuatlah rencana pembangunan sabo dam untuk mengatasi masalah ini.
Pembangunan sabo dam tersebut akan dibangun di kawasan hutan lindung, mengingat kemiringan sungai yang sangat curam di daerah tersebut. Kementerian PU telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan ini dalam skema konservasi daerah aliran sungai (DAS), sehingga tidak perlu meminta perizinan lebih lanjut.
Menurut Person in Charge dari Kementerian PU, Arie Setiadi, desain pembangunan sabo dam tersebut akan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Setelah itu, pekerjaan pembangunan dapat dimulai.
Pemerintah telah mengumumkan rencana pembangunan sabo dam di beberapa aliran sungai di Aceh, tujuan utamanya untuk mencegah tanah, batu, serta gelondongan kayu terbawa oleh arus banjir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun sabo dam sebagai upaya penghilangan hambatan dalam penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di daerah ini.
Saat ini, kondisi geologi dan topografi sungai-sungai di Aceh sangat rentan terhadap aliran debris yang mengangkut tanah, batu-batu besar, serta log-log kayu. Oleh karena itu, dibuatlah rencana pembangunan sabo dam untuk mengatasi masalah ini.
Pembangunan sabo dam tersebut akan dibangun di kawasan hutan lindung, mengingat kemiringan sungai yang sangat curam di daerah tersebut. Kementerian PU telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan ini dalam skema konservasi daerah aliran sungai (DAS), sehingga tidak perlu meminta perizinan lebih lanjut.
Menurut Person in Charge dari Kementerian PU, Arie Setiadi, desain pembangunan sabo dam tersebut akan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Setelah itu, pekerjaan pembangunan dapat dimulai.