Kemenso Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Sitaro, Sulawesi Utara
Gus Ipul, Menteri Sosial, mengumumkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir bandang. Pada Senin (5/1/2026), sebanyak 4 kecamatan di Sitaro terkena dampak banjir, yaitu Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.
Korban banjir bandang di wilayah tersebut sebanyak 8 orang meninggal dunia, sedangkan korban luka lebih dari belasan orang. Untuk membantu para korban, Kemensos mengirimkan bantuan logistik yang meliputi kasur, selimut, makanan anak, tenda gulung, family kit, kidsware, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, dan beras.
Bantuan logistik tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam. "Barang-barang tersebut dikirim dengan cepat untuk membantu korban banjir," kata Gus Ipul.
Banjir bandang di Sitaro terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Banjir bandang ini membawa material batu, kayu, dan lumpur yang mengakibatkan kerusakan permukiman warga, fasilitas umum, serta korban jiwa.
Para korban masih diungsi di beberapa titik, seperti Gereja Betabara Paseng dan Meseum Ulu. Total pengungsi di dua titik ini sebanyak 91 KK (Keluarga Kependekatan) atau 392 jiwa.
Bupati Sitaro telah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026 yang menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 5-18 Januari 2026.
Gus Ipul, Menteri Sosial, mengumumkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir bandang. Pada Senin (5/1/2026), sebanyak 4 kecamatan di Sitaro terkena dampak banjir, yaitu Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.
Korban banjir bandang di wilayah tersebut sebanyak 8 orang meninggal dunia, sedangkan korban luka lebih dari belasan orang. Untuk membantu para korban, Kemensos mengirimkan bantuan logistik yang meliputi kasur, selimut, makanan anak, tenda gulung, family kit, kidsware, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, dan beras.
Bantuan logistik tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam. "Barang-barang tersebut dikirim dengan cepat untuk membantu korban banjir," kata Gus Ipul.
Banjir bandang di Sitaro terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Banjir bandang ini membawa material batu, kayu, dan lumpur yang mengakibatkan kerusakan permukiman warga, fasilitas umum, serta korban jiwa.
Para korban masih diungsi di beberapa titik, seperti Gereja Betabara Paseng dan Meseum Ulu. Total pengungsi di dua titik ini sebanyak 91 KK (Keluarga Kependekatan) atau 392 jiwa.
Bupati Sitaro telah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026 yang menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 5-18 Januari 2026.