KemenPU Kebut Huntara di Aceh Tamiang, Target Tuntas Sebelum Ramadan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan target untuk mengeliminasi warga yang tinggal di tenda di Aceh Tamiang sebelum Ramadan tahun 2026. Pasca bencana banjir pada tahun 2025, Kementerian PU berjanji untuk membangun hunian sementara (huntara) dengan cepat dan efisien.

Peninjauan langsung ke Huntara Aceh Tamiang dilakukan oleh Menteri Dody Hanggodo. Menurutnya, progres pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru mencapai 98,75 persen. "Kita bekerja keras untuk segera menyelesaikan proyek ini agar saat Ramadan tidak ada warga yang tinggal di tenda," kata Menteri Dody.

Huntara Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular tanpa alat berat. Proyek ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1. "Kita ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal," katanya.

Penyelesaian proyek huntara sebelum Ramadan diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga terhadap rasa aman dan kenyamanan masyarakat. "Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat untuk beribadah dengan lebih tenang," pungkas Menteri Dody.
 
Kurang lagi 1 tahun, gini apa caranya? Belum siap! Ramadan akan datang dan belum ada hunian yang cukup baginya. Saya ingat waktu itu masih tinggal di tenda... kayaknya kementerian harus lebih cepat ya!
 
😊 Pernah bayangkan kalau kamu harus tinggal di tenda selama Ramadan, apalagi setelah dipaksa meninggalkan rumahmu karena banjir? 🀯 itu bukan hal yang nyaman sama sekali. Jadi gini, Kementerian PU ingin membangun hunian sementara (huntara) dengan cepat dan efisien, tapi apa kalau proyek ini gagal? πŸ€” akan ada warga yang masih tinggal di tenda selama Ramadan? πŸŒ• Menteri Dody kayaknya sudah banyak berusaha untuk segera menyelesaikan proyek ini, tapi gini juga harus dipertimbangkan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal. πŸ™ Kita harap proyek ini bisa selesai tepat waktu dan tidak ada warga yang tetap tinggal di tenda selama Ramadan. 😊
 
Pengumuman ini terdengar agak kabur, nggak bisa dipastikan siapa yang nonton film ini. Apakah Menteri Dody benar-benar mengatakan 98,75 persen progres pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru? Lihat bukti dulu sih! πŸ€”

Aku pikir yang jadi prioritas adalah memastikan kenyamanan masyarakat Aceh Tamiang terlebih dahulu. Apakah sudah selesai membagikan alat-alat peralatan kepada warga sehingga mereka bisa beristirahat dengan nyaman?

Semoga proyek ini benar-benar membantu masyarakat Aceh Tamiang, tapi nggak bisa dipastikan siapa yang bilang 98,75 persen. Perlu dilakukan pengecekan lagi. πŸ’‘
 
Gue pikir kalau gue harus masuk ke Aceh Tamiang, tentu aku akan melihat sendiri kondisi hunian sementara yang dibangun oleh Kementerian PU. Proses pembangunan punya kualitasnya apa? Jika sudah 98,75 persen, kemudian bagaimana caranya kalau masih ada warga tinggal di tenda? Aku khawatir kalau gak ada jaminan bahwa proyek ini bisa segera menyelesaikan, apalagi jika terjadi hal-hal tidak terduga lagi.
 
Gue bayangkan aja, masih ada warga yang tinggal di tenda aja sebelum Ramadan. Gue pikir itu aneh banget, tapi gue juga senang sekali karena gue tahu sudah ada yang terjun bantu mendorong proyek ini. Proses pembangunannya cepat dan efisien, 98,75 persen pahitnya? itulah kemajuan yang bisa dicapai dengan kerja keras, tapi masih banyak hal yang harus dibahas lagi. Gue harap jangan ada kesalahan sembaran lagi, jadi warga yang akan menggunakan hunian ini bisa merasa nyaman dan aman saat Ramadan tiba.
 
Oooh, apa maksudnya sih? Mereka ingin menghilangkan tenda di Aceh Tamiang sebelum Ramadan? Sih itu nggak masuk akal! Sepertinya mau bikin kerumunan lagi di Ramadan, aneh banget! Masih ada 2% yang belum selesai, apa kejadian seperti itu punya arti? Menteri Dody juga sabar-sabaran, wongh kesana nggak ada jwara... Tapi, aku tahu, masalahnya di Aceh Tamiang banget, pas buatan banjir tahun 2025.
 
omong omong, tapi kalau gini serasa kayak buat kena tekanan, warga Aceh Tamiang udah panas-panas sekarang aja, sementara itu masih banyak warga yang tinggal di tenda... mungkin harus ada cara lain lagi untuk mengatasi masalah ini, nggak? πŸ€”

aku tahu mereka punya target 98,75 persen, tapi gimana kalau gini belum sempurna? apa bisa dipertanggungsikan jika warga masih harus tinggal di tenda? πŸ€·β€β™‚οΈ

nah, kalau ada cara untuk mengatasi masalah ini, itu sangat baik banget! 😊

saya rasa pemerintah harus fokus bukan hanya pada bangunan fisik, tapi juga tentang rasa aman dan kenyamanan masyarakat. warga Aceh Tamiang udah lama tidak bisa istirahat, aja? πŸ™
 
Aku ngerasa sih proyek huntara di Aceh Tamiang itu nggak cukup mantap kayaknya... aku nonton video di YouTube tentang cara membuat warby warnya dari kertas koran aja, dan aku rasa itu bisa jadi ide untuk desain interior rumah-rumah huntara... tapi siapa tahu aku salah... 😊
 
Bener, kalau gini punya tujuan sih buat apa? Masa kapan aja ada warga yang tinggal di tenda? Sekarang udah 1 tahun lagi Ramadan, tapi masih belum selesai proyek ini... Sih cuma 98,75 persen aja? Udah lama banget sih gini. Berapa ya biaya proyek ini? Masa tidak ada yang bilang biayanya apa-apa?
 
Mau tahu apa yang terasa gampang aja, kalau ada proyek pembangunan cepat banget seperti ini. 98,75 persen sudah selesai? Makanya gak bisa salah, pasti masih ada sedikit keterlambatan ya? Tapi senang banget dengar itu progresnya begitu cepat. Bayangkan aja si warga Aceh Tamiang, nanti bisa menikmati hunian sementara yang nyaman dan aman untuk beribadah Ramadan.

Dan aku senang banget kalau presiden juga peduli dengan rasa aman masyarakat. Itu penting banget, jangan hanya fokus pada fisik bangunan saja, tapi juga kenyamanan dan rasa aman orangnya. Aku harap proyek ini bisa selesai tepat waktu nanti, sehingga warga tidak merasa stres dan panik.
 
Maksud apa sih? Siap-siap ganti tenda sebelum Ramadan tahun 2026, kayaknya udah terlambat banget sih! Proyek huntara masih jauh dari selesai, dan Menteri Dody langsung aksi ngaturin progres pembangunan. Walaupun progresnya sudah 98,75 persen, tetap aja gak cukup. Siapa yang bilang itu sudah bisa? Ramadan nanti siapa yang ngeceh, kayaknya udah terlambat lagi! πŸ™„πŸ’”
 
Pekin, jangan sabar-sabaran! Pasti masih banyak warga yang tinggal di tenda, tapi nggak apa artinya kita tidak percaya. Kita tahu, banjir itu keburuan alam, tapi giliran kita untuk membantu dan mendukung mereka. Huntara Aceh Tamiang itu bagus sekali, tapi apa solusinya? Mereka harus ada jaminan akan pembangunan yang cepat dan aman, nggak cuma ngebahas tentang progres saja. Dan, siapa tahu banjir lagi, kita harus siap. Kita harus lebih berdaya saing dalam masyarakat ini.
 
Kaya gampang aja ya, targetnya adalah tahun 2026 tapi udah ada progres 98,75 persen? Makanya harus cepat-lambat kok? πŸ€” Apa bencana banjir 2025 udah dibawa di dalam projek ini? Bagaimana kalau warga yang tinggal di tenda itu juga bisa ikut ambil bagian? Kita nggak bisa lupa tentang mereka ya. 😊
 
Wahhhh, aku penasaran apa itu proyek Huntara lagi? Aku pikir kalau sudah ada rumah sementara kayaknya tidak perlu bangun lagi, tapi sebenarnya ada warga yang masih tinggal di tenda, makanya nggak bisa langsung dibangun, kan? πŸ˜…

Aku juga penasaran apa itu Ramadan, aku belum pernah nggak tahu apa itu. Apakah itulah hari libur besar di Indonesia? πŸ€”

Aku suka banget dengan Menteri Dody, dia bilangnya dengan santai dan lucu, kayak gini "kita bekerja keras" sih, tapi aku suka kalau dia bilang "Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden", apa itu? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
aku sambut kabar ini dgn sedikit keterkejutan, ya... siapa bilang bahwa proyek huntaara Aceh Tamiang hanya fokus pada penanganan fisik? aku rasa ini semua udah jadi pola, kita serius banget dengan proyek-proyek pembangunan, tapi apa yang dibawa nanti? asumsi aja, kayaknya ada sesuatu yang salah di dalam sistem ini... πŸ€”
 
Kira-kira apa yang bikin proyek ini terlambat? Nanti Ramadan sudah datang dan masih ada warga yang tinggal di tenda? Kenapa tidak segera saja? Saya pikir itu perlu dilakukan dengan lebih cepat, tapi mungkin ada alasan yang saya tidak ketahui. Semoga proyek ini selesai sebelum waktu Ramadan, biar warga bisa beristirahat dan fokus pada ibadahnya. πŸ™πŸŒΈ
 
πŸ€” Saya pikir itu ide yang bagus banget, tapi juga gampang dikecualikan oleh banyak orang. Kita punya banyak warga yang tinggal di tenda karena keadaan darurat atau banjir, tapi kini sudah ada solusi yang jelas. Huntara Aceh Tamiang itu ngga cuma buat hunian sementara aja, tapi juga ada aspek sosial dan psikologis. Masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat beribadah di Ramadan. Saya harap penyelesaian proyek ini bisa segera selesai agar warga bisa hidup dengan lebih stabil. 🌈
 
Saya pikir ini masih jauh dari realitasmu, warga Aceh Tamiang masih banyak yang tinggal di tenda, tapi gak terlalu cepat sih. Aku rasa 98,75 persen itu sedikit optimis, apa keadaan sebenarnya seperti itu? Ada tidak ada masalah lain, misalnya biaya bangunan atau sumber daya yang kurang? Tapi saya senang melihat bahwa presiden dan menteri suka banget membangun hunian sementara, itu bagus! πŸ™
 
Gue punya saran, gue rasa kementerian PU harus juga memperhatikan biaya konstruksi hunta baru itu. Jangan sampai biayanya terlalu mahal dan masyarakat Aceh Tamiang tidak bisa membayar. Gue liat di luar, ada banyak warga yang masih kesulitan untuk hidup sehari-hari, tolong gue ingin lihat strategi yang lebih baik agar proyek ini bisa sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
kembali
Top