Kemenhub: Pesawat ATR Hilang Kontak Penuhi Standar Kelaikudaraan

Kemenhub Jelaskan, Pesawat ATR Hilang Kontak Penuhi Standar Kelaikudaraan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu lalu, memenuhi standar kelaikudaraan. Menurut Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin dan inspeksi berkala sesuai ketentuan penerbangan sipil.

Ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November lalu di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado. Selain itu, inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan dilaksanakan pada 3 September lalu.

Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak terdapat catatan pelanggaran atau temuan teknis yang menunjukkan pesawat tidak memenuhi persyaratan kelaikudaraan.

Seluruh awak pesawat yang bertugas dinyatakan FIT dan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan sesuai dengan ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67. Namun, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih belum menentukan penyebab kejadian tersebut, termasuk apakah hal ini disebabkan kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan.

Investigasi tentang kecelakaan pesawat akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku.
 
Sudah pasti ada alasan dalam setiap kesialan, bahkan dalam kecelakaan pesawat. Kita harus tidak terburu-buru untuk mencari penjelasan dan malah membiarkan pikiran kita menjadi gelap. Mungkin itu bisa jadi kesempatan bagi kami untuk lebih berhati-hati saat melakukan hal-hal yang serupa di masa depan 🕰️💡

Kita tidak bisa mengubah apa pun, tapi kita bisa mengatur apa pun yang ada di dalam tangan kita. Baik itu keselamatan pesawat atau penerbangan umum, harus selalu menjadi prioritas utama. Mari kita berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk membuat dunia ini lebih aman 😊
 
aku masih bingung banget deh, apalagi kalau penerbangan itu memang nggak ada masalah sama sekali... kayaknya ada sedikit keraguan dari masyarakat, tapi direktur jenderal perhubungan udara gak punya jawaban yang jelas sih... bagaimana caranya penyebabnya bisa tidak diketahui? aku rasanya kurang puas dengan jawaban direktur jenderal itu, tapi aku juga tahu bahwa mereka nggak bisa memberikan jawaban yang pasti. apa yang penting adalah KNKT akan melakukan investigasi dan membagikan hasilnya nanti...
 
Maksudnya, kalau suatu kali pesawat kayak aja hilang kontak, gampang-bengong siapa sih yang tahu apa penyebabnya? 🤔💨 Selama masih memenuhi standar kelaikudaraan, apa artinya apa lagi? 🚫👀 Ada baiknya KNKT nggak tunggu sampai ada kecelakaan besar banget untuk ngelakukan sumber daya dan waktunya. 💸🕰️
 
Maaf, gak ada yang salah dengan ini? Pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Sulawesi Selatan, tapi Direktur Jenderal Perhubungan Udara bilang pesawat memenuhi standar kelaikudaraan. Sepertinya perlu dipertimbangkan kembali bagaimana inspeksi dan pengawasan dilaksanakan. Kondisi cuaca saat kejadian juga cukup berbeda, tapi tidak ada catatan teknis yang menunjukkan pesawat tidak memenuhi persyaratan kelaikudaraan. Mungkin perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencegah hal ini terjadi lagi. 💡
 
Pikiran saya lagi bingung juga, kayaknya kena bukti apa aja kejadian pesawat itu? Jika sudah lulus inspeksi rutin & berkala, apa lagi yang bisa salah? Tapi, kamu bilang kondisi cuaca sedikit berawan, itu jadi alasan untuk tidak jelas siapa yang salah. Knktnya masih harus nggak usah berbicara, apa pun yang ada di dalam, tetap di baliknya ada sesuatu yang tidak terungkap. Jangan paham aja, kalau kamu nanti bukannya kehilangan percaya diri kita juga?
 
Maksudnya kayaknya pesawat itu nggak ada masalah, rute penerbangan yang pilihannya agak curiga aja, jarak pandang 8 km ya udah cukup kecil banget, mungkin cuaca saja yang membuatnya jadi tidak stabil... tapi apa sih penyebabnya? Jika pesawat itu sudah terlaksana inspeksi dan pemeriksaan rutin, tapi masih bisa hilang kontak, itu kayaknya kurang nyaman... Kemenhub kan bilang pesawat itu memenuhi standar kelaikudaraan, tapi kalau benar-benar benar, mengapa masih bisa kejadian seperti ini?
 
🤔 ya, aku pikirin kejadian pesawat ATR 42-500 itu serius banget 🚨. tapi apa yang kemenhub bilang sih? bahwa pesawatnya sudah menjalani pemeriksaan rutin dan inspeksi berkala sesuai ketentuan penerbangan sipil 📝. tapi, aku pikir apakah itu sudah cukup untuk memastikan keamanan pesawat? 🤔.

karena, seperti yang bilang di news, pesawat itu masih belum ada catatan pelanggaran atau temuan teknis yang menunjukkan pesawat tidak memenuhi persyaratan kelaikudaraan 🚫. tapi, apa yang terjadi sebenarnya? apa penyebab kejadian itu? dan apakah semua awak pesawat yang bertugas benar-benar FIT dan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan? 💊

investigasi oleh KNKT akan sangat penting untuk mengetahui penyebab kejadian ini, tapi aku harap investigasi itu dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, jadi kita bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi 🕵️‍♂️.
 
Gak bisa nggak curiga sih, kayaknya ada kesalahan di jalur inspeksi atau sesuatu yang salah di mesin biar bukan paling tidak. 8 km jarak pandang kecil kok? Kondisi cuaca itu seharusnya membuat pilot mau berhati-hati. Tapi kayaknya masih nggak ada bukti apa-apa, kan? Mau tahu sih siapa yang bertanggung jawab untuk memastikan semua sesuatu itu berjalan dengan lancar. Investigasi yang dilakukan KNKT pasti penting biar bisa menemukan kebenaran.
 
Gue pikir pemeriksaan rutin sampe terakhir gak terlalu lama, kan? Seharusnya ada kesempatan lebih besar buat awak pesawat dan penumpang untuk melakukan pemeriksaan sebelum naik pesawat. Tapi, sepertinya sudah ada proses yang cukup lengkap dulu, dari standar kelaikudaraan sampe fit dan semuanya.
 
Hmm, apa sih maksudnya? Kalo pesawat itu sudah lama selesai servis dan inspeksi, tapi masih kehilangan kontak? Maksudnya ada kesalahan lagi di pihak Kemenhub ya. Kita harus tahu penyebab dari kerugian ini, apakah karena keterlambatan inspeksi atau ada yang salah di dalam proses persiapan pesawat itu. Sepertinya masih banyak hal yang harus diperbaiki sebelum bisa dipercaya kembali. 🚨
 
Gue rasa salahnya Kemenhub bilang pesawat itu memenuhi standar kelaikudaraan, tapi gue nggak percaya, karena apa yang dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Udara kayak bocor ban? Mau nyebutin penyebab kejadian itu gak, kok? Gue rasa ini kerja sama antar lembaga yang salah, karena kalau pesawat itu memenuhi standar kelaikudaraan, maka gue bayangin ada yang salah di sistemnya 😒.
 
Gak bisa percaya sih, Kemenhub bilang pesawat ATR itu memenuhi standar kelaikudaraan, tapi aku rasa masih ada sesuatu yang tidak jelas. Kalau sudah lakukan pemeriksaan rutin dan inspeksi berkala, tapi masih bisa kehilangan kontak? Maksudnya apa sih? Tapi aku rasanya Kemenhub mau malu nggak beritahu apa penyebab kejadian itu, ya...
 
Sudah waktunya Kemenhub mulai beralih fokus dari inspeksi saja, tapi masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan. Apa sebenarnya keadaan cuaca pada saat itu? Tidak ada bukti bahwa kondisi cuaca itu berpengaruh, tapi siapa tahu. Yang penting adalah seluruh awak pesawat safe dan fit.
 
kembali
Top