Kemenhaj Matangkan Skenario Atasi Kepadatan Jemaah Haji 2026 di Mina dengan Memperbanyak Petugas dan Mengoptimalkan Layanan.
Jika pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar, Kemenhaj berencana untuk mengurai kepadatan jemaah di Mina dengan memperbanyak petugas yang disiapkan di pos-pos strategis. Hal ini dilakukan agar penanganan jemaah dapat lebih efektif dan fokus.
Menurut Kadisbintal AL Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, petugas yang telah berhaji akan langsung ditempatkan di Mina untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan jemaah. Langkah ini bertujuan agar penanganan jemaah dapat berlangsung lebih efektif dan tidak terkuras tenaganya.
Harun juga menyebut bahwa pada malam 10 Dzulhijah, yang merupakan waktu krusial karena terjadi kepadatan jemaah, akan dilaksanakan lempar jumrah. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan hingga kondisi darurat bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan cepat.
Sementara itu, Kemenhaj juga kembali berencana menerapkan skema murur dan tanazul pada penyelenggaraan haji 2026. Skema murur merupakan mekanisme jemaah melintasi kawasan Muzdalifah tanpa turun dari bus setelah wukuf di Arafah, untuk kemudian langsung menuju Mina. Sedangkan skema tanazul memungkinkan jemaah yang tinggal di hotel dekat area Jamarat kembali ke penginapan setelah melempar jumrah, tanpa harus menempati tenda di Mina.
Namun, terdapat ketidakpastian tentang jumlah jemaah yang akan menerapkan kedua skema tersebut, karena masih menunggu selesainya proses istitaah serta pelunasan biaya haji 2026.
Jika pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar, Kemenhaj berencana untuk mengurai kepadatan jemaah di Mina dengan memperbanyak petugas yang disiapkan di pos-pos strategis. Hal ini dilakukan agar penanganan jemaah dapat lebih efektif dan fokus.
Menurut Kadisbintal AL Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, petugas yang telah berhaji akan langsung ditempatkan di Mina untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan jemaah. Langkah ini bertujuan agar penanganan jemaah dapat berlangsung lebih efektif dan tidak terkuras tenaganya.
Harun juga menyebut bahwa pada malam 10 Dzulhijah, yang merupakan waktu krusial karena terjadi kepadatan jemaah, akan dilaksanakan lempar jumrah. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan hingga kondisi darurat bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan cepat.
Sementara itu, Kemenhaj juga kembali berencana menerapkan skema murur dan tanazul pada penyelenggaraan haji 2026. Skema murur merupakan mekanisme jemaah melintasi kawasan Muzdalifah tanpa turun dari bus setelah wukuf di Arafah, untuk kemudian langsung menuju Mina. Sedangkan skema tanazul memungkinkan jemaah yang tinggal di hotel dekat area Jamarat kembali ke penginapan setelah melempar jumrah, tanpa harus menempati tenda di Mina.
Namun, terdapat ketidakpastian tentang jumlah jemaah yang akan menerapkan kedua skema tersebut, karena masih menunggu selesainya proses istitaah serta pelunasan biaya haji 2026.