Kemenhaj Tetap Komitmen Berantas Praktik Kartel Penyelenggaraan Haji
Dalam pertemuan media yang diberikan oleh Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, diungkapkan bahwa lembaganya tetap berkomitmen untuk mengatasi praktik kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam pernyataannya yang ditranslasikan dari keterangan video, Ichsan menyebutkan bahwa terduga kartel haji melakukan upaya-upaya adu domba atau melemahkan langkah Kemenhaj dengan mengeluarkan narasi-narasi palsu dan memfitnah tokoh-tokoh di dalamnya.
"Ada upaya-adu domba membenturkan, misalnya Pak Wakil Menteri Haji bersama Buya Anwar Abbas yang kita tahu sampai sekarang hubungan keduanya sangat baik, karena ada oknum-oknum di dalamnya yang betul-betul ingin menggunakan banyak hal untuk mereduksi perjuangan kami memberatas kartel haji," kata Ichsan.
Ia juga menyebutkan bahwa narasi tersebut berasal dari pihak kartel haji yang sebelumnya mengajukan proyek ke Kemenhaj dan tidak lolos dalam proses seleksi.
Mengingat kronologi keterlibatan salah satu pihak tersebut, Ichsan mengatakan bahwa mereka sempat menghubunginya melalui pesan WhatsApp terkait keinginannya terlibat dalam pelaksanaan haji 2026.
Dia juga menyebutkan bahwa setelah tidak lolos seleksi, pihak tersebut mendatangi Kemenhaj dengan membawa massa untuk berunjuk rasa dan menyebarkan narasi negatif.
Dalam pertemuan media yang diberikan oleh Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, diungkapkan bahwa lembaganya tetap berkomitmen untuk mengatasi praktik kartel dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam pernyataannya yang ditranslasikan dari keterangan video, Ichsan menyebutkan bahwa terduga kartel haji melakukan upaya-upaya adu domba atau melemahkan langkah Kemenhaj dengan mengeluarkan narasi-narasi palsu dan memfitnah tokoh-tokoh di dalamnya.
"Ada upaya-adu domba membenturkan, misalnya Pak Wakil Menteri Haji bersama Buya Anwar Abbas yang kita tahu sampai sekarang hubungan keduanya sangat baik, karena ada oknum-oknum di dalamnya yang betul-betul ingin menggunakan banyak hal untuk mereduksi perjuangan kami memberatas kartel haji," kata Ichsan.
Ia juga menyebutkan bahwa narasi tersebut berasal dari pihak kartel haji yang sebelumnya mengajukan proyek ke Kemenhaj dan tidak lolos dalam proses seleksi.
Mengingat kronologi keterlibatan salah satu pihak tersebut, Ichsan mengatakan bahwa mereka sempat menghubunginya melalui pesan WhatsApp terkait keinginannya terlibat dalam pelaksanaan haji 2026.
Dia juga menyebutkan bahwa setelah tidak lolos seleksi, pihak tersebut mendatangi Kemenhaj dengan membawa massa untuk berunjuk rasa dan menyebarkan narasi negatif.