Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, mengumumkan peningkatan jumlah petugas haji perempuan pada penyelenggaraan haji 2026. Peningkatan ini mencapai lebih dari 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini merupakan langkah-langkah yang diambil Kemenhaj untuk mewujudkan layanan haji ramah perempuan.
Menurut Irfan, peningkatan jumlah petugas perempuan pada PPIH kloter meningkat signifikan. Di PPIH kloter tahun 2025 ada 114 perempuan, sedangkan di tahun 2026 ada 198. Hal ini menunjukkan bahwa Kemenhaj berkomitmen untuk meningkatkan jumlah petugas haji perempuan dan memastikan bahwa mereka siap melayani jemaah.
Selain itu, Irfan juga mengumumkan upaya Kemenhaj untuk menyiapkan calon petugas haji 2026 agar profesional dan siap melayani jemaah. Salah satunya adalah melalui training of trainer (ToT) fasilitator PPIH Arab Saudi dan PPIH Embarkasi yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede selama empat hari.
Kemenhaj juga menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan beberapa tahapan administrasi penting untuk pelaksanaan haji tahun ini. Di antaranya adalah penyelesaian serah terima bank garansi dan finalisasi dua Peraturan Menteri Haji dan Umrah serta dua Keputusan Menteri Haji dan Umrah.
Namun, Irfan juga mengakui bahwa masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan sebelum pelaksanaan haji 2026. Di antaranya adalah rekrutmen dan seleksi petugas haji daerah di setiap provinsi serta petugas pendukung PPIH Arab Saudi di Jeddah.
Pemerintah juga telah menyiapkan bimbingan manasik haji untuk para jemaah. Bimbingan manasik haji dilaksanakan lima kali, terdiri dari empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di kabupaten atau kota.
Dengan demikian, Kemenhaj berkomitmen untuk membuat penyelenggaraan haji 2026 menjadi lebih baik dan ramah perempuan.
Menurut Irfan, peningkatan jumlah petugas perempuan pada PPIH kloter meningkat signifikan. Di PPIH kloter tahun 2025 ada 114 perempuan, sedangkan di tahun 2026 ada 198. Hal ini menunjukkan bahwa Kemenhaj berkomitmen untuk meningkatkan jumlah petugas haji perempuan dan memastikan bahwa mereka siap melayani jemaah.
Selain itu, Irfan juga mengumumkan upaya Kemenhaj untuk menyiapkan calon petugas haji 2026 agar profesional dan siap melayani jemaah. Salah satunya adalah melalui training of trainer (ToT) fasilitator PPIH Arab Saudi dan PPIH Embarkasi yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede selama empat hari.
Kemenhaj juga menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan beberapa tahapan administrasi penting untuk pelaksanaan haji tahun ini. Di antaranya adalah penyelesaian serah terima bank garansi dan finalisasi dua Peraturan Menteri Haji dan Umrah serta dua Keputusan Menteri Haji dan Umrah.
Namun, Irfan juga mengakui bahwa masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan sebelum pelaksanaan haji 2026. Di antaranya adalah rekrutmen dan seleksi petugas haji daerah di setiap provinsi serta petugas pendukung PPIH Arab Saudi di Jeddah.
Pemerintah juga telah menyiapkan bimbingan manasik haji untuk para jemaah. Bimbingan manasik haji dilaksanakan lima kali, terdiri dari empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di kabupaten atau kota.
Dengan demikian, Kemenhaj berkomitmen untuk membuat penyelenggaraan haji 2026 menjadi lebih baik dan ramah perempuan.