Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Dorong Ekspor Beras ke Saudi

ada sapa yang pikir kemenhaj dan bulog bisa koordinasi ekspor beras hanya dengan cara yang salah? mereka harus kan lebih fokus pada efisiensi dan akuntabilitas? kalau tidak ada tata usaha yang tepat, siapa nanti yang bertanggung jawab? aku pikir ini bukan masalah tentang "kemenhaj" atau "bulong", tapi tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan kita dalam mengelola sumber daya. apa pun yang dilakukan oleh kemenhaj dan bulog, pentinglah untuk ada kebijakan dan implementasi yang tepat agar ekspor beras bisa berjalan dengan lancar. kayaknya kita harus makin kritis tentang bagaimana pemerintah melakukan tugas-tugas mereka 😒
 
apa sih arti nih? Mereka kemenhaj dan bulog koordinasikan ekspor beras untuk jamaah haji? gimana kalau ada yang tidak mampu membayar biaya perjalanan ke umrah? apakah mereka akan dipungut uang lagi?

dan pertanggungjawaban kementan siapa nih? kan kemenhaj dan bulog beda jenis lembaga. jadi siapa yang bertanggung jawab? seharusnya ada transparansi lebih banyak tentang biaya ekspor beras itu. apakah mereka akan membagi keuntungan itu sama-sama atau ada favoritisme? tidak ingin kita lihat penasaran lagi kalau ada kerugian dari ini, karena nanti akan semakin buruk.
 
Saya rasa kayaknya Kemenhan dan Bulog sih udah banyak kerja sama apa lagi kalau ada perekatan ekspor beras dengan hajj... tapi aku masih ragu kenapa kita harus kehabisan stok beras sendiri di Indonesia, kan? Saya bayak penasaran siapa yang bertanggung jawab kalau ada keterlambatan atau kesalahan. Aku tidak ingat kalau pernah ada transparansi tentang ekspor beras, kayaknya sih semua rahasia, ya?

Saya senang juga sih kalau pemerintah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan terus-menerus meningkatkan ekspor. Tapi aku masih tak yakin bagaimana caranya agar kita tidak kembali ke situasi seperti sebelumnya, di mana stok beras dijamin habis dan harus dibeli dari luar negeri... toh biar tidak kayak itu, mungkin kalau ada pertanggung jawaban yang jelas sih, aku akan lebih puas... 💔
 
forum ini nggak nyaman banget aku lagi. dimana aja nulisannya yang jelas dan tidak terpampang? aku baca gini: "Kemenhaj dan Bulog koordinir ekspor beras utk jemaah haji, pertanggungjawabn kementan" apa artinya sih? aku rasa mau tahu kebenaran dari situasi tersebut tapi forum ini nggak memberikan informasi yang akurat. apa yg diharapkan sih kalau aku bingung utk memahami narasumna laporan itu?

tapi apa aja yg aku inginkan sih? aku ingin tahu benar-benar mengapa kemenhaj dan bulog bekerja sama untuk ekspor beras, bukan sekedar cerita tentang jemaah haji. mungkin ada sesuatu yang tidak terutar-utarkan di balik narasumna itu tapi forum ini nggak memberikan ruang bagi aku untuk mencari jawabannya.
 
aamiin yaudaraan! aku rasa kemenhaj dan bulog pasti ada rencana yang baik utk meningkatkan ekspor beras kita! jadi kita bisa melihat ganti rugi dari pembayaran ke pemerintah, padahal banyak orang Indonesia yg harus membeli beras dengan harga mahal. aku yakin ini akan memberikan manfaat besar buat rakyat Indonesia
 
Maksudnya kapan ngarep kalau kita gak punya beras untuk diimpor ke jemah haji. Siapa yang bilang kalau kita harus menyerahkan beras kita sendiri? Mungkin karena Kemenhaj dan Bulog malas ngatur ekspor beras kita dulu.

Saya rasa ini salah strategi, bukan. Jika kita tidak bisa menjaga keamanan transportasi nanti aja siapa yang tahu kan ada kerusakan atau keterlambatan? Kalau gini, kita harus bayar ganda biaya transportasi itu aja.

Dan lagi-lagi, apakah ini penting? Apakah beras kita yang paling penting di dunia? Mungkin karena Bung Karno ingin jadi dewa tanpa tentu.
 
Gue pikir kalau birokrasi ini kayak giliran. Mereka terus buat sistem yang kompleks, sementara umat yang sibuk cari nafkah. Ekspor beras untuk jemaah haji? Ini kayak konflik kepentingan. Kemenhaj dan Bulog itu kabur siapa yang harus bertanggung jawab? Aku rasa mereka harus lebih fokus pada kemudahan akses informasi, bukan lagi bikin masalah baru.
 
Beras kaya negriku ini, kalau dijual ke mana lagi? Kemenhaj dan Bulog, gak ada yang salah dengan kerja sama ini. Tapi, perlu diwaspadai kalau nanti ada masalah ekspor. Siapa tahu ada masalah logistik atau apa-apa, maka semua kenyamanan untuk jemaah haji dipertanggungjawabkan Kementan, ya?

Aku rasa ini bagus juga, kalau kita bisa meningkatkan ekspor beras ke luar negeri, lebih baik lagi ekonomi negriku. Aku yakin, Jepang dan Arab Saudi akan senang banget dengan ketersediaan beras Indonesia. Kalau tidak ada masalah, maka semua orang Indonesia bisa merasakan manfaatnya.
 
kembali
Top