Kemenhaj dan Kementan Bekerja Sama untuk Meningkatkan Ekspor Beras ke Saudi
Kemenhaj (Haji) dan Kementerian Pertanian (Kementan) telah bekerja sama untuk meningkatkan ekspor beras Indonesia ke pasar Arab Saudi. Tujuan dari kerja sama ini adalah meningkatkan kemandirian pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji, yang merupakan salah satu tantangan utama penggunaan beras lokal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia harus berhenti bergantung pada pasokan beras negara lain seperti Vietnam dan Thailand untuk konsumsi jemaah haji.
Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jaenal Effendi menyatakan bahwa pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat kebijakan yang disusun dan rantai pasok pangan haji.
Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras.
Jaenal Effendi juga menambahkan bahwa kondisi swasembada beras saat ini merupakan momentum emas. Ia optimistis bahwa produk nasional dapat memiliki daya saing yang kuat dalam pasar konsumsi haji.
Kemenhaj (Haji) dan Kementerian Pertanian (Kementan) telah bekerja sama untuk meningkatkan ekspor beras Indonesia ke pasar Arab Saudi. Tujuan dari kerja sama ini adalah meningkatkan kemandirian pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji, yang merupakan salah satu tantangan utama penggunaan beras lokal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia harus berhenti bergantung pada pasokan beras negara lain seperti Vietnam dan Thailand untuk konsumsi jemaah haji.
Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jaenal Effendi menyatakan bahwa pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat kebijakan yang disusun dan rantai pasok pangan haji.
Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras.
Jaenal Effendi juga menambahkan bahwa kondisi swasembada beras saat ini merupakan momentum emas. Ia optimistis bahwa produk nasional dapat memiliki daya saing yang kuat dalam pasar konsumsi haji.